Sebab Kredit Ditolak

Pernah mengajukan kredit? Berbagai macam jenis kredit yang ditawarkan oleh pihak kreditur. Dengan atau tanpa jaminan, lalu berbentuk kartu kredit, dan lain sebagainya. Kerap kali kita bertanya, mengapa pengajuan kredit saya tidak disetujui? Hal inilah yang akan kami ulas. Sehingga kita dapat memahami, sebenarnya prinsip seperti apa yang dijalankan oleh pihak kreditur dalam pengambilan keputusan pemberian kredit kepada para debitur.

Pada dasarnya setiap kreditur memiliki ketentuan dalam memutuskan disetujui atau tidaknya pemberian kredit kepada debitur. Dan prinsip ini yang menjadi pedoman bagi kreditur sehingga efektif dan cermat dalam melakukan analisa. Prinsip tersebut yaitu terdiri dari 5 (lima) hal atau dengan sebutan 5C.

Character (Karakter)

Merupakan data yang berisikan tentang kepribadian calon debitur itu sendiri, misalnya sifat-sifat yang berkaitan dengan pribadi, pola hidup, kebiasaan, kondisi saat ini, latar belakang keluarga, termasuk hobi atau sesuatu yang digemari. Fungsi dari penilaian tersebut bertujuan untuk mengetahui hingga sejauh mana keinginan calon debitur dalam memenuhi kewajiban sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan. Pemberian kredit pada dasarnya atas dasar kepercayaan, dan yang mendasari kepercayaan itu adalah dengan adanya keyakinan dari pihak kreditur, bahwa calon debitur memiliki moral, watak, dan sifat pribadi yang positit serta koperatif. Disamping itu juga mempunyai rasa tanggung jawab, baik dalam kehidupan sebagaimana bermasyarakat maupun dalam menjalankan profesinya. Karakter merupakan salah satu faktor yang dominan, dikarenakan meski calon debitur mampu untuk menyelesaikan pinjamannya, namun jika tidak memiliki itikad yang baik, tentu saja di kemudian hari akan membawa kesulitan bagi pihak kreditur.

Capacity (Kapasitas/Kemampuan)

Kapasitas yang dimaksud dalam hal ini adalah penilaian, ditinjau dari kemampuan calon debitur untuk melunasi kewajibannya dari kegiatan usaha atau profesi yang digeluti dan nantinya akan dibiayai oleh kredit yang diberikan. Jadi sangatlah jelas maksud dari penilaian ini adalah untuk mengetahui seberapa maksimal hasil usaha tersebut mampu untuk melunasi pinjaman yang telah diberikan, sesuai dengan tenggat waktu yang telah disepakati. Pengukuran dalam hal ini dapat dilakukan antara lain dengan meninjau dari segi pengalaman di bidang tersebut, lalu dari sejarah awal dalam merintis, serta dilihat bagaimana ketika menyikapi apabila mengalami kondisi yang sulit.

Capital (Kepemilikan)

Adalah kondisi kekayaan yang dimiliki oleh seorang dibidang yang dikelola atau profesi yang digelutinya. Ditinjau dari beberapa hal yaitu, transaksi, neraca, laporan rugi laba, struktur permodalan, rasio keuntungan yang diperoleh dan lain sebagainya. Dari kondisi tersebut dapat dinilai kelayakan dari calon debitur, dan tingkat pembiayaan atau besarnya batasan pembiayaan yang semestinya diberikan.

Condition (Kondisi)

Kredit yang nantinya akan diberikan perlu mempertimbangkan kondisi, terutama dari segi ekonomi, terkait dengan prospek calon debitur. Dikarenakan ada beberapa usaha yang sangat bergantung pada kondisi perekonomian. Oleh karena itu perlu mengkaitkan kondisi ekonomi dengan calon debitur yang ingin meningkatkan usahanya. Permasalahan mengenai hal ini erat kaitannya dengan faktor politik, peraturan perundang-undangan perbankan dan kondisi perbankan pada saat itu, serta keadaan lain yang memperngaruhi sektor pemasaran, misalnya terjadi bencana alam, huru hara, dan sebagainya.

Collateral (Jaminan)

Adanya jaminan yang memungkinkan dapat dijadikan aset yang sewaktu-waktu dapat dilakukan penyitaan oleh pihak kreditur, seandainya calon debitur tersebut tidak dapat memenuhi kewajibannya. Hal ini diperhitungkan pada saat akhir, dimana masih terdapat keraguan di pihak kreditur. Maka dari itu, jaminan adalah hal yang sangat mungkin dipertimbangkan dan menjadi langkah terakhir dalam pengambilan keputusan pengajuan kredit.

Kelima hal inilah yang menjadi tolok ukur pengajuan pinjaman calon debitur. Disetujui atau tidaknya pengajuan kredit yang diinginkan, semua tergantung sejauh mana Anda memiliki 5C tersebut. Semoga dengan informasi ini, dapat bermanfaat bagi Anda, sehingga dapat tanggap dan cerdas mempersiapkan diri jika ingin memperoleh hak kredit.  Untuk informasi lengkap dan keterangan lebih lanjut, silahkan anda kunjungi situs kami di KreditAja.com