Saat Gaji Gak Pernah Tepat Waktu, Apa yang Harus Dilakukan?

Tika tampak gak bersemangat hari ini, seharian kerjanya hanya duduk di depan layar televisi. Padahal ini hari Sabtu, saatnya hangout atau melakukan aktivitas yang menyenangkan diri sendiri setelah kerja selama lima hari penuh..

Tak lama kemudian ponselnya berdering, “Tika, kamu ikut ke tempat biasa kan nanti sore? Anak-anak dateng semua tuh!” ujar suara di seberang penuh semangat.

“Hmmm…gak tahu deh Sar. Bokek nih aku, belum gajian huhuhu,” jawab Tika dengan mimik muka sedih.

Perusahaan Tika memang bukan perusahaan besar, namun bisnisnya terbilang cukup lancar dan gak ada masalah keuangan. Hanya saja kebetulan kantor pusatnya berada di luar negeri. Soal gaji yang sering tak tepat waktu sudah terjadi berulang kali dan jadi kebiasaan.

Mungkin semua karyawan pernah mengalaminya ya. Emang sih rasanya bete kalau hak yang seharusnya diterima setelah melakukan kewajiban mengalami penundaan. Pasti ujung-ujungnya berpengaruh sama pengaturan keuangan kita kan.

Jangan sedih dan galau berkepanjangan dong, ini yang harus dilakukan:

1. Komunikasikan dengan manajemen pusat

gaji gak pernah tepat waktu
Kalau ada masalah ya bicaranya yang tenang dan baik-baik ya (Diskusi / glamour)

Sebagai karyawan yang telah menjalankan kewajiban setiap bulannya dengan baik, jangan takut untuk mengkomunikasikan setiap masalah terkait pekerjaan. Apalagi ini masalah gaji, soal hak kita.  

Coba minta HRD untuk menginformasikan ke kantor pusat atau pimpinan terkait peraturan pembayaran gaji di Indonesia, yaitu Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Mungkin saja mereka kurang aware dengan peraturan ini. Komunikasikan dengan pihak terkait bahwa kalau gaji telat idealnya ada kompensasi. Dan hal ini diatur di dalam regulasi lho, jadi gak boleh dipandang sebelah mata.

2. Alokasikan pembayaran utang atau kewajiban bulan ini dari gaji bulan sebelumnya

Nah, kalau semisal perusahaan kurang bisa diandalkan dan belum juga ada kepastian, sekarang kembali lagi ke diri sendiri. Siapkan antisipasi saja daripada setiap bulan kebingungan membayar kewajiban utang misalnya.

Kan sudah paham nih kalau ternyata gaji datengnya gak tentu, jadi kamu harus selalu menyisihkan gaji di bulan sebelumnya untuk bayar utang yang jatuh tempo di akhir bulan. Jadi pembayaran utang juga gak telat dan gak kena denda. Paling gak kewajiban utama diamankan dulu.

3. Reschedule jadwal pembayaran tagihan

Yang namanya tagihan rutin setiap bulan tuh gak mau tahu ya soal gajian yang telat datang. Saat kita telat membayar tagihan, ya pasti ada denda bahkan pemutusan jasa. Misalnya koneksi telepon rumah dan tv berbayar, saat terlambat bayar ya gak akan bisa digunakan sampai tagihan bulan itu dilunasi. Kalau listrik mungkin hanya akan mendapat peringatan, lain halnya kalau sudah telat bayar 3 bulan baru disegel alias diputus saluran listriknya.

gaji gak pernah tepat waktu
Aduh mas, jangan diputus dulu ya, tunggu besok gajian hehehe (Pemutusan Listrik / riausky)

Untuk itu coba reschedule tanggal jatuh tempo tagihan-tagihan rutin yang bisa dinego. Misalnya asuransi atau kredit kendaraan. Kalau biasanya akhir bulan, bisa minta geser jatuh temponya jadi awal atau pertengahan bulan. Jadi kita bisa sedikit lebih tenang dan gak dibebani banyak denda akibat gaji telat.

4. Mulailah rutin menyediakan dana darurat

Saat-saat seperti inilah yang namanya dana darurat bisa jadi penyelamat kita. Biasakan deh untuk memaksakan alokasi buat dana darurat setiap bulan dari gaji. Namanya saja darurat, kita gak pernah tahu kapan dibutuhkan.

Dana darurat itu harus ada walaupun gaji tepat waktu sekalipun. Nah, kalau gaji suka telat, keberadaan dana darurat menjadi semakin vital buat menyokong keuangan kamu tiap bulan. Jadi gak ada alasan lagi buat menunda keberadaan si dana darurat setiap bulan ya. Sedia payung sebelum hujan dong!

5. Berpikir untuk cari kerjaan baru

Ini sih bukan bermaksud jadi provokator atau ngomporin ya. Tapi ini bisa dijadikan solusi terakhir saat sudah mentok dan gak ada solusi.

Kalau memang kondisi pembayaran gaji yang gak tepat waktu terus terjadi dan lambat laun membebani keuanganmu, mungkin saatnya untuk mulai cari pekerjaan lain. Jangan takut, rezeki pasti selalu ada kalau dicari kok.

gaji gak pernah tepat waktu
Rezeki akan selalu ada buat yang mau berusaha (Lowongan Kerja / tribunnews)

Gak ada perusahaan yang sempurna ya, masing-masing pasti ada enak dan gak enaknya. Saat terjadi masalah seperti keterlambatan gaji yang menjadi kebiasaan, ada baiknya kamu meminta penjelasan.

Intinya sih selama kita memiliki dasar hukum yang kuat, jangan pernah takut memperjuangkan apa yang menjadi hak kita. Toh kewajiban sudah dilaksanakan, sudah sewajarnya dong kalau kita menuntut hak.

Tapi ingat ya, lakukan semua dengan prosedur yang baik dan tepat, sehingga bisa memperoleh solusi yang sama-sama menguntungkan. Gak mau adu otot dengan pihak perusahaan dong? Hidup udah susah, jangan ditambah lagi dengan berantem sama perusahaan ya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mulai Sekarang Berani Bilang Tidak Pada Gaji Kecil]

[Baca: Kerja Sudah Lama Tapi Gaji Gak Naik-Naik Jangan-Jangan Itu Salahmu Sendiri]

[Baca: Punya Gaji UMR Gini Caranya Ngatur Duit Biar Bisa Nabung dan Investasi]