Salip Mark Zuckerberg, Ini Kunci Sukses ala Bos Louis Vuitton, Bernard Arnault

Bernard Arnault, pengusaha yang berhasil menyalip Mark Zuckerberg sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ia adalah tokoh di balik kesuksesan LVMH (Louis Vuitton Moet Hennessy), perusahaan konglomerat asal Eropa terkaya di industri mode.

LVMH menaungi sekitar 60 anak perusahaan yang memiliki brand-brand ternama seperti Celine Dior, Fendi, Louis Vuitton, Benefit Cosmetics, Bulgari, Tag Heuer, Marc Jacobs, dan masih banyak lagi.

Sebagai CEO LVMH, Bernard Arnault menjadi pemegang saham terbesar. Bahkan, tahun lalu ia memborong saham Christian Dior sebesar $ 13,1 miliar (setara Rp 178 triliun). Kekayaannya pun terus meningkat hingga mencapai $72 miliar (setara Rp 1.070 triliun).

Bernard memang tak memulai bisnisnya dari nol. Ia meneruskan bisnis sang ayah usai lulus kuliah. Namun, berkat kemampuannya ia mampu mengembangkan perusahaan hingga menjadi CEO dan menjadikan ayahnya sebagai presiden direktur. Ia juga menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan mewah, seperti Christian Dior dan Le Bon Marche untuk membuat perusahaan lebih berkembang.

Selang beberapa tahun, ia justru menjadi CEO Christian Dior. Dua tahun kemudian dia berinvestasi pada perusahaan LVMH. Tak lama setelahnya, ia menjadi salah satu pemegang saham LVMH terbesar hingga membuatnya terpilih sebagai CEO LVMH.

Ia berhasil mengambil alih perusahaan mewah terbesar di Eropa tersebut serta menyabet beberapa penghargaan yang menginspirasi banyak pengusaha fesyen lainnya.

Beberapa penghargaan tersebut adalah Commander of the French Legion of Honour pada tahun 2017, Grand Officer of the French Legion pada tahun 2011, dan Corporate Citizenship dari Woodrow Wilson International Center.

Kesuksesan gak bisa diraih cuma-cuma, sekalipun lahir dari keluarga berada. Inilah 4 hal yang menjadi kunci kesuksesan Bernard dalam mewujudkan ambisinya dan berhasil menjadi juru kunci keberhasilan LVMH.

Belajar untuk bersabar

Bernard Arnault (The Telegraph).

“I think in business, you have to learn to be patient. Maybe I’m not very patient myself. But I think that I’ve learned the most is be able to wait for something and get it when it’s the right time.” Bernard Arnault

Satu hal yang harus kita sadari bahwa tidak ada hal berharga yang datang dengan mudah. Faktanya, segala sesuatu membutuhkan waktu. Termasuk, kamu pun membutuhkan waktu untuk berkembang dan mengasah keterampilan.

Contoh lain, dalam bisnis untuk mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan kamu mungkin harus menunggu hingga berbulan-bulan.

Sebagai pengusaha, kamu mungkin terbiasa dengan ritme yang dinamis dan serba cepat. Namun, jangan biarkan hal ini membuatmu menjadi sulit bersabar. Jika tidak, kamu mungkin akan mengambil keputusan yang salah, mengabaikan detail yang penting, hingga menjauhkan rekan bisnis yang potensial.

Ubah ide jadi aksi

Bernard Arnault (vanityfair)

“When something has to be done, do it! In France we are full of good ideas, but we rarely put them into practice.” Bernard Arnault

Kamu mungkin punya banyak ide bisnis yang tampak inovatif dan menjanjikan. Tapi, hal tersebut gak akan berdampak apa pun jika tidak direalisasikan.  Buatlah rencana dan prototipe ide bisnismu.

Jika perlu, tunjukkan pada orang yang kamu percaya untuk mendapatkan masukan yang membangun.  Satu hal terpenting, jangan berhenti hanya pada ide.

Jangan cepat merasa puas

French luxury group LVMH Chairman and CEO Bernard Arnault (Fortune).

“When I took over Louis Vuitton, everyone said, ‘It’s already so big – what more can you do?’ And since then, we’ve multiplied that success tenfold.” Bernard Arnault

Selalu ada celah untuk pengembangan sekalipun bisnismu sedang di puncak kejayaan. Itulah yang disadari oleh Arnault. Meski Louis Vuitton adalah salah satu brand fesyen yang berada di posisi tertatas, namun Arnault mampu membuatnya menjadi jauh lebih sukses lagi.

Kualitas produk adalah yang paling utama

Salah satu gerai Dior di Malaysia.

“What made Louis Vuitton famous was the quality. We don’t do marketing; we just create products which are exceptional in their design and craftsmanship.”  Bernard Arnault

Udah bukan rahasia lagi kalau semua produk LV punya kualitas tinggi. Produksi LV bahkan masih didominasi teknik manual dengan tangan-tangan para pengrajin yang berpengalaman.

Dalam produksinya, teknologi digunakan bukan untuk menghasilkan produk secara massal, namun untuk memastikan standar kualitas antar produk. Maka gak heran kalau harga produknya pun tinggi.

Biar bagaimana pun, produk atau jasa yang kamu tawarkan adalah kunci sukses atau tidaknya bisnis yang kamu jalani. Sepakat?

Itulah empat hal yang bisa kita pelajari dari bos Louis Vuitton. Semoga menginspirasi!