Sebelum Menghadapi Interview Kerja, Simak Dulu Nih 7 Trik Biar Lolos dan Diterima Kerja

Orang bilang cari kerja zaman sekarang susah. Punya bekal ijazah sarjana bukan jaminan orang bakal sukses diterima kerja di perusahaan yang diinginkan.

Bahkan perusahaan sekelas Google gak ambil pusing soal ijazah dan universitas pegawainya. Lalu apa yang lebih penting? Interview alias wawancara kerja.

Dalam interview kerja, seseorang bisa dinilai kepribadiannya. Itu yang lebih diperlukan ketimbang ijazah dan sertifikat bertumpuk-tumpuk.

Soalnya, nilai tinggi dalam ijazah gak selalu berarti orang yang memegang ijazah itu berkualitas. Atau orang itu memang berkualitas, tapi kepribadiannya dianggap gak cocok dengan budaya perusahaan.

Makanya, interview kerja sering dianggap sebagai kawah candradimuka alias ujian paling berat. Sekali keliru omong, langsung byar. Gak bisa dihapus atau dicoret lalu direvisi. Beda dengan tes tertulis.

Tapi tenang, buat yang lagi siap-siap melamar kerja atau menanti panggilan, berikut ini ada trik biar lolos interview kerja. Memang bukan tips pasti lolos, tapi paling gak kamu bakal lebih siap dalam interview kerja.

1. Selidiki kantor

menghadapi interview kerja
Dipanggil interview kerja ya harus tahu jelas alamatnya dong, gak mau terlambat datang kan? (Gedung Kantor / Ipapa)

Pertama, bekali diri dengan  pengetahuan soal kantor yang dituju. Alamatnya, jelas pasti. Masak, mau interview gak tahu alamatnya.

Yang juga penting adalah gimana budaya perusahaan itu. Apakah terkesan formal atau informal. Ini bisa dilihat dari aturan berpakaian karyawannya juga jenis usahanya.

Kalau bank, jelas formal. Kalau perusahaan media, periklanan, atau semacamnya, lebih informal. Dengan tahu budayanya, kita bisa menyiapkan pakaian sekaligus sikap yang mesti diambil dalam interview.

Kita bisa menyelidiki kantor dengan membuka situsnya. Bisa juga stalking akun media sosialnya.

2. Ketahui posisi yang dilamar

Ada orang yang asal masukin lamaran, entah paham entah tidak posisi yang dilamar. Begitu interview, gak ngerti ketika ditanya-tanya soal tugas posisi tersebut.

Kita jangan seperti mereka. Pahami posisi yang kita lamar dengan baik. Misalnya melamar jadi account executive, berarti tahu tugasnya mencari klien dan menjaga hubungan baik.

menghadapi interview kerja
Pastikan kamu paham posisi yang kamu lamar, pelajari dengan sebaik-baiknya, jangan malas hehehe (Pegawai Perempuan / Femina)

3. Siapkan pertanyaan dan jawaban

Dalam setiap interview, ada pertanyaan-pertanyaan umum. Misalnya apa kekuatan dan kelemahan kita, kenapa tertarik melamar ke kantor itu, apa yang bisa kita berikan buat kantor, dan alasan resign kalau sebelumnya sudah pernah kerja.

Siapkan jawaban untuk pertanyaan itu dari rumah. Siapkan juga pertanyaan yang mungkin bisa kita ajukan, seperti evaluasi jenjang karier, metode penilaian prestasi, dan tentu saja fasilitas tunjangan buat karyawan.

4. Tepat waktu

Ketimbang telat, mending lama nunggu. Ini prinsip yang mesti dipegang tiap orang, apalagi pas datang interview. Jika telat, kita akan dipandang gak disiplin.

Karena itu, siapkan diri untuk segala kemungkinan, misalnya kendaraan mogok atau jalan macet. Meski jarak dari rumah hanya 5 kilo, berangkatlah setidaknya 2 jam dari waktu interview. Bawa buku buat baca-baca sambil nunggu interview.

5. Kesan pertama adalah segalanya

Saat bertemu, jabat tangan pewawancara dengan erat dan tersenyum. Berpakaianlah sesuai dengan budaya perusahaan. Kesan pertama saat bertemu sangat berperan dalam proses selanjutnya.

menghadapi interview kerja
Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah kamu deh hehehe (Interview Kerja / Hipwee)

Jika kita merengut, gugup, atau malah gak tahu mau ngapain, pewawancara bakal kebawa. Hidupkan suasana dengan banyak senyum dan menjawab dengan tegas namun rileks.

6. Perhatikan sikap tubuh

Saat interview, posisi tubuh dalam keadaan tegak. Mata lurus ke depan, tatap mata pewawancara dengan yakin. Taruh tangan di atas meja. Saat pewawancara bicara, dengarkan dengan baik.

Sikap tubuh ini bakal dipandang baik dan memancarkan kepercayaan diri. Kalau diwawancara malah kebanyakan nunduk atau tangan gak sadar memainkan pulpen, rambut, atau apa pun, pewawancara mungkin kehilangan mood.

7. Matikan gawai

Handphone, tablet, atau apa pun gagdet yang dibawa sebaiknya dimatikan saat interview. Lucu kan kalau lagi seru-serunya kita menjelaskan kelebihan, eh, tahu-tahu ada bunyi ringtone.

Dibuat getar saja pun sebaiknya dihindari. Apalagi ditaruh di atas meja. Nanti bunyi drrr…drrr..drrr… Kita maupun si pewawancara bisa hilang konsentrasi.

menghadapi interview kerja
Gadget wajib dimatiin ringtone-nya kalau kamu gak mau interview kerja jadi buyar (Karyawan Memegang Gadget / Idntimes)

Itulah 7 trik biar lolos interview kerja. Untuk diingat, dalam wawancara kerja, bukan hanya HRD perusahaan yang melakukan seleksi.

Kita pun bisa melihat prospek kantor itu untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika melihat perusahaan gak cocok, misalnya gajinya di bawah ekspektasi atau evaluasi jenjang karir gak jelas, kita bisa saja menolaknya.

Namun sebagai pihak yang diundang wawancara kita mesti tak lupa mengucapkan terima kasih begitu wawancara selesai. Ucapan lisan akan lebih baik jika diikuti ungkapan terima kasih lewat e-mail.

Dalam e-mail, tulis juga bahwa kita menanti pengumuman selanjutnya. Itu akan menunjukkan kita serius meminati pekerjaan yang lowong, yang menjadi nilai plus di mata pewawancara.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Jangan Mau Dinomorduakan, Ini Hak-hak Karyawan Perempuan yang Wajib Kamu Ketahui]

[Baca: Jika Budaya Malas Membaca Tetap Dipelihara, Jangan Mengeluh Jadi ‘Orang yang Tertindas’]

[Baca: 5 Mindset Karyawan Tentang Karir dan Keuangan yang Wajib Dihindari]