Registrasi SIM Card Bikin Urusan Keuangan Lancar, Ini Alasannya

Masa registrasi SIM card segera habis. Sisa waktu harus dimanfaatkan kalau gak mau terkena sanksi pemblokiran.

Registrasi SIM card dipandang berguna demi keamanan nasional. Diharapkan kejahatan teror bisa diantisipasi dengan registrasi ini.

Gak cuma itu, registrasi SIM card juga berguna buat kelancaran keuangan lho. Berikut ini penjelasannya:

1. Gak harus beli nomor lagi

registrasi sim card
Daripada beli nomor baru nanti mesti ngasih tahu banyak orang (Jawapos)

Sanksi registrasi SIM card dijalankan bertahap. Pertama blokir telepon dan SMS keluar. Lalu ditambah blokir telepon dan SMS masuk. Terakhir, blokir data Internet.

Kalau sudah terblokir semua hingga nomor hangus, kita mesti beli nomor lagi. Betul, harga SIM card perdana gak sampai Rp 5.000. Tapi itu yang nomornya jelek. Gimana kalau mau ganti nomor lama yang cantik.

Harus rogoh kantong lebih dalam kalau mau nomor cantik, bisa sampai ratusan ribu rupiah. Daripada buat beli nomor baru, mending duit itu ditabung, buat nikah misalnya. Atau buat modal cari calon kalau belum punya pacar.

2. Gak keluar ongkos buat ngurus ke gerai

Saat nomor sudah diblokir, masih ada kemungkinan membukanya lagi dengan melakukan registrasi. Tapi registrasi susulan hanya bisa dilakukan di gerai seluler resmi.

Artinya, mesti luangin waktu dan nyediain doku buat datang ke gerai. Bila lokasi gerai dekat dengan rumah, mungkin bakal lebih gampang. Tapi kalau jauh?

Harus mau repot demi menghidupkan kembali nomor itu. Belum kalau di jalan terjadi apa-apa, misalnya ban bocor atau apesnya terlibat kecelakaan. Bakal rogoh kantong lebih dalam lagi.

3. Gak kehilangan klien

registrasi sim card
Gak nyesel kehilangan klien yang udah kamu dapat? (Liputan 6)

Ini khusus buat pengusaha atau pekerja yang bergantung pada klien dalam mencari nafkah. Kalau nomor diblokir padahal udah kecatet di mana-mana, gak kebayang gimana dampaknya.

Bakal susah menjalin komunikasi dengan klien. Dan, parahnya, bisa-bisa malah kehilangan klien.

Misalnya kamu kerja jadi account executive dan punya janji dengan klien potensial. Eh, nomor kena blokir karena gak registrasi. Akhirnya janji ketemuan batal karena susah komunikasi.

Atau kamu punya usaha supplier daging ayam. Saat nomor diblokir, otomatis kamu mesti ngumpulin lagi satu per satu warung atau restoran yang kamu suplai. Kalau telat sedikit saja, bisa saja mereka beralih ke supplier lain.

[Baca: Ini Nih 6 E-Commerce Indonesia Buat Bayar Kebutuhan Rumah Tangga]

4. Bisnis online jalan terus

Saat ini marketplace membutuhkan nomor ponsel untuk registrasi dan verifikasi. Kalau kamu punya bisnis online, nomor ponsel yang aktif adalah salah satu syarat agar usaha bisa jalan terus.

Adanya nomor ini juga bakal membuat tokomu lebih tepercaya. Di bagian info seller bisa ditambahkan nomor ini buat tanya-jawab atau komplain atas suatu hal.

Pembeli bakal lebih merasa yakin buat beli karena ada jalur komunikasi yang mudah. Siapa tahu ada yang mau beli langsung dalam jumlah besar dan menghubungi nomor itu. Bisa sih pakai nomor telepon rumah. Tapi apa kamu bakal tiap hari ada di rumah?

5. Bisa ambil kredit

registrasi sim card
Hayo sim card kamu keblokir ya? (Kompas)

Kalau gak punya nomor seluler lantaran diblokir, jangan terlalu berharap bakal dapet pinjaman atau kredit. Kebanyakan pemberi kredit, terutama bank, membutuhkan nomor buat verifikasi permohonan.

Jangan salah, kredit alias utang bukanlah hal negatif. Kadang kredit dibutuhkan dalam kondisi tertentu, misalnya saat beli rumah atau kendaraan dan gak punya duit cash.

Demikian juga buat usaha. Ada risiko peluang memperkuat usaha hilang gara-gara gak punya duit untuk menambah modal.

[Baca: Pinjaman Tanpa Agunan BRI Pasti Disetujui Kalau Kamu Penuhi Syarat Ini]

Memang, masih banyak kabar data konsumen yang bocor, bahkan dipakai buat pemilu. Tapi ada alasan bagaimana data itu bisa bocor, bukan ujuk-ujuk salah pemerintah. Kalau data bocor buat pemilu, gak perlu dibahas lama-lama lagi. Itu sudah dipastikan hoax alias kabar bohong oleh pemerintah dan DPR.

Beda dengan ancaman kebocoran data. Namun tentunya pemerintah gak bakal dengan sengaja membocorkan data pribadi warganya. Bisa-bisa muncul gerakan besar yang menyuarakan ketidakpercayaan di jalan-jalan. Toh, saat ini masih tenang saja.

Protes soal data bocor cuma ramai di media sosial. Itu pun banyak pemrotes yang gak pakai gambar profil sesuai dengan standar, misalnya pakai karikatur atau foto orang terkenal.

Sebenarnya sah-sah saja kita khawatir data pribadi bakal bocor. Terlebih sudah ada kasus penggunaan satu nomor induk kependudukan hingga puluhan kali. Namun masalah itu dinilai sebagai penyalahgunaan data oleh orang lain saja, bukan kebocoran data.

Kalau data bocor, berarti data itu sudah berhasil diregistrasi. Tapi yang terjadi di atas kan bukan begitu. Data gak bisa diregister karena sudah digunakan puluhan kali sebelumnya. Itu berarti ada orang luar yang tahu data pribadi itu dan menyalahgunakannya buat register.

Penyalahgunaan seperti itu bisa diantisipasi dengan berhati-hati dalam memberikan data, dalam hal ini NIK KTP dan KK. Misalnya gak sembarang upload gambar KTP dan KK ke Internet. Bisa-bisa malah ada yang cari pinjaman online pakai datamu itu, terus kamu yang disuruh bayar cicilan.

[Baca: Pinjam Uang 10 Juta ke Bank Nyatanya Lebih Gampang, Coba 5 Langkah Ini]

Cara registrasi sim card

Sudah registrasi ulang belum SIM card kamu? Kalau belum, di bawah ini cara registrasi SIM card Indosat, Telkomsel, Smartfren, XL, dan Tri:

– Indosat Ooredoo:

Pengguna baru: kirim SMS ke 4444 dengan format 16 digit NIK#16 digit nomor KK

Pengguna lama: kirim SMS ke 4444 dengan format ULANG#16 digit NIK#16 digit nomor KK#

– Smartfren:

Pengguna baru: kirim SMS ke 4444 dengan format 16 digit NIK#16 digit nomor KK

Pengguna lama: kirim SMS ke 4444 dengan format ULANG#16 digit NIK#16 digit nomor KK#

– Telkomsel:

Pengguna baru: kirim SMS ke 4444 dengan format REG16 digit NIK#16 digit nomor KK#

Pengguna lama: kirim SMS ke 4444 ULANG16 digit NIK#16 digit nomor KK#

– Tri (3):

Pengguna baru: kirim SMS ke 4444 dengan format 16 digit NIK#16 digit nomor KK

Pengguna lama: kirim SMS ke 4444 dengan format ULANG#16 digit NIK#16 digit nomor KK#

– XL:

Pengguna baru: kirim SMS ke 4444 dengan format DAFTAR#16 digit NIK#16 digit nomor KK

Pengguna lama: kirim SMS ke 4444 dengan format ULANG#16 digit NIK#16 digit nomor KK