Rabobank Tutup! Ini Jejak Bisnisnya di Indonesia dan Bank Lain yang Bernasib Sama

Kabar terbaru datang dari bank asal Belanda yang memutuskan untuk memutuskan operasionalnya di Indonesia pada akhir April 2019. Hal tersebut tentu saja mengejutkan banyak orang terlebih para nasabahnya.

Perhentian operasional yang dilakukan oleh bank yang berdiri di Indonesia sejak 1990 ini dikarenakan Rabobank akan melakukan konsolidasi bisnis ke Singapura.

Rabobank Indonesia itu sendiri adalah anak usaha Rabobank Group yang bermarkas di Utrecht, Belanda. Jejak bisnisnya di Indonesia pun terbilang sukses. Mengapa?

Pada tahun 2008, Rabobank mengklaim menjadi bank internasional nomor satu di Indonesia, setelah mereka berhasil menyelesaikan proses merger dengan Haga Bank dan Bank Hagakita. Dengan ketentuan single presence policy dari Bank Indonesia, maka Rabobank, Hagabank dan Bank Hagakita merger dengan nama baru menjadi Rabobank Indonesia.

Baca juga: Ini yang Perlu Dilakukan Milenial untuk Membangun Kekayaan dengan Cepat

Jejak bisnis Rabobank Indonesia

Rabobank
Jejak bisnis bank ini di Indonesia (Detik).

Setelah merger dengan Haga Bank dan Bank Hagakita, Rabobank Indonesia berhasil menghasilkan total aset gabungan saat itu mencapai US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 10,2 triliun.

Bahkan memiliki 33 kantor cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Namun cabang yang terbanyak berada di DKI Jakarta.

Selain memiliki personal banking, Rabobank juga memiliki produk lain seperti SME & commercial banking, trade finance, cash management, dan foreign exchange. Tak hanya itu saja, Rabobank juga melebarkan sayapnya ke sektor pangan dan agribisnis.

Baca juga: Pengin Investasi dari Barang Koleksi Pribadi? Bisa Aja Kok! Mudah Banget

Salah satu penyebab undur diri dari Indonesia

Rabobank
Pendapatan tidak sebanding menjadi alasan bank ini tutup (CNBC)

Meski sempat berjaya selama beberapa tahun, sayangnya kontribusi pendapatan Rabobank Indonesia tidak terlalu besar dibanding dengan cabang di Asia lainnya.

Seperti yang dilansir dari cnbcindonesia.com, menyebutkan bahwa pada laporan keuangan Rabobank Group 2018, pendapatan Rabobank Indonesia hanya menyumbang sekitar 0,24 persen. Bahkan kinerja keuangannya yang semakin memburuk tahun ke tahun.

Bagaimana nasib para nasabah?

Rabobank
Lalu bagaimana nasib nasabah? (Shutterstock).

Meski memutuskan untuk menghentikan operasinya di Indonesia, Rabobank tetap harus mengikuti proses yang berlaku sampai benar-benar menutup operasinya. Salah satunya adalah dengan memastikan hal tersebut tidak mengganggu para nasabah.

Rabobank akan memberikan jaminan kontinuitas nasabah agar tetap dapat melakukan aktivitas perbankan yakni dengan meminta kepada nasabah untuk memindahkan rekeningnya ke bank lain.

Selain itu, penghentian operasional Rabobank juga akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan menutup kantor cabang dan meminta para nasabah untuk menutup rekeningnya di kantor cabang pembuka.

Bank Asing lain yang juga gulung tikar di Indonesia

1. Bank RBS Indonesia

Sebelum Rabobank, Royal Bank of Scotland (RBS) juga mengumumkan penghentian operasionalnya di Indonesia pada 2017.

Namun, RBS telah menyampaikan rencana penghentiannya kepada OJK sejak 1 November 2016. RBS pun sempat mengumumkan laporan keuangan terakhirnya pada kuartal III/2016 sebelum hengkang dari Indonesia.

Dalam laporan tersebut, RBS mengalami kerugian hingga Rp 14,64 miliar pada kuartal III/ 2016. Padahal, pada kuartal III/2015, RBS masih mendapatkan keuntungan Rp 27,95 miliar.

2. Bank Barclays Indonesia

Selanjutnya ada Bank Barclays Indonesia yang juga hengkang dari Indonesia di tahun 2010. Bahkan bisa dibilang, bank asal Inggris ini merupakan bank asing yang paling cepat meninggalkan Indonesia.

Pasalnya, Bank Barclays Indonesia masuk ke Indonesia pada tahun 2008 dengan mengakuisisi Bank Akita hingga akhirnya mengganti nama menjadi Bank Barclays Indonesia.

3. Bank Credit Agricole Indosuez

Bank asal Perancis, yakni PT Bank Credit Agricole Indosuez juga memutuskan hengkang dari Indonesia setelah izin usahanya dicabut pada 27 Januari 2003 atas permintaan langsung para pemegang saham bank tersebut.

Alasan utama bank sudah beroperasi di Indonesia sejak 1994 itu tutup dikarenakan memburuknya kinerja perseroan. Meskipun sudah diupayakan restrukturisasi kredit dan penambahan modal tetap tidak mampu menyelamatkan bank tersebut.

Nah, itu dia jejak bisnis Rabobank Indonesia serta beberapa bank asing yang juga harus hengkang dari Indonesia. (Editor: Winda Destiana Putri).