Selain Bunga, 5 Macam Biaya Kredit Tanpa Agunan (KTA) Ini Patut Dipastikan sebelum Teken Kontrak dengan Bank

Kredit tanpa agunan (KTA) memang gampang didapat, tapi bukan berarti kita bisa asal masukin aplikasi, proses,  terus terima duit. Memang sih, kalau sudah terdesak kebutuhan, orang cenderung suka ceroboh.

 

Tapi kalau udah mengetahui kecenderungan ini, justru kita harus waspada biar gak ceroboh. Apalagi ini urusannya soal utang ke bank. Kalau ceroboh, bisa-bisa kasus berakhir di pengadilan.

 

Seperti layaknya layanan lain dari bank, KTA dikelilingi sederet biaya dalam proses aplikasi hingga pelunasannya. Kalau bunga, tentu saja gak mungkin lolos dari pengamatan.

 

Sebab salah satu faktor yang dilihat orang untuk membandingkan KTA dari bank satu dengan bank lain adalah besarnya bunga. Kalau bunga KTA besar, pasti bank itu ditinggalin.

 

Yang menuntut kita agar gak ceroboh adalah biaya-biaya kredit tanpa agunan selain bunga. Soalnya ada kasus orang sudah dapet KTA dari bank tertentu terus komplain ke bank gara-gara biaya ini.

 

Saat tiba pembayaran cicilan di tahun terakhir, ternyata perhitungan sisa utangnya beda dengan perhitungan dari bank. Ternyata, ada komponen biaya administrasi KTA yang luput dihitung oleh orang itu.

[Baca: Mau Tahu Cara Mendapatkan KTA dan Menghitung Cicilannya? Yuk, Baca Dulu!]

 

Padahal komponen itu jelas-jelas tertulis di data informasi KTA yang dia ambil. Kalau udah begini, yang rugi siapa coba? Bank mah posisinya udah kuat, ada bukti berupa dokumen.

 

Karena itu, sebelum seneng liat ada bank yang nawarin KTA dengan bunga kecil, lihat dulu biaya-biaya kredit tanpa agunan lain yang melingkupinya. Berikut ini biaya kredit tanpa agunan yang ada tapi gak jarang lolos dari pengamatan nasabah:

 

1. Biaya provisi

Biaya ini sering disebut biaya administrasi untuk gampangnya. Biaya ini dikenakan sebagai tanda bahwa pengajuan KTA diterima dan langsung dipotong dari plafon pinjaman.

 

Ngitung total pinjamannya setelah dipotong, bukan sesuai ama yang diajuin kita, ya. Mau minjem Rp 5 juta, abis dipotong mungkin tinggal Rp 4 juta…mungkin…

 

 

Besar biaya provisi biasanya ditetapkan berdasarkan jumlah plafon pinjaman. Antara bank satu dan bank lain berbeda, tapi kisarannya 1-4% dari plafon. Tapi ada juga yang menetapkan tanpa persentase, contohnya Rp 399 ribu berapa pun jumlah kredit itu.

 

Misalnya KTA dengan:

 

Plafon: Rp 5 juta

Biaya provisi: 2%

Berarti nanti yang didapat nasabah adalah:

Rp 5 juta – (2% x Rp 5 juta) = Rp 5 juta – Rp 1 juta = Rp 4,9 juta

 

Ada bank yang nawarin KTA dengan bunga kecil, tapi ternyata biaya provisinya besar. Jadi, waspada saja soal biaya ini. [Baca: Kenali Kelebihan dan Kekurangan Kredit Tanpa Agunan Sebelum Ajukan ke Bank]

 

2. Biaya tahunan

Biaya tahunan ini dikenakan per tahun berdasarkan periode pinjaman. Besarnya bervariasi antara bank satu dengan yang lain, ada juga bank yang gak menetapkan biaya tahunan. Biasanya jumlah biaya tahunan ditetapkan 1-2% dari plafon untuk tahun pertama lalu nominal tetap kira-kira Rp 50 ribu pada tahun-tahun selanjutnya.

 

Misalnya KTA dengan:

 

Plafon: Rp 5 juta

Biaya tahunan: 2%  pada tahun pertama dan Rp 50 ribu untuk tahun kedua dan seterusnya

Periode pembayaran: 2 tahun

 

Berarti pada tahun pertama ada biaya 2% x Rp 5 juta= Rp 100 ribu, yang ditambahkan langsung ke jumlah cicilan bulan ke-12. Lalu pada tahun berikutnya dikenai Rp 50 ribu dengan ditambahkan langsung ke jumlah cicilan.

 

3. Biaya percepatan pelunasan

Biaya ini juga sering disebut biaya penalti. Jika nasabah melunasi cicilan sebelum tiba waktunya, bank akan menjatuhkan “hukuman” yang besarnya sekitar 5-6 persen dari sisa tagihan.

 

Gak cuma di sepak bola, urusan minjem duit di bank juga ada yang namanya penalti.

 

 

Misalnya KTA dengan:

 

Plafon: Rp 5 juta

Periode pembayaran: 2 tahun

Biaya penalti: 5 persen

Sisa utang di bulan ke-12:  Rp 3 juta

 

Kebetulan ada rezeki dan kita mau melunasi langsung. Jadi, kita harus membayar:

= Rp 3 juta + (sisa utang x biaya penalti = Rp 3 juta + (Rp 3 juta x 5%) = Rp 3.150.000

 

[Baca: 4 Produk KTA Bank beserta Plus Minusnya Masing-Masing]

 

4. Denda keterlambatan

Kalau biaya ini gak harus kita bayar selama tepat waktu dalam mencicil. Besarnya denda keterlambatan biasanya ditetapkan dengan nominal tertentu, misalnya Rp 250 ribu.

 

Denda ini dijatuhkan pada tiap keterlambatan. Sebisa mungkin disiplin dalam mencicil, biar gak kena biaya gak wajib ini.

 

5. Biaya asuransi

Biaya yang bersifat opsional atau boleh gak diambil ini ditetapkan untuk melindungi keluarga nasabah. Kalau diambil dan peminjam meninggal, ahli warisnya gak bakal diminta melanjutkan angsuran sampai lunas.

 

Tapi kalau ambil KTA tanpa asuransi dan peminjamnya meninggal, otomatis anggota keluarga yang jadi ahli warisnya berkewajiban melunasi pinjaman itu. Mau ambil atau tidak, terserah peminjam. [Baca: Asuransi Kredit Tanpa Agunan Ada Supaya Kamu Bisa Tenang Saat Pinjam Duit Ke Bank]

 

Biaya asuransi penting buat mastiin pinjaman lunas tanpa membebani keluarga kita, pas kitanya (amit-amit) udah meninggal.

 

 

Itulah beberapa biaya yang sering gak diperhatikan peminjam KTA. Kalau kita sebagai peminjam gak mendapat penjelasan soal biaya-biaya itu, kita berhak meminta penjelasan sejelas-jelasnya dari pihak bank.

 

Biaya-biaya ini juga harus menjadi faktor untuk kita memutuskan KTA mana yang akan diambil. Sebab walau pretelan kecil-kecil, namanya biaya pastinya akan menambah beban kita. [Baca: Kredit Tanpa Agunan: Kalau Malas Hitung-Hitung, Ya Pantas Saja Jadi Galau]

 

 

 

Image credit:

  • http://www.thestar.com/content/dam/thestar/business/personal_finance/2013/05/21/tfsa_penalty_letters_are_in_the_mail/income_tax.jpg
  • blogs-images.forbes.comlearnvestfiles201402life-insurance-cost.jpg