Saat Cari Rumah Lebih Susah dari Cari Jodoh, Coba 7 Tips Ini

Bagi kamu yang masih lajang maupun pengantin baru, cari rumah bisa jadi sebuah tantangan. Bahkan bisa sama rumitnya seperti cari pasangan hidup. Wajar aja, sebagai kebutuhan utama, memilih rumah gak boleh sembarangan.

Cari rumah bukan cuma soal mencari yang termurah, tapi juga sederet kriteria lain yang perlu terpenuhi. Oleh sebab itu, mendapatkan rumah sesuai harapan emang susah-susah gampang.

Buat kamu yang suka kehidupan bertetangga, memilih rumah di area perumahan bisa jadi pilihannya. Saat ini telah banyak pengembang yang menawarkan perumahan dengan beragam harga dan fasilitas.

Nah, biar gak salah pilih dan ujung-ujungnya nyesal, nih tujuh cara cerdas cari rumah idaman.

1. Tetapkan bujet

cari rumah
(Image: moneycrashes)

Sebelum mencari, tetapkan dulu maksimum bujet yang ingin dikeluarkan untuk rumah. Umumnya alokasi cicilan rumah sebesar 30 persen. Dengan aturan tersebut, hitunglah berapa besar uang cicilan yang mampu kamu bayarkan tiap bulannya.

Selain itu, jangan lupakan uang muka. Jika membeli secara mencicil, baiknya kamu telah memiliki 20-30 persen dari total biaya untuk uang muka. Setelah mengetahui besaran bujet ini, baru deh menuju ke tahap selanjutnya.

2.  Lakukan survei

cari rumah
(Image: whathouse)

Jangan segan-segan mengumpulkan berbagai brosur promosi perumahan. Hal ini bisa jadi tambahan informasi yang bermanfaat. Selain itu, strategi yang gak kalah penting adalah lakukan survei.

Pada tahap ini, kamu langsung mengunjungi satu per satu daftar rumah yang telah kamu incar.

Nah saat melakukan survei, ini hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Sebaiknya pilih rumah yang menghadap sinar matahari pagi agar rumah gak lembab dan tidak panas saat malam.
  • Pilih rumah yang memiliki fasilitas keamanan standar, seperti satpam yang berjaga 24 jam dan CCTV.
  • Perhatikan status rumah, sudah siap huni atau inden. Pilih sesuai kebutuhanmu.
  • Cek dengan teliti detail harga yang diberikan. Tanyakan apakah harga sudah termasuk PPN 10 persen, biaya Akta Jual Beli (AJB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan (BPHTB), serta biaya-biaya terkait kredit pemilikan rumah (provisi, notaris, administrasi, asuransi jiwa). Jangan segan untuk meminta diskon atau promo harga ya.
  • Garansi kerusakan umumnya diberikan tiga bulan usai serah terima rumah. Pastikan apakah rumah yang kamu incar menawarkan garansi ini atau gak.

3. Pahami Legalitas

cari rumah
(Image: anglingkemenangan)

Sebelum mencari dan membeli rumah, pahami soal Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

SHM merupakan sertifikasi kepemilikan penuh atas lahan atau tanah. Sementara SHGB adalah sertifikat sebagai izin mendirikan bangunan dalam kurun waktu tertentu. Kedua sertifikat ini wajib ada dan kamu miliki saat kamu membeli rumah.

4. Pertimbangkan lokasi

cari rumah
(Image: megadeveloperindonesia)

Lokasi meliputi jarak dengan tempat kerja, kemudahan akses transportasi seperti KRL atau transjakarta, akses jalan utama, hingga potensi rawan banjir atau tidak.

Pada ruas jalan menuju rumah, cek apakah cukup luas untuk dilalui kendaraan dan bebas dari lubang. Jika area perumahan sedang mengalami pembangunan, cari tahu prospek perkembangan infrastruktur yang mungkin terjadi.

5. Reputasi pengembang

cari rumah
(Image: economy.okezone)

Penting sekali memilih pengembang yang benar karena semua urusan yang berkaitan dengan hukum dilakukan bersama perusahaan pengembang. Biar terhindar dari pengembang nakal, cek kredibilitas dan rekam jejak pengembang.

Untuk mengecek reputasi pengembang, kamu bisa melihat dari media digital maupun media massa terkait kasus-kasus perumahan. Kamu juga bisa menghubungi Yayasan Lembaga Konsumen dan Lembaga Advokasi Konsumen Properti Indonesia.

Amannya, pilih pengembang yang telah bekerja sama dengan bank. Bank biasanya telah melakukan evaluasi pengembang, mulai dari sertifikat dan fasilitas-fasilitas yang disediakan sebelum menjalin kerja sama.

6. Ambil rumah di waktu launching

cari rumah
(Image: peluangproperti)

Membeli properti saat launching lebih menguntungkan. Selain harga yang ditawarkan jadi lebih murah, pengembang juga kerap memberi berbagai diskon saat peluncuran.

Jarak antara launching dan rumah siap ditempati biasanya memakan waktu enam hingga delapan bulan. Setelah rumah siap dihuni, harga rumah bisa naik dari 10 hingga 15 persen.

Meski begitu, membeli saat launching juga ada risikonya. Misalnya, proyek kurang laku sehingga pembangunan terhambat atau spesifikasi tidak sesuai rencana. Untuk menghindarkan kemungkinan buruk ini, sekali lagi pilihlah pengembang dengan reputasi yang baik.

7. Seimbangkan keinginan dan kebutuhan

Rumah yang kamu incar mungkin memiliki beragam fasilitas yang menarik. Tapi, cek dulu apakah kriteria yang kamu butuhkan juga dimiliki hunian tersebut. Misalnya, rumah yang memiliki taman besar memang tampak nyaman, tapi jika akses transportasinya sulit bisa-bisa membebanimu ke depannya.

Sebaiknya, pikirkan bagaimana rutinitasmu tetap berjalan saat di rumah barumu tersebut sudah ditempati. Apakah akan terhambat atau justru jadi lebih mudah?

Konon katanya, cari rumah kayak nyari jodoh. Bukan cuma pakai logika, kadang kamu juga perlu mendengar intuisi. Selain itu, gak ada salahnya meminta masukan dari orangtua sebagai pihak yang lebih berpengalaman. Siapa tahu mereka melihat detil yang terlewat oleh kita. Selamat mencari!