Saat Harus Berobat ke Luar Negeri, Ini yang Bisa Dilakukan untuk Dapat Dana Tambahan

Ada banyak alasan yang mendorong seseorang untuk berobat ke luar negeri. Mungkin karena fasilitas dan teknologinya yang dinilai lebih modern, pelayanannya yang top, dokter yang lebih berpengalaman, dan lain sebagainya.

Keputusan untuk berobat ke luar negeri sangat bisa dimaklumi, karena bagaimana pun kesehatan adalah yang utama. Jadi jalan apa pun pasti bakal ditempuh kalau itu bisa menjamin fisik kita kembali prima.

Percuma harta berlimpah, mobil berderet, kalau badan sakit-sakitan. Apa yang bisa dinikmati dari hidup ini kalau begitu?

Nah, beberapa negara yang kerap dituju WNI untuk berobat adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Pada 2016 saja, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyebutkan bahwa sedikitnya 150 warga Riau menjalani pengobatan di luar negeri setiap hari.

berobat ke luar negeri
Gak ada yang mau jatuh sakit. Tapi siapa yang bisa prediksi kapan bakal jatuh sakit. (operasi/Dana Farber)

Bayangkan, berobat untuk penyakit berat saja tentu sudah keluar biaya yang gak sedikit. Sebagai contoh, perkiraan biaya pengobatan paling ringan di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura bisa mencapai SGD 5 ribu atau setara dengan Rp 48 juta! Itu belum termasuk tiket pesawat dan biaya akomodasi lho.

Lantas bagaimana bila kamu dihadapkan pada kondisi seperti ini? Misalnya salah satu anggota keluarga terserang penyakit berat yang membutuhkan diagnosa di luar negeri. Namun sialnya kondisi finansialmu belum bisa dikatakan mencukupi. Nah lho.

Melihat anggota keluarga yang sedang jatuh sakit pasti bikin kita panik. Tapi jangan biarkan kepanikan ini mengambil alih logikamu untuk mengambil keputusan dengan tepat. Apalagi yang menyangkut urusan uang.

Kalau dana kurang untuk biaya berobat ke luar negeri, ini beberapa langkah yang bisa diambil untuk mendapatkan uang tambahan:

1. Menjual aset

Jual aset merupakan cara yang efektif untuk mendapat uang. Tapi kelemahannya adalah gak ada yang bisa memprediksi seberapa cepat kamu mendapat uang lewat cara ini.

Beberapa aset yang bisa dijual, antara lain adalah kendaraan roda dua atau empat. Bila kamu memiliki lebih dari satu mobil, tidak apa-apa menjual salah satunya untuk biaya berobat. Bisa juga menjual aset investasimu seperti logam mulia, atau mencairkan reksadana.

Namun sebaiknya jangan menjual aset yang berupa kebutuhan pokok, seperti rumah. Rumah memang bisa menghasilkan dana yang besar, namun jika rumah sudah dijual, lantas mau tinggal di mana?

2. Meminjam dana ke kerabat atau teman dekat

Cara yang satu ini boleh saja dilakukan asalkan orang yang kamu mintai pertolongan adalah orang terdekat dan kamu percaya.

berobat ke luar negeri
Asalkan hal ini adalah kebutuhan yang mendesak, gak apa-apa minjam sama teman tapi harus komit untuk mengembalikan uangnya (pinjam dana/the street)

Bila berhasil, maka jagalah hubungan baik dengannya dan lunasi utangmu tepat waktu. Tapi apabila gak berhasil, jangan maksa ya. Masih ada jalan lain kok buat dapet uang tambahan.

3. Manfaatkan produk keuangan dari bank

Jika kamu gagal mendapat pinjaman dana dalam jumlah besar dari orang terdekat, jangan kebingungan. Manfaatkan sejumlah produk keuangan dari bank ini sebagai tambahan sumber dana biaya perawatan:

1. Kredit tanpa agunan (KTA)

Pinjaman yang satu ini gak mengharuskanmu untuk menjaminkan aset pribadi, seperti kendaraan bermotor atau rumah. Tapi syarat utama yang harus dipenuhi dalam mengajukan KTA biasanya adalah memiliki kartu kredit.

Bila gak punya kartu kredit gimana? Tenang saja, masih ada KTA yang gak mensyaratkan kepemilikan kartu kredit kok, kayak KTA Hana Bank.

Produk KTA yang satu ini persyaratannya cukup mudah. Kalau gak punya kartu kredit, kamu masih bisa mengajukannya dengan melampirkan slip gaji. Bunganya pun sangat kecil, yakni cuma 0,95 persen per bulan.

Bunga kecil penting banget kalau mau pinjam KTA buat biaya pengobatan. Masa udah kena musibah yang mengharuskan perawatan ke rumah sakit, hidupmu masih dibebani dengan bayar cicilan berbunga tinggi? Jadi, tetap cerdas ya kalau mau pilih KTA!

2. Kredit dengan agunan

Daripada harus jual rumah, kamu bisa menjaminkan saja rumahmu untuk mendapatkan dana. Namun, pinjaman dengan agunan properti prosesnya memang terkenal memakan waktu. Sebab, ada proses survei dan appraisal untuk menentukan nilai rumahmu.

Meski demikian, kalau kamu butuh dana cepat, ajukan saja pinjaman dengan agunan ini ke BPR KMI. Proses pengajuan kreditnya tergolong sangat cepat, yaitu cuma tiga hari kerja. Dan plafon pinjamannya pun besar, mencapai Rp 2 miliar.

3. Kartu kredit

Jika memiliki kartu kredit dengan limit mencukupi, kamu bisa manfaatkannya sebagai salah satu sumber dana pengobatan. Tapi ada syaratnya nih.

Sebisa mungkin gunakan kartu kredit yang memiliki fitur unggulan untuk tujuan perawatan medis, seperti cicilan 0 persen atau potongan harga untuk rumah sakit tertentu. Kenapa? Tentu supaya bisa meringankan bebanmu dalam membayar cicilan ke depannya.

berobat ke luar negeri
Intinya, jangan sampai salah menjual aset ketika butuh dana untuk berobat (uang/parade)

Sebagai contoh, kalau kamu berobat di Singapura, kamu bisa memanfaatkan kartu kredit HSBC yang memberikan diskon 10 persen di Rumah Sakit Raffles Singapura.

Selain transaksi rumah sakit, kartu kredit ini juga bisa memberimu diskon spesial untuk pemesanan tiket pesawat lewat Traveloka. Tak hanya itu, kamu pun bisa dapat dua tiket gratis PP Jakarta-Singapura jika mengajukan kartu kredit ini.

Ditimpa musibah, seperti jatuh sakit, pasti gak ada yang mau. Tapi ketika mengalami hal ini, jangan langsung panik dan hilang akal. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya kok.

Meskipun hasilnya cuma Tuhan yang menentukan, kita tetap harus berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik dong. Termasuk dalam urusan dana pengobatan dan perawatan.

Kalau emang mau memanfaatkan pinjaman bank atau kartu kredit buat nutup biaya pengobatan, sah-sah aja. Tapi selalu ingat untuk mempertimbangkan kemampuan finansial. Harus sanggup melunasi sampai jatuh tempo tiba ya!

BPR KMI

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kesehatan itu Investasi. Ini Akibatnya Kalau Ogah Medical Check Up]

[Baca: Saat Dibutuhkan, Bayar Tagihan Rumah Sakit dengan 4 Kartu Kredit Ini]

[Baca: Belajar dari Kisah Julia Perez, Yuk Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear. Berapa sih Biaya yang Dibutuhkan?]