Segini Biaya Layanan Kesehatan yang Dibatasi BPJS Kesehatan

Beberapa layanan BPJS Kesehatan kini dibatasi. Seperti yang ramai diberitakan belakangan ini, BPJS Kesehatan mengeluarkan peraturan baru terkait layanan katarak, bayi yang baru lahir, dan fisioterapi. Intinya, tanggungan biaya terhadap ketiga layanan yang disebutkan tadi disesuaikan dengan kemampuan keuangan BPJS Kesehatan saat ini

Misalnya aja sebagaimana yang dikutip dari Tirto, pasien katarak awalnya bisa operasi tanpa syarat apa pun. Kini si pasien baru bisa operasi asalkan punya visus di bawah 6/18. Terus pasien fisioterapi sebelumnya boleh terapi kapan aja. Sekarang cuma boleh dua kali dalam seminggu.

Terakhir bayi yang baru lahir semula ditanggung secara terpisah dari BPJS Kesehatan, sekarang tergantung kasusnya. Untuk peserta yang melahirkan dengan anak yang lahir sehat, penjaminannya satu paket dengan klaim ibunya. Klaim akan dibayar terpisah jika bayi baru lahir membutuhkan perawatan intensif seperti PICU, NICU, dan inkubator.

BPJS Kesehatan beralasan, ketiga layanan tersebut menyedot anggaran paling besar ketimbang kasus penyakit jantung dan gagal ginjal. Seperti yang pernah diberitakan, BPJS Kesehatan terus-terusan defisit hingga Rp 9 triliun.

Penyesuaian tanggungan tersebut diambil sebagai upaya mengatasi defisit yang terjadi. Kebijakan tersebut tentunya membuat kualitas layanan kesehatan untuk pasien jadi kurang maksimal.

Nah, yang bikin penasaran, berapa sebenarnya biaya ketiga layanan yang disesuaikan oleh BPJS Kesehatan? Biar jelas, yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Operasi Katarak, mulai dari Rp 6,5 juta

BPJS Kesehatan
Operasi katarak (allaboutvision)

Dikutip dari Alodokter, biaya operasi katarak di rumah sakit swasta mulai dari Rp 6,5 juta hingga Rp 16 juta. Itu pun biaya operasi buat satu mata. Ini masih belum ditambah dengan biaya gak terduga. Untuk jaga-jaga, minimal sisihkan 20-30 persen dana di luar biaya operasi untuk memenuhi biaya gak terduga itu.

Sebagai gambaran, biaya operasi katarak di Klinik Utama Mata JEC Cibubur mencapai Rp 8,5 juta. Biaya tersebut belum ditambahkan dengan biaya obat-obatan, pemakaian alat kesehatan, administrasi, rawat jalan, dan lain-lain.

Di Indonesia angka penderita katarak tergolong tinggi. Coba kamu bayangkan tiap tahunnya jumlah penderita katarak bertambah sebanyak 250 ribu orang. Rata-rata penderita katarak berusia di bawah 55 tahun dan punya riwayat penyakit diabetes.

2. Persalinan normal, mulai dari Rp 2 juta

BPJS Kesehatan
Persalinan (theconversation)

Buat persalinan nomal di rumah sakit swasta, biayanya rata-rata Rp 2 juta hingga Rp 15 juta. Biaya yang dibayarkan tersebut umumnya udah termasuk kamar ibu dan bayi, kamar VK, biaya dokter, obat-obatan, kamar rawat inap, biaya administrasi, imunisasi, dan biaya-biaya lainnya.

Seperti persalinan normal di Mayapada Hospital. Biaya persalinan di rumah sakit swasta tersebut mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 13 juta. Besaran biaya tersebut udah termasuk biaya tindakan dokter, pemeriksaan laboratorium, ruang perawatan ibu dan bayi, vaksin, dan biaya-biaya lainnya.

Tapi, BPJS masih menanggung biaya persalinan kok, baik normal (baik dengan penyulit maupun tanpa penyulit) maupun caesar, termasuk pelayanan untuk bayi baru lahir beserta ibunya. Cuma ya itu tadi seperti disebutkan di atas, ada penggabungan klaim buat si bayi yang baru lahir dengan ibunya, di mana sebelumnya dipisah.

3. Operasi Caesar, mulai dari Rp 11 juta

BPJS Kesehatan
Operasi caesar (nusabali)

Sementara buat persalinan yang perlu operasi atau operasi caesar, biayanya mulai dari Rp 11 juta hingga Rp 50 juta di rumah sakit swasta. Meskipun gitu, masih ada kok yang pasang harga lebih rendah dari harga tersebut.

Buat gambaran aja nih. Biaya operasi caesar di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur mulai dari Rp 11 juta hingga Rp 36 juta. Rinciannya, kelas SVIP Rp 36 juta, VIP Rp 29 juta, Kelas 1 Rp 20 juta, Kelas 2, Rp 15,3 juta, dan Kelas 3 Rp 11 juta.

4. Fisioterapi, mulai dari Rp 110 ribu

BPJS Kesehatan
Fisioterapi (natherapy)

Biaya fisioterapi juga beragam. Di beberapa rumah sakit swasta biayanya dimulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu per sesi. Biasanya fisioterapi dilakukan agar si pasien gak sampai mengalami cacat fisik. Si pasien yang menderita gangguan fisik juga lebih cepat pulih dengan menjalani terapi ini.

Di RS Premier Bintaro biaya fisioterapi dimulai dari Rp 110 ribu hingga Rp 500 ribu. Biaya tersebut belum termasuk biaya konsultasi, obat-obatan, dan biaya administrasi. Asal tahu aja nih biaya konsultasinya sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu.

Melihat biaya dari layanan yang disesuaikan BPJS Kesehatan cukup ngeri juga sih kalau dipikir-pikir. Coba aja deh bayangkan seandainya gak ditanggung BPJS Kesehatan atau asuransi, bisa tekor nih.

Karena tanggungan buat layanan-layanan di atas udah dikurangi BPJS, gak ada salahnya nih melirik asuransi. Hitung-hitung dengan membayar premi asuransi tiap bulannya, kamu bisa dapat layanan kesehatan lebih optimal alias gak setengah-setengah.

Dan pastinya uang di kantongmu gak terkuras banyak. Benar gitu, bukan?