Sabar Investasi Jangka Panjang, 5 Orang Ini Kini Jadi Miliarder

Siapa bilang jadi orang kaya cuma bisa karena bisnis? Tahu gak, cukup banyak miliarder kelas dunia yang nyatanya kaya karena kesabaran mereka buat lakukan investasi jangka panjang.

Bahkan, Warren Buffet yang adalah salah satu orang terkaya di dunia mendapatkan sebagian besar kekayaannya karena tekun berinvestasi.

Kesabaran berbuah hasil yang memuaskan. Kata-kata itulah yang tepat disematkan kepada orang-orang ini.

Yuk, simak lima tokoh yang berhasil membangun kekayaannya dari nol lewat investasi saham.

sejumlah orang yang gak pernah sangka kalau saham yang mereka beli ternyata melonjak drastis. Dengan demikian, mereka jadi salah satu investor sekaligus miliarder dunia.

[Baca: 6 Pemikiran yang Salah Soal Investasi yang Sering Bikin Kecewa]

1. Warren Buffet

investasi jangka panjang
Warren Buffet gak cuma investasi di perusahaan Coca Cola tapi juga suka minum produknya (fortune)

Warren Buffet dikenal sebagai salah satu investor paling piawai di dunia. Gak heran dia dapat gelar sebagai “Oracle of Omaha” atau “Peramal dari Omaha”.

Cukup banyak gebrakan yang diciptakan oleh Warren Buffet, yaitu gimana cara dia bisa mengubah uang ratusan ribu rupiah jadi miliaran.

Salah satunya adalah kisah gimana Warren Buffet membeli saham Coca-cola di tahun 1989. Saat itu harga per lembar saham Coca-cola cuma sekitar US$ 40 atau sekitar Rp 500 ribuan. Kini, harga per lembarnya mencapai US$ 5 juta atau setara Rp 66,5 miliar.

2. Ning Wang

pengertian investasi jangka panjang
Ning Wang (nextshark)

Ning Wang, investor asal Tiongkok, udah membeli saham perusahaan Apple sejak tahun 1998. Itu artinya hampir sepuluh tahun sebelum iPhone pertama muncul, Ning Wang udah coba peruntungannya.

Pada tahun 1998, saham Apple dibanderol cuma US$ 34 atau sekitar Rp 442 ribu. Ning Wang membeli sekitar 600 lembar.

Sekitar tahun 2015, saham Apple melonjak jadi US$ 131 per lembar. Ning Wang berhasil dapat keuntungan sampai dengan Rp 13 miliar dalam waktu 13 tahun. Mereka pun akhirnya membeli lima buah rumah.

3. Carl Icahn

tujuan investasi jangka panjang
Carl Icahn yang ambisius (USAtoday)

Carl Icahn dikenal sebagai salah satu investor yang berani ambil risiko. Caranya, dia menanam saham di perusahaan yang kurang terkenal. Plus, beberapa perusahaan tersebut dia ambil alih.

Carl Icahn bahkan bisa mendapatkan keuntungan mencapai 31 persen per tahun dari perusahaan-perusahaan tersebut. Dia udah memulai karier sebagai investor sejak tahun 1961.

[Baca: Menabung dengan Saham? Seberapa Menguntungkan Tuh?]

4. Tin Grittani

manfaat investasi jangka panjang
Masih muda tapi udah sukses berinvestasi (timothysykes)

Tin Grittani mungkin belum bisa disandingkan dengan orang-orang terkaya di dunia yang udah ada. Akan tetapi, ketekunannya buat memantau pasar saham menjadikannya salah satu miliarder.

Modal awalnya sebesar US$ 1.500 atau sekitar hampir Rp 20 juta. Dia membeli saham dengan harga yang kecil-kecil aja. Selama tiga tahun menekuni investasi jangka panjang ini, dia bisa punya aset sampai dengan US$ 1 juta atau setara Rp 13 miliar.

5. Lo Kheng Hong

keuntungan investasi jangka panjang
Selain jago investasi, gaya hidup Long Kheng Hong pun sederhana (Okezone)

Nah, investor satu ini berasal dari Indonesia. Lo Kheng Hong bahkan disebut-sebut sebagai Warren Buffet-nya Indonesia.

Aset saham yang dimiliki oleh Lo Kheng Hong mencapai Rp 2,5 triliun di pasar modal. Padahal dulu semasa kecil, Lo Kheng Hong dikenal susah dan punya rumah seluas empat meter aja.

Awalnya, Lo Kheng Hong bekerja sebagai pegawai bank dan mencoba buat investasi saham. Tak dinyana, ketekunanannya buat memantau pergerakan saham membuahkan hasil.

[Baca: Ini 6 Orang Kaya Sederhana yang Kontras Banget Sama Fredrich Yunadi]

Nah, buat kamu yang pengin sukses dengan investasi, kamu bisa belajar dari contoh-contoh di atas. Poin penting yang perlu digarisbawahi adalah gimana mereka tekun buat menunggu keuntungan.

Investasi jangka panjang, sesuai namanya, tentu butuh waktu yang cukup lama buat membuahkan hasil. Jadi, sabar ya.