Seribu Triliun Ton Batu Berlian Ditemukan, Harganya Bikin Melotot

Apa jadinya kalau beredar kabar soal ditemukannya deposit batu berlian dalam jumlah amat besar di suatu tempat? Yang pasti, perusahaan-perusahaan eksplorasi mineral bakal berlomba-lomba buat mendapatkan mineral mahal tersebut.

Mungkin, itu juga yang hampir terjadi ketika peneliti dari Massachussetts Information of Technologi (MIT) bersama sejumlah peneliti dari perguruan tinggi lainnya mendeteksi keberadaan sumber berlian sebanyak kira-kira seribu triliun ton. Deposit intan itu tersebar di sebuah lapisan batuan kuno yang disebut “cratonic roots” atau daerah kratonik.

Nah, tapi, sepertinya perusahaan-perusahaan itu harus mengurungkan niat buat mulai menggali. Kenapa? Ya karena letak deposit berlian itu yang terlalu jauh di dalam perut bumi. Bayangin aja, batu-batu berharga itu terletak pada kedalaman 144 sampai 241 kilometer! Posisi itu jauh lebih dalam dari penggalian manapun yang pernah dilakukan manusia.

Penambang batu berlian. (Wikimedia Commons/USAID Guinea)
Ilustrasi penambang batu berlian. (Wikimedia Commons/USAID Guinea)

Kratonik adalah kerak benua tertua yang bentuknya seperti gunung dalam posisi terbalik. Seribu triliun ton batu berlian yang terdeteksi di sana itu hanyalah 1 sampai 2 persen dari volume gunung tersebut.

Berapa nilai triliunan ton batu berlian itu?

Lalu, berapa sih nilai berlian itu? Nah, dengan mengesampingkan warna maupun clarity, unsur yang biasa dipakai untuk mengukur harga sebuah berlian, anggap saja satu ton berlian itu sama dengan 5.000.000 karat. Maka, seribu triliun ton itu sama dengan lima juta triliun karat berlian.

Lantas, berpatokan pada harga berlian yang per karatnya US$ 116, maka nilai deposit berlian itu kira-kira US$ 580 miliar triliun. Nah, kalau mau dirupiahkan, silakan dihitung sendiri yah guys! Sekedar berangan-angan, andaikata digunakan untuk membayar utang Indonesia yang per akhir Juni 2018 mencapai Rp 4.227,78 triliun, pastinya udah lunas, lebih malahan.  

Hasil temuan ini, menurut Ulrich Faul, si peneliti dari Fakultas Ilmu Bumi, Atmosfer, dan Planet MIT, membuat kita berpikir, ternyata masih ada lebih banyak batu berlian yang tersimpan di perut bumi. Jumlahnya bahkan jauh lebih banyak dari yang diperkirakan selama ini.

Terus, gimana sih awal cerita mereka bisa mendeteksi berlian di tempat itu? Menurut Faul, semua terjadi saat terjadi anomali dalam data seismik, di mana gelombang suara yang ditangkap cenderung dipercepat.

Singkatnya, dari situlah, mereka menyimpulkan bahwa anomali disebabkan oleh keberadaan berlian tersebut. Kesimpulan itu tentunya gak sembarangan. Mereka bisa bedakan, mana berlian mana yang bukan hanya dari gelombang suara yang ditangkap alat mereka.

“Berlian itu amat spesial. Salah satu sifatnya adalah, kecepatan suara pada batu berlian itu dua kali lebih cepat daripada mineral dominan lain di bagian atas mantel bumi yang disebut olivine,” ungkap Faul.

Hmm, kira-kira apa kelak bakal ada teknologi baru yang bisa dipakai untuk menggapai kedalaman itu? Share yuk pendapat kamu di kolom komentar!