Rawat Gigi Anakmu Kayak Gini Biar Dompet Aman di Masa Depan

Perawatan gigi anak adalah hal yang penting diperhatikan orangtua. Mengapa demikian? Karena gigi yang rusak tentu membawa dampak negatif pada pertumbuhan anak. Sebut saja seperti perubahan bentuk mulut dan tatanan gigi saat dia tumbuh dewasa.

Oleh karenanya, penting untuk menyisihkan bujet bulanan demi keperluan yang satu ini. Gak mau kan si kecil terhambat pertumbuhannya gara-gara gigi yang gak terawat? Ada juga kemungkinan kariernya terhambat jika memiliki gigi berantakan dan gak sehat.

Urusan merawat gigi anak memang bukan perkara yang mudah. Caranya pun beragam, semua tergantung dari usia sang anak itu sendiri.

Mengingat adanya bahaya kesehatan yang berpotensi dialami saat dia tumbuh dewasa kalau abai akan hal ini, wajib buatmu untuk paham bagaimana cara menjaga kesehatan gigi anak. Kalau menyepelekan hal ini, bukan gak mungkin kamu malah harus mengeluarkan biaya besar di kemudian hari.

1. Saat masih 0 – 3 tahun

Gigi susu pertama biasanya muncul saat si kecil berusia lima bulanan dan bakal terus tumbuh sampai berjumlah 20 hingga usia tiga tahun. Yang harus kamu lakukan secara rutin adalah menjaga kebersihan gusi dan giginya.

rawat gigi anakmu
Perhatikan baik-baik bedanya merawat gigi bayi dan anak usia 3 tahun ke atas (gigi bayi/AbiUmmi)

Biasakan untuk menyikat giginya dua kali sehari pada pagi dan malam. Dan jangan lupa untuk gunakan sikat gigi khusus untuk bayi yang bulu sikatnya lembut.

Jangan biasakan dia makan cokelat atau permen menjelang tidur karena makanan itu justru bisa menimbulkan bakteri penyebab gigi berlubang. Ada baiknya juga membiasakan dia minum air putih sebelum tidur.

2. Usia 3 – 6 tahun

Saat seluruh gigi susu sudah tumbuh, maka semuanya harus dijaga dengan baik mengingat email gigi susu cukup rentan mengalami kerusakan. Penyakit gigi susu juga bisa berlanjut saat gigi dewasa tumbuh lho.

Walaupun gigi susu akhirnya tanggal, kesehatannya pun tetap harus dijaga. Hal itu disebabkan karena fungsinya untuk mengunyah dan melumatkan makanan.

Jika gigi susu tanggal sebelum waktunya karena pembusukan, ada potensi besar gigi sang anak bakal tumbuh gak beraturan saat dewasa. Gigi yang gak beraturan justru bisa menyebabkan masalah pencernaan. Selain itu kebersihannya pun sulit untuk dijaga.

3. Usia 6 – 12 tahun

Di usia ini, sang buah hati sudah bisa menyikat gigi sendiri dong pastinya. Tapi tetap saja kalau dari kecil gak dibiasakan sikat gigi rutin, kadang mereka jadi malas menyikat gigi.

Bila memang ia belum terbiasa menyikat gigi, maka kewajibanmu adalah mengingatkan ia dengan rutin dan mengajari cara menyikat gigi yang benar. Apabila ia selesai makan makanan manis, ingatkan dia agar selalu kumur dengan air putih.

rawat gigi anakmu
Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin. (periksa gigi/Dentalogy)

Lakukan konsultasi dan pemeriksaan gigi ke dokter gigi secara rutin saat ia berusia tujuh tahun. Dan saat ia menginjak usia 10 tahun atau setelah seluruh gigi permanennya tumbuh semua, perhatikan baik-baik strukturnya.

Bila struktur giginya rata dan bagus, gak perlu memasangkan kawat gigi untuknya. Namun bila struktur giginya berantakan, kamu perlu mempertimbangkan pemasangan kawat gigi.

Selain karena berhubungan dengan kesehatan, kerapian gigi juga berpengaruh dengan karier atau profesi anakmu di masa depan. Beberapa profesi seperti pilot, TNI, atau POLRI mengharuskan seorang siswa didiknya memiliki gigi yang sehat dan rapi.

Bila suatu saat buah hatimu memang punya minat berkarier di profesi tersebut, sayang tentunya jika harus gagal karena gigi yang gak terawat. Oleh karena itu, perhatikanlah kesehatan giginya dari sekarang.

rawat gigi anakmu
Kalau susunannya gak beraturan, pasang kawat saja (kawat gigi/Tribun)

Bicara soal perawatan gigi nih, terhitung sampai Agustus 2017 kamu bisa kok dapat diskon 10 persen di Dent Smile jika melakukan transaksi dengan kartu kredit. Belum lagi ada juga potongan harga pemasangan kawat gigi hingga Rp 2 juta.

Orangtua yang cerdas pastinya bakal punya cara buat merawat kesehatan anak tanpa harus menguras isi dompet. Kalau ada peluang berhemat untuk memenuhi kebutuhan anak, kenapa gak?

 

cta-mega
Yang terkait artikel ini:

[Baca: Trik Bermain Bersama Anak Tanpa Menguras Kantong]

[Baca: Hey Moms, Ini 5 Cara Jitu Menghadapi Anak yang Hobi Minta Mainan]

[Baca: Berapa Sih Biaya Membesarkan Anak dan Gimana Cara Menekannya?]