Punya Kelemahan Diri di Tempat Kerja Gak Selamanya Harus Dihindari

Yakinlah, setiap orang punya kelemahan. Bahkan kelemahan juga dipunyai seorang pengusaha maupun presiden. Wong Superman saja punya.

Jadi, gak perlu malu ataupun khawatir jika kita punya kelemahan tertentu. Rasa malu dan khawatir malah bisa membuat kelemahan itu makin kuat.

Dampaknya buat kita, hidup susah berkembang. Apalagi jika punya kelemahan di tempat kerja. Pahitnya, posisi mentok, begitu juga gaji tiap bulan.

[Baca: Punya Karir Tidak Berkembang Jangan Buru-Buru Resign, Refleksi Diri Dengan Cara Ini]

Mau jadi orang kayak gitu? Saya sih ogah. Saya juga punya kelemahan, tapi bersahabat dengannya.

Lha, kok bisa begitu? Iya. Punya kelemahan diri di tempat kerja gak selamanya harus dihindari.

Justru kita perlu merangkul kelemahan itu biar gak menghalangi kita dalam karier. Jika cermat, kita malah bisa mengubahnya menjadi hal positif yang menguntungkan karier, lho.

Begini langkahnya:

1. Kenali kelemahan

Gak kenal maka gak sayang. Pepatah itu menemukan konteksnya di sini. Dengan mengenali kelemahan, kita bisa bertindak lebih lanjut untuk menjinakkannya.

Punya Kelemahan Diri
Apa saja sih kelemahan saya? Suka marah-marah, gampang bete? Catet aja deh semuanya.

Caranya, merefleksi diri. Buang jauh-jauh ego dan arogansi. Meskipun kita menilai diri hebat, belum tentu penilaian itu disetujui orang lain.

Mulailah dengan melihat ke diri sendiri. Tulis 5 kelemahan yang kamu punyai. Beranilah jujur sejujur-jujurnya.

Jika sudah punya daftar itu, coba minta rekan kerja membuat daftar yang sama. Lalu, cocokkan daftar-daftar tersebut.

Kemudian, bikin daftar baru berisi poin-poin yang cocok di kumpulan daftar itu. Yang teratas adalah yang paling banyak ditulis.

Namun, jika sungkan meminta pendapat kolega, minta orang terdekat saja. Misalnya keluarga, sahabat, atau pacar…kalau punya. Tapi ini kelemahan dalam hidup sehari-hari, ya, bukan di tempat kerja.

2. Atasi kelemahan

Setelah punya daftar kelemahan, lakukan identifikasi. Misalnya pada poin 1 tertulis terlalu perfeksionis. Saking pengin sempurna, selalu marah-marah jika ada kerjaan orang lain yang kurang beres di mata.

Lihat, apakah kelemahan di tempat kerja ini kira-kira bisa diarahkan ke hal positif atau gak? Mungkin sifat perfeksionis bukanlah kelemahan buat kita.

Punya Kelemahan Diri
Kelemahan memang bisa diubah, tapi kalau susah ya berdamai saja

Tapi, tidak demikian dengan orang lain. Sebab, dampak sifat itu bisa merugikan. Bisa saja kita gak sadar suka bersikap ketus ke orang yang kita nilai kerjaannya gak beres terus.

Diam-diam, sifat ini bisa membuat kita menjadi seorang bully alias perisak, lho. Bullying kita lakukan dengan menganggap remeh orang tersebut, sehingga gak pernah mendengar pendapatnya. Bahkan mengolok-oloknya.

[Baca: Apa Yang Harus Dilakukan Kalau Jadi Korban Bullying di Kantor?]

Dalam hal ini, kita bisa membuat kelemahan itu tertutupi. Caranya, kontrol diri untuk bersikap berlebihan ketika melihat hasil kerja orang lain kurang bagus.

Sebaliknya, kita bisa mendekati orang itu dan berusaha membantunya. Dengan begitu, kita akan dinilai baik oleh rekan kerja, syukur-syukur oleh atasan juga.

Hal yang sama dilakukan pada  poin-poin kelemahan lainnya. Pilihannya adalah:

  1. Mengarahkannya ke hal yang positif
  2. Menghapusnya

Kelemahan yang dihapus misalnya yang jelas negatif. Misalnya suka telat. Malas-malasan. Kelemahan semacam itu gak ada tempatnya di dunia kerja.

Penting bagi kita untuk mengenali kelemahan, begitu juga kelebihan. Gunanya, membangun kepercayaan diri di tempat kerja.

Punya Kelemahan Diri 3
Jawab jujur saja ketika interview

Jika bekerja dengan penuh keyakinan, kinerja lebih berpotensi berbuah manis. Jika kerja takut-takut salah karena merasa lemah, jangan salahkan atasan jika posisi gak naik-naik.

Terlebih mereka yang sudah tahu punya kelemahan, tapi acuh tak acuh. Bukan hanya gak naik gaji. Bisa-bisa disuruh cari duit di tempat kerja lainnya alias dipecat. Jangan sampai, ya.

[Baca: Gak Ada yang Abadi, Kalau Dipecat dari Pekerjaan 5 Hal Ini Bisa Membantumu Bertahan]

 

Image credit:

  • https://delialestari38.files.wordpress.com/2014/11/10c.jpg
  • https://blog.tokopedia.com/wp-content/uploads/2014/06/TIPS-MENGHINDARI-STRES-DI-TEMPAT-KERJA.jpg
  • http://akuratpost.com/wp-content/uploads/2014/07/Wawancara-Kerja.jpg