Sebelum Investasi Properti Sebaiknya Pertimbangkan Dulu 7 Poin Ini

Investasi properti kini memang banyak dilirik masyarakat untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Masyarakat percaya kalau investasi properti gak mengenal harga jual turun.

Tapi tetap saja, yang namanya investasi selalu ada risiko dan kelemahan dibalik keuntungan yang ditawarkan.

Nah, sebelum kamu memutuskan untuk investasi properti sebaiknya pertimbangkan dulu tujuh poin penting ini: Yuk, simak!

1. Biaya perawatan dan asuransi

investasi properti
Biaya perawatan dan asuransi (faldifaldirifaldi.blogspot)

Salah satu hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum investasi properti adalah biaya perawatan dan asuransi.

Pasalnya, properti harus kamu rawat untuk menjaga nilai investasinya. Karena rumah yang terawat akan menarik minat pembeli dan mendongkrak harga jual.

Oleh karena itu, kamu harus merogoh kocek untuk membeli asuransi agar properti terlindung dari kebakaran atau bencana alam.

Karena kalau properti gak diasuransikan, bisa-bisa malah kamu yang harus menanggung

[Baca: Apa Bedanya Produk Asuransi Kebakaran dengan Asuransi Properti? Ini Jawabnya..]

2. Modal besar

investasi properti
Modal besar (akadusyifa)

Gak bisa dipungkiri, investasi properti merupakan salah satu investasi padat modal alias memerlukan modal besar.

Karena itu kamu perlu mempersiapkan dengan matang sebelum memutuskan terjun ke dunia investasi properti biar uangmu gak terkuras habis.

3. Gelembung properti

investasi properti
Gelembung properti (apartemensingapore)

Gelembung properti disebut juga dengan istilah property bubble. Hal itu umumnya ditandai dengan melonjaknya harga perumahan karena tingginya permintaan dan spekulasi.

Ibaratnya itu, balon udara terus membesar maka permintaan akan stuck dan kelebihan pasokan sehingga membuat harga properti menurun.

4. Lokasi

investasi properti
Lokasi (articles)

Lokasi juga menjadi penentu harga jual properti. Kalau lokasi tergolong jauh dan kurang strategis, kamu bisa susah memasarkan propertimu. Harganya pun juga bisa jatuh.

Karena itu sebelum kamu menginvestasikan uangmu untuk bisnis properti sebaiknya pelajari dulu lokasi dan proyeksinya dalam beberapa tahun ke depan.

5. Jangka waktu

investasi properti
Jangka waktu (adhijayamulia)

Investasi properti adalah investasi jangka panjang. Investasi ini juga gak selikuid jenis investasi lain.

Agar return yang diraih tinggi, paling gak rumah bisa dijual dalam kurun lima tahun. Pasalnya menjual rumah itu gak seperti kacang goreng. Jadi memerlukan waktu dan proses negosiasi yang cukup panjang.

6. Status tanah dan bangunan

investasi properti
Status tanah dan bangunan (permatabogor)

Perlu kamu ketahui kalau menginvestasikan modal besar untuk properti yang masih berstatus sengketa itu fatal banget.

Selain membuang-buang waktu karena harus mengurus lewat notaris dan pengadilan, modal yang harus dikeluarkan pun akan tambah besar.

Karena itu, kamu perlu memastikan kalau properti yang kamu inginkan udah sesuai dengan aturan dan perizinan yang berlaku.

Gak hanya itu, pastikan juga kalau tanah dan bangunannya udah sesuai dengan prosedur. Untuk meminimalisir terjadinya masalah di kemudian hari.

7. Biaya transaksi

investasi properti
Biaya transaksi (hresidence-soetta)

Sebelum terjun investasi properti. Kamu harus tau kalau bisnis properti itu gak hanya soal harga beli dan jual aja.

Ada beberapa biaya yang harus kamu perhatikan juga seperti biaya notaris, biaya pengurusan izin dan surat-surat, dan lain-lain.

Nah, itu dia tujuh poin yang harus kamu pertimbangkan sebelumnya untuk memutuskan investasi properti.

Jangan cuma tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan. Pelajari dulu semua risiko dan kelemahan investasi properti.

Persiapan matang sebelum berinvestasi di sektor properti itu sangatlah penting. Soalnya modal yang dikeluarkan juga gak bisa dibilang sedikit.

[Baca: Mau Investasi Properti yang Murah? Ini Dia Caranya]

[Baca: Mau Investasi Properti, Lebih Untung Beli Rumah atau Apartemen Ya?]