Punya Gaji Kecil? Jangan Sedih, Nih Kiat Mengatur Gaji Kecil, Biar Hasilnya Gede

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

logo finansialku

Sepertinya sudah bukan rahasia lagi kalau punya gaji kecil terus tiap bulan bikin kepala puyeng ya. Kenyataan itu lalu dijadiin alasan gak bisa bikin tabungan gendut. Padahal besar-kecilnya tabungan gak selalu dipengaruhi nominal gaji. Bahkan yang gajinya puluhan juta bisa saja hidupnya penuh derita.

Apa iya gaji besar pun gak menjamin bisa nabung ya? Ya bisa banget kalau gak becus mengatur gaji. Bukan gak mungkin loh mereka yang gajinya Rp 10 juta per bulan malah punya utang setumpuk dibandingkan mereka yang gajinya Rp 3 juta.

[Baca: 3 Tips Mengatur Gaji Kecil Biar Gak Pusing di Akhir Bulan]

Bahkan bukan gak mungkin mereka dengan gaji besar itu terpaksa gali lubang tutup lubang demi menghindari kejaran debt collector. Hiiy serem ya!

Jadi apa artinya? Ya artinya gaji Rp 10 juta sebulan sebenarnya terbilang besar. Tapi, nominal sebesar itu ternyata gak menjamin hidup jadi sejahtera dan bebas utang.

Pastinya sudah pernah dengar dong cerita inspiratif mereka yang penghasilannya minim tapi bisa mewujudkan mimpi. Tukang sapu naik haji, misalnya. Rahasianya adalah mereka mampu mengakali pendapatan yang minim. Tentu saja ini bukan perkara mudah.

Setuju gak kalau lebih mudah membelanjakan duit ketimbang menabungnya? Belanja menjadi kebiasaan yang buruk jika dilakukan sembarangan. Masalahnya, banyak di antara kita yang cenderung lebih suka berperilaku konsumtif.

mengatur gaji kecil
Hayoo si mbak jangan kalap kalau udah di tengah lautan diskon

Meski demikian, selalu ada cara untuk memastikan mimpi kamu bisa segera terwujud. Nah, untuk mengatur gaji kecil biar hasilnya besar, hindari kebiasaan berikut ini:

1. Spontanitas

Spontanitas sih sebenarnya sesuatu yang positif, jika momennya pas. Ketika meeting, misalnya. Spontanitas dalam memberikan masukan sangat penting loh.

Tapi, gimana dalam hal keuangan? No way! Keuangan mesti direncanakan secermat mungkin. Caranya, bikin draft pemasukan dan pengeluaran dalam sebulan. Dengan begitu, gak ada lagi tuh cerita gaji sebulan habis dipakai belanja atau bahkan minus. Draft tersebut berguna untuk menjaga finansial tetap sehat.

Draft itu mesti dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan, bukan keinginan. Ini maha penting loh ya. Bedakan kebutuhan dengan keinginan. Jika kita berusaha terus memenuhi keinginan, gak bakal ada habisnya.

[Baca: 15 Kebiasaan Mengatur Keuangan Pribadi yang Bisa Bikin Masa Depan Cerah]

2. Suka meremehkan

Buat yang suka meremehkan alat elektronik menyala di rumah, ayo ubah kebiasaan itu. Contohnya, lampu dibiarkan menyala padahal ruangan gak dipakai. “Halah, hanya lampu.” Mungkin itu yang ada di pikiran.

Itu namanya pemborosan dong. Bukan hanya boros biaya listrik, tapi juga boros energi. Gak kasihan sama anak-cucu kita? Kitanya boros-borosin energi, mereka yang akan menanggung akibatnya karena gak kebagian. Pastikan segala alat elektronik gak dialiri listrik saat gak digunakan ya.

mengatur gaji kecil
Colokin aja semua sampe ribet bin ruwet!

Misalnya televisi, cabut stop kontaknya saat gak ditonton. Bukan hanya dibikin stand by.Yang sering luput dari perhatian adalah charger dibiarkan menancap pas gak dipakai. Walau gak ada handphone menancap, adaptor dari cas-casan itu masih menyerap listrik. Artinya, tagihan listrik tetap jalan.

3. Takut melangkah

Mendengar kata investasi, ada orang yang langsung mundur, bahkan kabur. Ini orang-orang yang lekas berpuas diri dengan kondisinya. Terjebak dalam comfort zone, istilah kerennya. Padahal investasi adalah langkah finansial yang penting buat masa depan.

Takut rugi? Itu sih wajar. Karena itulah kita mesti berhati-hati sebelum menjatuhkan pilihan investasi. Cari tahu seluk-beluk jenis investasi yang mau diselami. Jangan lupa perhatikan syarat dan ketentuan yang menyertai. Termasuk juga return alias hasil dari investasi tersebut.

[Baca: Curhat Duit: Gaji Kerja 6 Bulan Habis Melulu Mau Nabung Susah Amat Sih]

Punya gaji kecil? Keliru deh kalau langsung pesimis gak bakal bisa bikin ekonomi lebih moncer. Kuncinya adalah mengatur gaji kecil itu dengan disiplin biar hasilnya bisa dirasakan dalam bentuk yang lebih besar.

 

 

 

Image Credit:

  • http://1.bp.blogspot.com/-uwcdfZoQuJc/U_n2sGTEkBI/AAAAAAAAACA/QhXv7dCTtM0/s1600/iP15V.T1knHk.jpg
  • http://uceng999.com/wp-content/uploads/2016/02/5-Kebiasaan-Penyebab-Kenapa-Listrik-Dirumah-Boros.jpg