Rupiah Melemah, Ini 4 Tips Agar Bisnis Kamu Selamat

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar memberikan dampak negatif terhadap perkembangan bisnis di Indonesia.

Menyiasati fenomena tersebut, para pengusaha harus memutar otak agar bisnisnya tidak merugi atau gulung tikar.

“Kami akan tingkatkan ekspor (penjualan produk ke luar negeri). Dengan adanya kenaikan nilai tukar US Dolar tentu kami akan diuntungkan,” ungkap Ngasidjo Achmad, Direktur Utama PT HK Metals Utama Tbk, di Bursa Efek Indonesia, hari ini.

Meski belum tahu gejolak ini sampai kapan, sebagai pengusaha dalam negeri kita harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

MoneySmart.id berhasil merangkum beberapa upaya efektif yang bisa kamu tiru, demi mempertahankan kinerja positif perusahaan ditengah gejolak

  1. Kurangi Bahan Baku Impor 

Apabila bisnis kamu banyak menggunakan bahan baku impor sebagai komponen utamanya, mulai saat ini sebaiknya kamu kurangi. Coba cari substitusi yang setara dari dalam negeri tanpa harus mengurangi kualitas produk. Niscaya kamu akan dapat menekan harga produksi secara signifikan.

2. Tingkatkan Ekspor

Jika kamu ingin mendapatkan keuntungan lebih ditengah keterpurukan nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar, maka perbanyaklah ekspor. Dengan menjual barang ke luar negeri yang mayoritas pembayarannya dalam bentuk US Dolar pastinya akan menguntungkan keuangan perusahaan.

3. Stop Gunakan Dollar AS

Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah stop penggunaan US Dolar untuk pembelian barang atau keperluan perusahaan. Kamu bisa beralih menggunakan mata uang negara lain yang lebih menguntungkan secara nilai tukar, ketika bertransaksi. Atau jika tidak bisa diganti sepenuhnya, upayakan menggunakan US Dolar seminimum mungkin untuk keperluan yang mendesak atau urgent saja.

4. Manfaatkan Pendanaan Dalam Negeri

Bagi kamu yang butuh modal usaha, jangan cari pinjaman dalam bentuk US Dolar. Selain akan merugikan secara nilai tukar, tentu juga akan membebani secara bunganya. Untuk itu sebaiknya kamu mencari pendanaan dalam bentuk Rupiah. Bahkan bagi kamu yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Pemerintah kini sudah punya kredit usaha rakyat (KUR). Kamu bisa memanfaatkan fasilitas kredit ini dengan bunga dan persyaratan yang lebih ringan.

Indonesia Masih Potensial

usaha yang menjanjikan
Bisnis berkembang (flickr)

Walaupun nilai tukar Rupiah melemah terhadap US Dolar, namun potensi bisnis di Indonesia masih sangat besar. Hal ini ditandai dengan besarnya jumlah penduduk usia produktif di dalam negeri.

Menurut kelompok umur, populasi penduduk yang masuk kategori usia produktif (14-64 tahun) 179,13 juta jiwa (67,6%). 

Adapun rasio angka ketergantungan (usia produktif terhadap usia nonproduktif) sebesar 47,9%, lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 48,1% dan juga turun dari posisi 2010 yang mencapai 50,5%.

Itu tandanya, tingkat konsumsi nasional masih akan besar. Tak heran jika banyak perusahaan-perusahaan besar skala dunia menargetkan Indonesia sebagai pangsa pasarnya.