Salah Memilih Kredit Multiguna Bisa Bikin Rencana Keuanganmu Gagal

Membutuhkan kucuran dana segar dalam bentuk kredit multiguna kadang bisa bikin kita nggak berpikir panjang. Apalagi kalau kita sedang kepepet banget butuh pinjaman buat memenuhi berbagai kebutuhan.

 

Jangan asal cepat cair saja. Ada beberapa pertimbangan yang harus kamu cermati biar nggak menuai masalah kedepannya.

 

Selain kudu memerhatikan bunga cicilan, kamu juga harus cermat memilih lembaga keuangan yang kredibel. Jangan sampai kamu memilih lembaga keuangan yang justru bakal membuatmu rugi.

 

Saat ini nggak cuma bank saja yang mengeluarkan produk satu ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2014 lewat Peraturan No.29/POJK.05/2014 memperbolehkan multifinance untuk memberikan kredit multiguna.

 

Masalahnya, nggak semua multifinance ini mengikuti aturan pemerintah atau diawasi oleh Bank Indonesia (BI) dan OJK. Kalau ada multifinance yang menawarkan iming-iming ‘pinjaman tanpa BI checking’ mending urungkan niat meminjam ke lembaga tersebut.

 

Pasalnya, bisa dipastikan bahwa multifinance tersebut nggak mengikuti aturan pemerintah dan bisa jadi bakal mengenakan bunga cicilan yang mencekik. Ujung-ujungnya malah keuangan kita yang amburadul gara-gara bunga cicilan yang kelewat tinggi.

 

memilih kredit multiguna

 Apapun kebutuhanmu, kamu bisa memanfaatkan kredit multiguna

 

 

[Baca: Aplikasi Kredit Sering Ditolak? Coba Cek Status Blacklist BI Kamu]

 

BI checking ini adalah istilah buat riwayat kredit seseorang yang tercatat di Bank Indonesia. Nah, sebelum mengucurkan dana pinjaman, pihak bank biasanya akan melakukan BI checking untuk menilai apakah sang debitur layak untuk diberikan pinjaman. Kalau skor kita pada saat BI checking jelek, bisa jadi bank nggak akan mengucurkan dana sepeserpun.

 

Bijak Memilih Kredit Multiguna

Berbeda dengan saudara dekatnya kredit tanpa agunan (KTA), kredit multiguna membutuhkan aset sebagai jaminan (sertifikat bangunan atau surat-surat kendaraan bermotor). Kalau nggak memiliki aset ya jangan harap bisa mengajukan pinjaman ini.

 

Tapi karena ada aset yang dijaminkan, biasanya bunga pinjaman juga tergolong rendah dibandingkan KTA. Selain itu nilai pinjaman kredit multiguna juga lebih besar.

 

Salah satu keunggulan mengajukan kredit multiguna di multifinance adalah nilai pinjaman yang tergolong besar. Dengan mengagunkan sertifikat bangunan, nilai pinjaman bisa mencapai milyaran rupiah.

 

[Baca: Ini Perbedaan dan Pengertian Kredit Multiguna dan KTA, Jangan Sampai Salah Pilih?]

 

Nah, kalau tertarik mengajukan kredit multiguna, dua multifinance ini bisa jadi pilihan tepat. Selain bunga cicilan yang rendah, prosesnya pun tergolong cepat:

 

Indosurya Finance

Kalau memiliki sertifikat bangunan dan hendak mengajukan kredit multiguna yang besar, Indosurya Finance bisa jadi pilihan tepat. Perusahaan multifinance yang didirikan pada 2011 ini memiliki cabang yang tersebar di Jawa, Bali dan Sumatera.

 

memilih kredit multiguna

 Ingat ya, sertifikat bangunan harus lengkap dan sesuai hukum kalau mau pinjamanmu cair

 

 

Meski usia tergolong muda, Indosurya Finance sudah mengantongi izin dari Kementerian Keuangan. Indosurya Finance memiliki produk andalan Solusi Karya dan Griya (Surya) Flexi.

 

Produk keuangan ini menyasar karyawan dan pengusaha yang membutuhkan suntikan dana segar untuk berbagai kebutuhan. Aset yang bisa dijaminkan adalah sertifikat bangunan (ruko, pabrik, tempat usaha, rumah) seperti:

 

  • Sertifikat hak milik (SHM) dengan wajib melampirkan izin mendirikan bangunan (IMB) dan pajak bumi dan bangunan (PBB)
  • Sertifikat hak guna bangunan (SHGB)
  • Sertifikat hak milik atas satuan rumah susun (SHMSRS)

 

Lantas apa saja fitur yang ditawarkan? Coba simak yuk:

 

  • Plafon minimal Rp 500 juta dan maksimal Rp 5 milyar
  • Bunga flat
  • Tenor hingga 36 bulan
  • Biaya admin 0,1 persen dari pokok utang
  • Biaya provisi 2 persen dari pokok utang
  • Asuransi jiwa dan kebakaran
  • Biaya appraisal mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta

 

Nah, untuk biaya appraisal ini harus ditanggung oleh calon nasabah. Kalau pengajuan kredit ditolak, biaya appraisal ini juga bakal hangus. Makanya, pastikan semua dokumen lengkap dan sesuai dengan persyaratan biar semua proses berjalan mulus.

 

BFI Finance Multiguna

Bagaimana kalau nggak memiliki sertifikat bangunan? Nggak usah khawatir. Kamu bisa menjaminkan bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) kendaraan bermotor untuk mengajukan pinjaman.

 

Di BFI Finance, kamu bisa menjaminkan aset seperti BPKB, invoice dan faktur. BFI Finance ini didirikan sejak 1982 dan sudah banyak makan asam garam di dunia keuangan.

 

memilih kredit multiguna

BPKB jangan cuma dianggurin, kalau butuh utang produktif ya manfaatkan saja sebagai jaminan kredit

 

 

Fitur yang ditawarkan berupa:

  • Bunga flat
  • Plafon minimal Rp 1 juta dan maksimal 85 persen dari harga kendaraan
  • Tenor maksimal 36 bulan
  • Biaya admin 4 persen dan termasuk provisi dan asuransi
  • Proses cuma satu hari jika semua dokumen lengkap

 

Syarat yang diperlukan untuk mengajukan kredit multiguna memang tergolong sederhana. Dokumen standar yang wajib disertakan adalah:

 

  • KTP
  • NPWP
  • Slip gaji bagi karyawan
  • SIUP (bagi pengusaha)
  • Gaji minimal Rp 5 juta per bulan

 

Nah, salah satu cara gampang memilih produk kredit multiguna adalah dengan memerhatikan kredibilitas multifinance-nya. Kalau perusahaan pembiayaan tersebut diawasi oleh pemerintah, bisa dipastikan aman.

 

Ini penting karena hak dan kewajiban kita bakal dilindungi oleh hukum. Kalau suatu saat kesandung masalah, kita bisa menempuh jalur hukum.

 

[Baca: Restrukturisasi Kredit Bermasalah Memang Bisa Menjadi Solusi, Namun Tetap Musti Pahami Konsekuensinya]

 

 

 

Image credit:

  • http://lintascinta.com/wp-content/uploads/2015/06/Kredit-Multiguna-KMG.gif
  • http://blog.ngaturduit.com/wp-content/uploads/2015/03/menghitung-kpr.jpg
  • http://blog.yasabe.com/wp-content/uploads/sites/4/2014/08/choosing-a-car-loan-offer.jpg