Resmi Berdiri, Bos Investree Pimpin Asosiasi Fintech P2P Indonesia

Perkumpulan pelaku usaha Financial Technology (Fintech) peer to peer (P2P) lending yakni Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) telah diresmikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Peresmian tersebut juga dibarengi dengan pemilihan jajaran pengurus AFPI masa bakti 2019-2021. Pada periode ini Adrian Gunadi yang juga CEO Investree terpilih menjadi pucuk pimpinan AFPI pada periode tersebut.

Dalam sambutannya, Adrian Gunadi mengucapkan terima kasih kepada OJK yang telah mendengarkan segala kebutuhan industri fintech di Indonesia. Selain itu juga menjalankan fungsi pengawasan dan pengaturan kepada anggota AFPI.

“Diharapkan dengan keberadaan asosiasi, industri Fintech P2P Lending dapat bertumbuh kuat dan sehat serta bermanfaat. Utamanya bagi kalangan yang belum terlayani oleh lembaga keuangan konvensional,” ujar Adrian di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Adrian menuturkan, kebutuhan akan pembiayaan setiap tahunnya terus mengalami pertumbuhan. Dengan ini pihaknya siap menjalankan program inklusi keuangan melalui industri fintech di Indonesia.

“AFPI hadir untuk turut mendukung program pemerintah meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Pemanfaatan Fintech P2P Lending diharapkan dapat mengisi kebutuhan kredit masyarakat khususnya UMKM,” kata Adrian.

Kehadiran AFPI juga menjadi mitra strategis antara OJK dan AFPI berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 Bab XII Pasal 48. Seluruh penyelenggara Fintech P2P Lending di Indonesia wajib mendaftarkan diri sebagai anggota AFPI.

Peluncuran Pusat Informasi dan Aduan

Sementara itu, AFPI juga meluncurkan Jendela yang merupakan sarana informasi dan pengaduan untuk nasabah fintech yang menjadi anggota AFPI.

Bagi nasabah yang ingin melakukan pengaduan atau ingin mengakses informasi secara lengkap bisa menghubungi customer service melalui saluran telepon 150505. Konsumen akan dilayani pada hari kerja Senin-Jumat dan jam kerja 08.00-17.00 WIB.

Kemudian, masyarakat bisa juga menghubungi melalui email [email protected] atau melalui website www.afpi.or.id.

Adrian menegaskan, segala proses aduan dari masyarakat akan diterima oleh AFPI dan akan ditindaklanjuti paling lambat tiga hari kerja. jika aduan konsumen pelanggaran berat maka akan proses akan dilimpahkan kepada Komite Etik AFPI.

“Prosesnya akan berjalan. Hukuman terberatnya ya tergantung kasusnya. Tapi kalau sesuai aturan berlaku di asosiasi maka dia bisa dikeluarkan dari asosiasi,” jelas Adrian.

Sementara itu, berdasarkan data OJK, hingga akhir Januari 2019, penyaluran pinjaman Fintech P2P Lending mencapai Rp 25,59 triliun. Dari 99 penyedia layanan telah terdaftar yang bergerak di bidang produktif, multiguna konsumtif dan syariah.

Kemudian, dari sisi lender, mencapai 267.496 entitas yang memberikan pinjaman kepada lebih dari 5 juta masyarakat dengan lebih dari 17 juta transaksi.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah