Rawat Inap Pakai BPJS Kesehatan? Ini Fasilitas Sesuai Kelasnya

BPJS Kesehatan merupakan salah satu program pemerintah yang dapat membantu masyarakat buat bisa berobat gratis.

Gratis di sini bukan berarti kamu sama sekali gak mengeluarkan uang ya. Pasalnya, setiap bulannya kamu tetap diharuskan membayar iuran yang jumlahnya disesuaikan dengan tipe kelasnya.

Iuran atau premi BPJS Kesehatan yang harus dibayarkan setiap bulan juga terbilang murah dan masih terjangkau.

Biasanya buat para pekerja, iuran bakal ditanggung oleh perusahaan. Sedangkan buat veteran dan fakir miskin secara penuh ditanggung pemerintah.

Ibaratnya ya semacam subsidi silang gitu deh.

bpjs kesehatan
kartu bpjs kesehatan (pepnews)

Menurut situs resmi BPJS Kesehatan, ada tiga kelas dengan biaya iuran yang berbeda setiap bulannya, yaitu:

  • Kelas III, biaya iuran per bulan sebesar Rp 25,5 ribu.
  • Kelas II, biaya iuran per bulan sebesar Rp 51 ribu.
  • Kelas I, biaya iuran per bulan sebesar Rp 80 ribu.

Pembayarannya sendiri harus dilakukan secara rutin setiap bulan dan paling lambat setiap tanggal 10. Jika kamu telat membayar, maka bakal dikenakan denda sebesar dua persen dari total iuran.

Kamu gak perlu repot mengantre di kantor BPJS Kesehatan buat melakukan pembayaran. Pasalnya, kamu bisa membayar iurannya melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Sayangnya, hingga kini cuma bank-bank tertentu aja yang telah bekerja sama dengan pihak BPJS buat bisa melakukan pembayaran iuran via ATM. Bank yang dimaksud adalah BRI, BNI, BTN, Mandiri, dan BCA.

Langkah-langkahnya juga terbilang mudah. Contohnya kalau lewat BRI:

  • Masukan kartu ATM.
  • Pilih Bahasa dan masukan PIN ATM kamu.
  • Pilih menu “TRANSAKSI TUNAI” atau “PAKET TUNAI”.
  • Pilih menu “TRANSAKSI LAINNYA”.
  • Pilih menu “PEMBAYARAN”.
  • Pilih menu “BPJS KESEHATAN”.
  • Masukan kode 88888 dan tambahkan 11 digit angka kartu BPJS Kesehatan kamu dan tekan “BENAR”.
  • Setelah itu bakal muncul nama serta jumlah yang harus kamu bayar.
  • Masukkan jumlah nominal yang bakal dibayar, lalu tekan “BENAR”.
  • Kemudian bakal muncul konfirmasi pembayaran, tekan angka 1 dan pilih “YA”.
  • Selesai.

Sebenarnya yang membedakan dari masing-masing kelas cuma buat ruang perawatan atau rawat inap di rumah sakit aja kok. Sedangkan buat berobat atau rawat jalan, baik kelas satu maupun kelas tiga mendapatkan fasilitas yang sama, yaitu sama-sama gratis.

Buat obat yang kamu dapat juga gak berbeda. Penyakit yang ditanggung pihak BPJS Kesehatan juga sama.

Balik lagi, yang membedakan cuma saat rawat inap aja kok.

Pelayanan yang ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan meliputi:

  • Konsultasi dokter.
  • Pemeriksaan penunjang, seperti laboratorium, radiologo (rontgen), dan lainnya.
  • Obat Formularium Nasional (Fornas) maupun obat bukan Fornas.
  • Bahan dan alat medis habis pakai.
  • Akomodasi atau kamar perawatan.
  • Biaya lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan pasien.

Serangkaian perawatan tersebut bakal didapatkan pasien hingga selesai atau keluar dari rumah sakit dan besar kecilnya tarif gak pengaruhi oleh jumlah hari perawatan.

Jadi, penasaran apa aja fasilitas rawat inap yang didapat oleh peserta BPJS Kesehatan sesuai dengan kelasnya? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Kelas satu – biaya iuran Rp 80 ribu per bulan

bpjs-kesehatan
Kelas satu (jec)

Kelas satu merupakan kelas pelayanan kesehatan yang paling tinggi. Maksudnya, gak cuma iuran per bulannya yang paling mahal tapi juga fasilitas kesehatannya.

Dengan biaya iuran yang paling besar, yaitu Rp 80 ribu per bulan, maka kamu juga bakal mendapatkan fasilitas yang paling nyaman dibanding dengan kelas dua dan tiga. Ya, bisa dikatakan fasilitasnya sepadan dengan uang yang kamu keluarkan.

Fasilitas pelayanan kesehatan rawat inap yang bakal kamu dapatkan dari kelas satu yaitu kamar atau ruangan di rumah sakit dengan kapasitas orang yang lebih sedikit, yaitu dua hingga empat orang aja.

2. Kelas dua – biaya iuran Rp 51 ribu per bulan

bpjs-kesehatan
kelas dua (jec)

Buat peserta BPJS Kesehatan kelas dua yang pengin rawat inap, maka fasilitas yang didapatkan yaitu ruangan kamar dengan jumlah pasien yang lebih banyak dibanding kelas satu.

Secara umum, pelayanan kesehatan yang ditawarkan oleh pihak BPJS Kesehatan bakal lebih minim privasi dan rawat inap, yaitu dalam satu kamar bakal diisi dengan tiga hingga lima tempat tidur pasien.

3. Kelas tiga – biaya iuran Rp 25,5 ribu per bulan

bpjs-kesehatan
kelas tiga (bunda)

Berbeda dengan peserta di kelas satu dan dua yang mengalami kenaikan iuran setelah tahun 2016, peserta di kelas tiga gak mengalami kenaikan biaya iuran. Dari dulu yang mereka setor masih Rp 25,5 ribu per bulannya.

Peserta kelas tiga sebagian besar merupakan masyarakat Indonesia yang memiliki kemampuan perekomian menengah ke bawah. Jadi wajar aja jika iuran buat peserta kelas tiga gak mengalami kenaikan. Tujuannya adalah biar gak memberatkan mereka.

Namanya juga kelas tiga, berarti fasilitas pelayanan kesehatan yang didapatkan juga yang paling standar.

Kamu peserta BPJS Kesehatan kelas tiga bakal mendapatkan kamar dengan jumlah pasien empat hingga enam orang. Bahkan, gak sedikit rumah sakit yang menyediakan kamar rawat inap dengan jumlah pasien yang lebih banyak dari itu.

Aturan mengenai ini ada pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2014 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Biar gampang, kita bahas pakai ilustrasi aja ya.

Contohnya gini: Andi merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas dua. Karena penyakit yang diderita cukup berat, ia pun berencana buat naik kelas ke kelas VIP biar lebih nyaman istirahat.

Kalau mau gini, Andi diharuskan membayar selisih biaya yang ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan dan nominal biaya rawat inap yang ditetapkan pihak rumah sakit.

Misalnya, buat biaya rawat inap kelas dua dari pihak BPJS yaitu sebesar Rp 100 ribu per hari. Sedangkan buat biaya rawat inap VIP sebesar Rp 250 ribu. Berarti, Andi harus menambah biaya sebesar Rp 150 ribu per harinya.

Sayangnya, fasilitas naik kelas cuma berlaku buat peserta BPJS Kesehatan kelas satu dan dua. Peserta BPJS kelas tiga gak diperkenankan naik kelas kecuali jika ada kondisi-kondisi tertentu seperti ruangan kelas tiga yang penuh.

Nah, itu dia fasilitas rawat inap BPJS Kesehatan yang bakal didapatkan oleh peserta BPJS sesuai dengan kelasnya masing-masing. Semoga membantu!