Rumah Pondok Indah Terkenal Mahal? Ini 6 Penyebabnya

Rumah Pondok Indah adalah salah satu kawasan rumah paling elit yang ada di Jakarta. Kawasan perumahan ini dikenal dengan konsep yang megah dengan nuansa tenang pula. Gak heran kalau kawasan ini terkenal mahal.

Contohnya aja, rumah Setya Novanto yang sempat santer diberitakan lewat laman Detik. Salah satu rumahnya yang berada di kawasan Pondok Indah ditaksir seharga Rp 81 miliar.

Harga tersebut belum seberapa kalau dibandingin dengan listing rumah Pondok Indah lainnya di Rumah123. Dari situs listing harga rumah tersebut, ada rumah di kawasan tersebut yang dibanderol dengan harga mencapai Rp 74 triliun! Emang sih letak rumah tersebut strategis banget karena berada di pinggir jalan utama Pondok Indah.

Yang unik adalah meski rumah di kawasan Pondok Indah terkenal mahal, tapi tetap aja kawasan tersebut masih laku hingga kini. Bahkan, bisa dibilang, kawasan elit satu ini legendaris banget karena udah melalui masa ke masa.

Penasaran kenapa harga rumah Pondok Indah bisa semahal sekarang ini? Seenggaknya ada enam faktor penyebabnya, yakni sebagai berikut.

1. Lokasi strategis

Rumah pondok indah
Strategis mau kemana aja (okezone)

Gak dipungkiri kawasan Pondok Indah cukup strategis. Sejak era Gubernur Sutiyoso, kawasan tersebut udah jadi akses ke berbagai wilayah lain.

Oleh sebab itu, gak heran yang tinggal di sana kebanyakan pebisnis dan pengusaha. Itu karena kawasan tersebut emang cukup mudah buat dicapai dan mencapai kemana aja.

2. Dekat dengan pusat bisnis

Dulunya kawasan Pondok Indah emang mengusung konsep perumahan. Namun, seiring waktu berbagai pusat bisnis didirikan di daerah ini.

Salah satunya adalah Pondok Indah Office Tower yang banyak disewa oleh perusahaan-perusahaan. Kawasan Kemang yang semakin padat bikin banyak pengusaha melirik kawasan Pondok Indah sebagai lokasi kantor mereka.

Udah gitu, di daerah Pondok Indah pun terdapat Pondok Indah Mall yang emang hits banget deh buat anak gaul Jakarta. Bisa dibilang, ini salah satu mall tujuan nongkrong buat mereka yang berada di selatan Jakarta.

3. Faktor privasi dan kenyamanan

Yang pasti sejak awal pembangunan, PT Metropolitan Kentjana (Grup Ciputra) selaku developer perumahan tersebut emang mengusung aspek privasi dan lingkungan yang tenang.

Faktor tersebutlah yang melambungkan harga rumah di kawasan Pondok Indah. Makanya gak heran, sejak pembangunan tahun 1970-an hingga kini, harga rumah di sana makin mahal karena kebanyakan orang emang “merindukan” ketenangan di Jakarta yang emang langka.

4. Alasan prestise

rumah di pondok indah
Bangunannya ajib banget! (waa2)

Bangunan rumah di kawasan Pondok Indah terkenal dengan desain-desainnya yang mewah banget. Pilar-pilar gede dengan desain artistik tentu menambah harga bangunan tersebut.

Dengan bangunan yang semakin mewah itu pula, orang-orang pun jadi makin tertarik. Plus, ditambah pula dengan image rumah Pondok Indah yang bikin orang bangga tinggal di sana.

Gimana gak, kamu bakal disebut sebagai orang kaya kalau udah punya rumah salah satu kawasan elit Jakarta yang salah satunya adalah Pondok Indah. Yang tinggal di kawasan Pondok Indah ini pun rata-rata emang orang penting. Contoh, artis, pejabat, politikus, pensiunan Polri, dan para pebisnis.

5. Rumah bisa dimonetasi

perumahan elite di pondok indah
Dijadiin lokasi syuting (function-house)

Jika biasanya rumah cuma buat disewakan pada orang lain buat tempat tinggal maka rumah-rumah di Pondok Indah lebih dari itu.

Kamu bisa memonetisasi rumah di kawasan ini buat keperluan lain. Contoh, konsep mewah rumah ini cocok buat syuting film atau sinetron. Gak disangkal banyak juga tawaran dari rumah produksi yang emang butuh rumah-rumah di kawasan Pondok Indah buat keperluan syuting mereka.

Contoh, dilansir dari Detik, rumah Setya Novanto yang berada di Pondok Indah sering dijadikan lokasi syuting tahun 2015 lalu, lho.

6. Banyaknya permintaan merusak harga pasar

Ini alasan yang paling sering terjadi. Para spekulan yang menawarkan rumah di kawasan ini sering kali coba-coba buka harga jauh di atas sebenarnya.

Contoh, harga rumah tersebut sebenarnya adalah Rp 5,5 miliar namun dia buka dengan harga Rp 6,5 miliar. Eh, sama si calon pembeli malah diiyain. Sayangnya, kebanyakan pembeli tersebut berasal dari luar kota atau emang ngebet banget punya rumah di sana.

Hal ini tentu bikin gejolak harga dong? Pemilik rumah atau perantara lainnya pun ikut-ikutan buat naikin harga. Dengan gitu, harga di kawasan tersebut pun akhirnya gak jauh beda.

Emang sih perlu diakui bahwa rumah-rumah di Pondok Indah banyak yang nyari tapi yang jual dikit. Permintaan yang tinggi namun stoknya dikit tersebutlah akhirnya bikin rusak harga pasaran.

Sekarang udah tahu kan kenapa rumah-rumah Pondok Indah terkenal mahal? Kawasan legendaris ini emang gak bakal ada matinya deh.

Tertarik buat punya satu rumah di sini?