Sebelum Beli Saham, Lakukan Dulu 5 Hal Ini Kalau Gak Mau Rugi

Walaupun bisa didapat dengan harga murah, beli saham gak bisa disamakan dengan beli gorengan di abang-abang di pinggir jalan. Karena ketika salah beli, maka bukan cuma penyesalan yang bakal kamu alami, melainkan juga kerugian.

Saham emang jadi instrumen investasi dengan return tertinggi, tapi risikonya juga gak kalah besar. Gak ada yang bisa nebak soal naik turunnya harga saham. Bisa aja ketika kamu beli, satu hari kemudian harganya anjlok. Atau bisa juga sebaliknya.

So, daripada nebak-nebak saham mana yang harganya bakal naik atau turun, lakukan aja 5 hal ini sebelum memutuskan buat beli saham.

1. Pilih saham perusahaan yang bisnisnya sederhana

beli saham
Ketika mereka jual produk yang susah dijual, maka pertumbuhannya juga gak bakal terprediksi lho (pixabay)

Seperti apa perusahaan dengan bisnis sederhana itu? Bisnis sederhana bisa diartikan sebagai yang mudah dipahami dan dievaluasi.

Bukan berarti mereka yang punya bisnis sederhana pasti jauh dari kata rugi lho ya. Bisnis itu emang sifatnya naik turun, tapi kinerja perusahaan dengan bisnis sederhana tentu lebih mudah dipahami ketimbang bisnis-bisnis lain, misalnya asuransi.

Beberapa contoh perusahaan dengan bisnis sederhana antara lain adalah, PT Ace Hardware Indonesia Tbk, (jual perkakas), PT Multi Bintang Indonesia Tbk, (jual bir), atau Unilever (jual produk consumer goods).

Selain bisnisnya, pahami juga gimana pesaing-pesaing mereka. Ketahui dulu deh, apakah perusahaan itu pernah jadi market leader alias penguasa pasar atau enggak. Kalau pernah atau malah masih, jangan ragu buat beli saham itu.

2. Pahami riwayat harga saham tersebut

Selain bisnis perusahaannya, tentu riwayat harga juga harus diketahui ketika beli saham. Dari fluktuasi harga, kamu bisa memprediksi berapa keuntungan yang kiranya bisa diraup.

Kalau emang keuntungannya naik terus selama setahun secara konstan, maka sahamnya baik buat dibeli atau digunakan sebagai tabungan. Tapi jika volatilitasnya tinggi, manfaatkan aja buat trading atau investasi jangka pendek.

3. Posisikan dirimu sebagai pelanggan produk perusahaan pemilik saham tersebut

beli saham
Kenali produk perusahaannya dengan baik, itulah kunci keberhasilannya (Pixabay)

Coba deh, sebelum kamu beli saham suatu perusahaan, posisikan dirimu sebagai seorang pelanggan yang pengin beli produk perusahaan itu. Kira-kira apa yang kamu rasakan?

Bila perusahaan itu adalah bank, maka gak ada salahnya buat dicek gimana pelayanannya, jumlah nasabahnya, sampai jumlah kredit yang disalurkan.

Hal ini penting banget dilakukan buat menganalisa, apakah perusahaan itu bakal bertahan di masa depan atau malah bangkrut seperti Toys R Us, Seven Eleven, dan peritel lainnya.

Gak pengin kan beli saham mahal-mahal tapi harganya langsung anjlok karena perusahaannya kacau?

4. Ketahui siapa jajaran direksi perusahaan tersebut

Ketika kamu udah paham soal produk, kompetitor, dan riwayat harga saham dari suatu perusahaan, maka biar lengkap ketahui juga siapa orang-orang yang menduduki posisi penting di perusahaan itu.

Kalau bisa, cari tahu juga soal berapa persen kepemilikan saham mereka di perusahaannya. Karena semakin besar kepemilikan mereka, itu tandanya mereka emang cukup peduli sama perusahaannya.

Kenapa penting? Kemajuan suatu perusahaan juga bergantung sama para pemimpinnya bukan?

5. Tengok laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan

beli saham
Risikonya besar tapi untungnya besar, itulah saham (Pixabay)

Buat melihat jumlah aset dan perkembangan perusahaan di masa depan, investor bisa kok melihat laporan keuangan dari perusahaan yang sahamnya pengin dia beli. Lakukan aja pengamatan sekilas sehingga ada gambaran yang cukup jelas soal kinerja sahamnya.

Kalau ada utang, ingat kalau itu berarti perusahaan yang jelek lho ya. Utang tentu bakalan bergantung sama jenis bisnis yang mereka rintis.

Ketika kamu menemukan bahwa total aset, liability, dan ekuitasnya berubah drastis dalam satu periode ke periode selanjutnya, maka kamu patut curiga dan menunda dulu buat beli saham. Bisa jadi mereka emang sedang mempersiapkan produk baru atau malah lagi ada masalah.

Itulah lima hal yang bisa kamu lakukan sebelum beli saham sebuah perusahaan. Agak ribet sih kelihatannya, tapi ya emang harus dilakukan jika gak pengin rugi.

Pastikan juga ketika beli saham kamu dengar rekomendasi analis. Dari situ baru deh kamu telaah lagi sahamnya dengan lima cara ini.