Saatnya Ganti Akun Bank Kalau Kamu Ngalamin 6 Tanda Ini

Semua bank punya niat baik membantu urusan finansial orang-orang. Tapi setiap orang punya kecocokan tersendiri dengan tiap-tiap akun bank.

Buat satu orang, bank A mungkin sangat bagus. Tapi gak demikian dengan orang lain, yang menganggap bank B lebih oke.

Makanya ada saja orang yang ganti bank dari yang satu ke yang lain. Penyebabnya ya itu tadi, merasa gak cocok dengan layanan yang diberikan bank.

Mungkin kamu sekarang sedang mempertimbangkan untuk ganti bank juga? Boleh-boleh saja. Gak ada aturan pemerintah yang melarang ganti bank.

Namun ada konsekuensi yang mengiringi. Di antaranya menutup rekening lama dan kembali antre untuk bikin rekening baru.

Bila kamu merasa perlu ganti akun bank, coba dilihat apakah tanda-tanda berikut ini ada yang nyantol:

1. ATM susah dicari atau sedikit

Mesin ATM adalah “nyawa” suatu rekening. Hanya pemilik tabungan rencana yang gak ambil pusing soal keberadaan mesin ATM.

Bila rekening tabunganmu reguler, berarti mesin ini amatlah penting. Karena itulah mesti dilihat tanda yang satu ini. Apakah mesin ATM bankmu susah dicari atau sedikit?

akun bank
Idealnya, di setiap ATM center ada ATM dari bankmu. Kalau gak, ehm…. silakan ambil keputusan (tribunnews)

Bayangkan bila butuh dana cash segera, tapi ternyata cari mesin ATM gak dapet-dapet. Untungnya saat ini satu bank dengan yang lain berlomba-lomba menyediakan mesin ATM, terutama di SPBU dan mal-mal.

2. ATM sering main tenis

Mesin ATM banyak tapi kalau sering main tenis ya sama juga bohong. Yang doyan main Kaskus pasti tahu arti “main tenis”. Bukan main raket dengan bola tenis ya, melainkan under maintenance alias dalam perbaikan.

Ada saja masalah yang terjadi sampai-sampai mesin ATM mangkrak gak terawat. Ada lho mesin ATM yang kayak gitu. Beruntunglah kamu kalau ATM dari bankmu gak seperti itu. Karena bila itu yang terjadi, kayaknya waktunya kamu ganti akun bank.

3. Gak digital friendly

akun bank
Gak ada gunanya punya digital banking tapi sering eror, ya gak? (pymnts)

Hari gini mau transaksi masih ke ATM atau teller? Pakai fitur digital banking dong, entah mobile banking, e-banking, ataupun Internet banking.

Ketika layanan digital dari bankmu masih gak sesuai dengan semangat zaman itu, buru-buru cari alternatif ganti bank deh. Beberapa bank menyediakan digital banking tapi sering error. Itu juga bisa jadi alasan kamu bikin rekening di bank lain yang lebih mumpuni.

[Baca: Ketahui 7 Jenis Tabungan Bank di Indonesia Ini Agar Tak Salah Pilih]

4. Minimum saldo gede

Tiap bulan tabungan udah dipotong biaya administrasi, eh masih ada saldo minimum yang gede. Sebagai nasabah, rugi dong walau itu udah jadi kebijakan.

Tenang. Sebagai nasabah, kita juga punya pilihan untuk pergi ke bank lain yang menetapkan minimum saldo lebih kecil atau bahkan bisa sampai nol rupiah.

Artinya, saldo rekening bisa ditarik habis. Gak perlu ada dana mengendap. Iya lah. Kan udah ada potongan administrasi per bulan. Setuju?

5. Gak populer

akun bank
Bank plecit, gak populer tapi masih saja ada yang pakai jasanya (blogspot)

Ada buanyak bank di Indonesia, dari yang kelas daerah, nasional, sampai internasional. Artinya, ada beberapa bank yang penggunanya cuma segelintir.

Ini bakal jadi masalah kalau kamu harus sering-sering transaksi, misalnya karena hobi belanja online. Sebab, bakal kena charge terus lantaran mesti transfer ke akun bank berbeda. Belum lagi transferan lama sampainya karena beda bank.

6. Kantor susah diakses

Kantor bank juga termasuk faktor penting dalam kepemilikan rekening. Idealnya, kantor bank itu dekat dengan rumah atau kantor dan pelayanannya luas.

Beberapa bank hanya punya satu-dua kantor cabang di suatu daerah. Belum lagi menerapkan kebijakan “harus di kantor cabang tempat buka tabungan”.

Misalnya mau mengurus kartu ATM yang hilang di luar daerah karena sedang dinas. Kalau disuruh balik dulu hanya buat ngurus kartu di kantor cabang tempat buka tabungan, ya repot plus tekor.

[Baca: Masih Susah Nabung? Jangan Putus Asa Dulu, Coba 5 Cara Punya Tabungan Ini]

Sejauh ini, gak ada aturan yang melarang seseorang punya rekening bank lebih dari satu. Jadi, ganti bank bukanlah satu-satunya solusi jika menemukan masalah di atas.

Mungkin bisa buka dua rekening, terutama jika rekening sebelumnya penting lantaran dipakai buat payroll gaji. Namun bila bisa ditinggalkan, bikin baru lagi aja. Pasti malas juga kalau disuruh bayar biaya administrasi buat lebih dari satu akun bank.

[Baca: Sudah Tahu Dong Cara Pakai Mesin ATM, Tapi Sudah Tahu Biaya-Biayanya?]