Salip Jack Ma Jadi Orang Terkaya No. 2 di Cina, Siapa Ma Huateng?

Bos Alibaba Group, Jack Ma gak lagi jadi orang terkaya di Cina. Siapa yang menggantikan posisi konglomerat berusia 53 tahun ini?

Adalah Ma Huateng, orang yang berhasil menyalip kekayaan Jack Ma tahun ini. Pria yang kerap disapa Pony Ma ini punya kekayaan sebesar Rp 528 triliun dan berhasil jadi orang kedua terkaya di Cina! Posisi nomor satu dipegang sama Hui Ka Yan, Chairman China Evergrande Real Estate Group.

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas soal Ma Huateng nih. Siapa sih dia?

Ma Huateng adalah pendiri Tencent Holdings, perusahaan internet terbesar di China. Ekspansinya sendiri sudah besar-besaran, termasuk ke Indonesia.

Tencent merupakan perusahan pemilik aplikasi WeChat. Kehadiran WeChat di Indonesia gak lain dan gak bukan merupakan kerja sama Tencent dengan perusahaan besutan Hary Tanoe, MNC. Tencent juga tercatat menggelontorkan dananya sebesar US$ 150 juta alias lebih dari Rp 2 triliun ke Go-Jek.

jack ma
Sama-sama bermarga Ma tapi yang ini lebih tajir (Success Story)

Sementara itu di dunia e-commerce Indonesia, mungkin beberapa di antara kamu pernah dengar situs yang bernama JD.ID. Nah, itu juga punyanya Tencent lho. Kalau di China namanya JD.com Inc.

Sebuah kesuksesan tentunya gak luput dari kerja keras ya. Tapi di balik kerja keras itu, tentu ada rahasia lain yang bisa membuat Ma Huateng mampu mengalahkan bos Alibaba Jack Ma. Mau tahu apa saja? Ini dia rahasianya.

[Baca: Pelajari 6 Kunci Sukses Orang Tionghoa ala Jack Ma]

1. Jadi kanibal!

Kanibal yang dimaksud ini bukan metode pesugihan ala Sumanto yang harus makan daging manusia biar tajir. Ungkapan kanibal disampaikan oleh Andy Mok, seorang bos di situs pencari kerja Red Pagoda Resources, untuk menggambarkan metode kerja di Tencent.

Mok mengatakan bahwa kultur kerja di Tencent mirip embrio hiu. Sudah bukan rahasia lagi, embrio hiu yang lebih besar akan memangsa embrio yang lebih kecil di dalam rahim induknya. Aksi kanibalisme ini adalah bentuk persaingan bayi hiu untuk dilahirkan.

WeChat yang memiliki lebih dari 805 juta pengguna adalah produk kanibal. Aplikasi itu muncul usai Ma Huateng menantang seluruh karyawannya berkompetisi satu sama lain menciptakan aplikasi chat.

Pelajaran berharga yang bisa kita tarik dari poin ini adalah kompetisi. Gak ada hasil terbaik yang dilahirkan tanpa sebuah kompetisi. So, bila kamu menerima sebuah tantangan dalam dunia kerja atau apapun, jabanin saja dan jangan merasa terancam.

2. Selalu taat pada regulasi

jack ma
Dia adalah bos perusahaan internet terbesar di China yaitu Tencent (Sindonews)

Dalam pidatonya di NUS Business School tahun 2012 lalu, penakluk bos Alibaba Jack Ma ini mengatakan seluruh perusahaan online harus patuh dengan aturan pemerintah. Apapun yang terjadi, harus kooperatif deh sama pemerintah.

Tencent sendiri pernah mengalami kesulitan saat Pemerintah Cina menyelidiki WeChat, Weibo Sina, dan Baidu, karena dianggap melanggar peraturan. Meski demikian, Ma Huateng tetap kooperatif dalam penyelidikan tersebut.

Tindakan keras itu pun hanya menjadi sentilan kecil dari Pemerintah Cina yang mengontrol penggunaan Internet masyarakat. Daripada ngelawan regulasi malah bisnisnya ditutup, bisa-bisa batal jadi orang terkaya.

Poin ini mengingatkan kita tentang pentingnya menaati aturan yang berlaku jika kita ingin membuka usaha. Sudah tahu kan mengapa Seven Eleven bisa tutup? Salah satu faktornya adalah karena mereka gak jelas dalam menanggapi aturan pemerintah soal perizinan.

Jadi, yang mau bisnis jangan coba-coba ya menjalankan usaha yang melanggar hukum. Dan yang masih jadi karyawan, taati saja peraturan perusahaan dengan baik selama itu gak merugikanmu.  

[Baca: Belajar dari Sevel, Jangan Lakukan 3 Hal Ini Kalau Gak Mau Bisnismu Tutup di Tengah Jalan]

3. Gercep dalam inovasi

Pria low profile dan kerap menghindari media ini, pernah menjelaskan bagaimana Tencent bergerak cepat dalam menyikapi perubahan tren di pasar.

Tanpa sebuah kecepatan, tentu sebuah perusahaan bakal susah berkembang. Atau malah bisa jatuh.

“Dunia ini kejam, seperti persaingan di pasar smartphone. Dulu Nokia tampil bak matahari di siang bolong. Tapi sebesar apapun mereka, mereka bisa jatuh kapan saja,” ujar Ma Huateng dalam pidatonya di Universitas Hong Kong.

Nokia memang sempat jaya di tahun 1998 hingga 2007, tapi semenjak iPhone dan Android bermunculan, ponsel asal Finlandia ini kalah pamor. Bisa dikatakan, saat itu Nokia kurang cepat dalam hal belajar dan inovasi.

So, apakah kamu juga sudah gercep alias gerak cepat dalam belajar dan berinovasi? Kalau belum, selalu ingat deh kalau dunia itu kejam dan penuh dengan persaingan.

4. Posisikan diri seperti konsumen

jack ma
Jack Ma dan Ma Huateng (Success Story)

Pony Ma dikabarkan cukup sering melakukan uji coba produknya sendiri. Ketika uji coba itu berlangsung, dia selalu memposisikan dirinya sebagai user yang biasa, bukan seperti user yang sudah ngelotok sama teknologi.

Dengan melakukan hal ini, maka dia mampu menciptakan produk yang tepat. Di samping itu, mereka pun gak pernah lupa dengan inovasi terbaru yang tentunya bisa bermanfaat untuk penggunanya.

Poin terakhir ini memang sudah umum diucapkan oleh para entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Coba saja kamu telaah, entrepreneur sukses mana yang gak menjadikan konsumen atau user sebagai tolak ukurnya?

Dengan mengetahui apa keinginan konsumen, maka kamu bakal tahu produk apa yang harus diciptakan. Semakin banyak yang suka dengan produkmu, maka semakin baik juga prospek bisnisnya.

Itulah empat rahasia sukses Ma Huateng, si penakluk bos Alibaba, Jack Ma. Dengan mengetahui rahasia ini, apakah kamu makin tertarik jadi entrepreneur di masa depan? Atau masih mau kerja saja?

[Baca: Niat Buka Usaha Sendiri? Jangan Pilih 4 Bisnis Ini!]

Gak ada yang salah kok dengan dua pilihan itu. Empat rahasia Ma Huateng ini bisa diterapkan untuk pebisnis maupun karyawan.