Punya Gaji UMR? Gini Caranya Ngatur Duit Biar Bisa Nabung dan Investasi

Siapa bilang gaji UMR gak bisa nabung dan investasi? Coba dievaluasi dulu keuangannya. Mungkin kurang tokcer dalam pengaturan.

Atau mungkin malah gak pakai aturan? Ya pantas kalau susah nabung dan investasi. Rencana keuangan adalah soko guru alias penopang utama kondisi finansial yang kokoh.

Tanpa rencana, jangan harap bisa sukses secara finansial seperti Jokowi dengan usaha mebelnya atau Sandiaga Uno dengan gurita bisnisnya. Jangankan sukses, selamat dari jurang utang pun sudah syukur banget.

Tapi tenang, mari kita jadikan detik ini momentum berubah ke arah lebih baik. Gaji pas-pasan bukanlah penghalang seseorang untuk menjaga keuangannya stabil.

Gaji UMR alias upah minimum regional di setiap daerah berbeda. Dalam hal ini, kita akan ambil contoh UMR DKI Jakarta sebesar Rp 3,3 juta.

Begini cara atur duit biar bisa nabung dan investasi dengan penghasilan Rp 3,3 juta per bulan.

1. Biaya tempat tinggal

punya gaji UMR
Masih ada kok kos-kosan yang di bawah sejuta (tempat tinggal/Buchorie-Muhamad)

Di tengah permukiman, masih banyak kos dengan harga sewa Rp 500 ribu per bulan. Itu sudah termasuk listrik. Bahkan kalau beruntung bisa dapat yang lengkap dengan laundry seminggu sekali dan air minum galon gratis di ruang bersama.

Bila masih tinggal dengan orang tua, biaya ini bisa dihilangkan. Artinya, duit Rp 500 ribu bisa dialokasikan ke pos lain.

Pengeluaran: Rp 500 ribu (kos)

Rp 0 (rumah sendiri/menumpang)

2. Biaya makan

Di warteg, rata-rata habis Rp 10-15 ribu sekali makan. Di warung Padang juga bisa dibikin segitu. Bila diambil angka maksimal Rp 15 ribu, berarti harus keluar duit Rp 15 ribu x 3 = Rp 45 ribu.

Rp 45 ribu sehari bila sebulan berarti Rp 45 ribu x 30 = Rp 1.350.000. Itu kalau stabil Rp 15 ribu per makan. Bisa saja pas weekend nongkrong di kafe atau ngajak gebetan makan di resto, tambah deh pengeluaran.

Meski begitu, biaya makan tetap bisa disiasati. Misalnya sekali tempo makan di kafe habis Rp 30 ribu. Besoknya diakali deh makan di warteg pakai telur dan sayur doang biar lebih murah.

Atau cari warung Padang Rp 8 ribuan masih ada di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya. Mau lebih murah lagi? Beli bahan makan dan masak sendiri, sekali masak bisa buat 3 x makan sehari.

Pengeluaran: Rp 1.350.000

3. Transportasi

Kalau tinggal di pinggiran Jakarta dan menggunakan transportasi umum, seperti Depok atau Bekasi, estimasi ongkos PP rumah-kantor setiap hari Rp 30 ribu. Dengan demikian, pengeluaran total sebulan (20 hari kerja) adalah Rp 30 ribu x 20 = Rp 600 ribu.

Bila memakai sepeda motor pribadi, tinggal disesuaikan dengan jarak tempuh rumah-kantor. Umumnya, bensin Pertamax Rp 20 ribu bisa dipakai 3 hari dengan jarak tempuh 25 kilometer.

Tentunya mau pakai Pertamax dong, biar motor lebih awet. Atau minimal Pertalite lah, soalnya Premium kan bahan bakar subsidi dan dikhususkan untuk warga tak mampu. Kalau pakai Pertamax, berarti sebulan keluar duit Rp 133.333 untuk transportasi.

Pengeluaran: Rp 600 ribu (angkutan umum)

Rp 133.333 (motor pribadi)

4. Tabungan

Kalau benar niat mau nabung, langsung sisihkan gaji begitu cair tiap bulan. Jangan menunggu habis bulan, lalu sisa gaji baru ditabung.

punya gaji UMR
Tenang aja, masih bisa nabung walau punya gaji UMR (tabungan/Forbes)

Direkomendasikan tabungan senilai 10 persen dari penghasilan untuk keamanan finansial. Berarti paling tidak Rp 300 ribu masuk pos tabungan.

Nah, bila jumlah tabungan sudah mencapai 6 x gaji, mulailah membagi pos ini untuk investasi. Tabungan itu bukan investasi lho, karena imbal hasil berupa bunga yang amat sangat sedikit.

Pengeluaran: Rp 300 ribu

5. Dana darurat

Pos ini sama pentingnya dengan tabungan. Dana darurat berguna ketika ada pengeluaran mendadak, misalnya jatuh sakit dan perlu uang jaminan di rumah sakit untuk penanganan segera.

Bisa juga buat dana rekreasi, contohnya pelesir ke Puncak atau sekadar hangout bareng gebetan maupun kawan. Alokasikan sekurangnya Rp 100 ribu sebulan untuk pos ini, dan mesti rutin.

Dana ini bisa disatukan di tabungan. Atau mungkin mau bikin rekening terpisah dalam tabungan berjangka, boleh-boleh saja yang penting gak ribet dan gak diambil-ambil.

Pengeluaran: Rp 100 ribu

6. Investasi

Rumus keuangan sehat adalah investasi dilakukan walau sekecil apa pun nominalnya. Di sini, kita patok angka Rp 100 ribu. Pos ini bisa dibikin baik bersamaan dengan rutinitas nabung maupun ketika jumlah tabungan sudah mencapai 6 x gaji.

Contoh investasi yang bisa diambil adalah reksa dana. Dengan Rp 100 ribu, kita sudah bisa menyandang status investor. Banyak yang menawarkan reksa dana dengan minimum investasi segitu.

Bahkan sekarang bisa investasi reksa dana online di salah satu situs e-commerce kenamaan. Reksa dana terhitung sederhana ketimbang investasi langsung di bursa saham.

Cari jenis reksa dana yang relatif stabil dan aman dulu untuk belajar, misalnya pasar uang atau pendapatan tetap. Rajin-rajinlah top up dana investasi tiap bulan, terutama saat iklim investasi sedang bagus.

punya gaji UMR
Untuk belajar investasi, coba saja reksa dana (reksa dana/Bareksa)

Setelah 1-2 tahun, kita bisa nambah atau atur ulang portofolio investasi ke jenis reksa dana yang lebih menantang tapi memberikan potensi return lebih besar. Misalnya reksa dana saham atau campuran.

Bila merasa gamang mau langsung terjun ke reksa dana saham, bisa coba investasi klasik: emas. Disarankan investasi emas batangan dari Antam ketimbang perhiasan. Sebab, harga pasaran emas Antam sudah pasti, sedangkan harga perhiasan emas bisa beda-beda tergantung keunikan barang dan tentunya kebijakan penjualnya.

Pengeluaran: Rp 100 ribu

ALOKASI GAJI SEBULAN

Setelah membagi-bagi alokasi gaji, yuk dihitung total anggaran kita tiap bulan:

Biaya total: Rp 500 ribu + Rp 1.350.000 + Rp 600 ribu + Rp 300 ribu + Rp 100 ribu + Rp 100 ribu = Rp 2.950.000.

Bila UMR DKI Rp 3,3 juta, masih ada sisa sekitar Rp 250 ribu yang bisa dimasukkan ke pos pengeluaran lain. Bisa dipakai untuk uang jajan atau keperluan pribadi, dari beli gorengan atau es cendol, sampai beli pembalut khusus buat wanita.

Atau bisa juga dimasukkan ke tabungan untuk ongkos nikah. Biaya resepsi nikah makin melambung lho, apalagi di Jakarta.

Angka ini  didapat dengan menghitung biaya kos dan angkutan umum. Bila tanpa kedua pos itu, jelas pengeluaran lebih rendah lagi.

Hitungan di atas hanyalah gambaran kasar, karena kebutuhan tiap orang berbeda-beda. Intinya, rancangan pengeluaran di atas bisa dijadikan pedoman menyusun rencana keuangan.

Selain itu, rancangan tersebut membuktikan bahwa seseorang dengan gaji UMR masih bisa nabung dan bahkan investasi. Kuncinya cuma dua: susun dan konsisten patuhi rencana keuangan tiap bulan. Yuk dipraktikkan!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kalau Sudah Lakukan 5 Hal Ini, Tandanya Kamu Sudah Melakukan Perencanaan Keuangan]

[Baca: Mulai Tertarik Akan Reksa Dana? Simak Tips Nyaman & Aman Berinvestasi]

[Baca: Gak Punya Dana Darurat? Siap-siap deh Menumpuk Utang]

[Baca: Lebih Baik Masak Makanan Sendiri di Rumah atau Beli? Mana yang Lebih Hemat?]

[Baca: Kesalahan Keuangan yang Terlarang Dilakukan Lagi di 2017]