Puasa Bukan Penghalang Tetap Produktif di Kantor, Simak Strateginya Berikut Ini

Suka perhatikan enggak iklan apa yang paling gencar selama bulan puasa? Rata-rata suplemen makanan. Produk itu diklaim bisa menjaga tubuh tetap bugar dan kuat selama berpuasa.

Itu artinya apa? Produsen suplemen makanan itu paham betul puasa bikin fisik lemah. Apalagi yang bekerja. Perut kosong membuat orang cenderung malas kerja karena konsentrasi menurun. Itulah problem klasik yang selalu dihadapi di bulan puasa. Ditambah lagi cobaan hawa ngantuk, haus, lemas, cuaca panas, dan lain sebagainya.

Harus diakui sih, awal-awal puasa bisa pengaruhi produktifitas kerja mengingat kurangnya asupan makanan. Cuma sekali lagi, profesionalitas bekerja tetap dipertahankan dong.

Bukan profesional namanya selalu berdalih lagi puasa menjadi pembenaran bermalas-malasan di tempat kerja. Berikutnya jadi alibi kuat mengesampingkan tugas-tugas rutin.

[Baca: 7 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Biar Makin Produktif di Tempat Kerja]

Meski puasa, sifatnya  tetap wajib fokus dan tetap produktif di kantor. Bingung caranya? Tak usah khawatir. Mungkin input berikut ini bisa dipraktikan biar wajah bos tetap berseri-seri melihat hasil kerjaan kita.

1. Atur jam kerja

Jangan ngarep ada jam kerja didiskon selama bulan puasa. Yang ada hanyalah perubahan jadwal jam kerja. Biasanya yang digeser jadwal masuk kantor sehingga pulangnya lebih cepat.

 

tetap produktif di kantor

Ayo bapak dan ibu, kerjanya yang semangat ya 

Perubahan jam kerja ini juga diimbangi dengan mengubah gaya bekerja. Contohnya dengan menyegerakan pekerjaan selesai di awal-awal jam kerja sehingga waktu tidak terbuang sia-sia.

[Baca: 10 Jenis Pekerjaan dengan Waktu Fleksibel yang Cocok bagi Mahmud]

2. Bikin skala prioritas

Bulan puasa bisa jadi momen tepat melatih diri disiplin dalam urusan pekerjaan. Kali ini yang dilatih dalam membuat skala prioritas kerja. Konkretnya dengan membuat to do list berikut target dan tanggal selesainya. Jangan asal buat saja, ikuti juga dengan komitmen menjalankannya.

3. Tuntaskan pekerjaan di pagi hari

Di pagi hari, tubuh masih asyik diajak kerja berat karena efek sahur belum hilang. Beda kasus ketika hari menjelang siang di mana itu waktu paling kritis di alami tubuh.

Wajar rasa malas mulai menghantui di siang hari karena kondisi tubuh tak mendukung. Alhasil, situasi itu bakal berdampak sama pekerjaan.

Mumpung di pagi hari energi masih full, maka disarankan agar pekerjaan dituntaskan sebelum istirahat siang. Dengan demikian, selewat siang beban kerja jauh berkurang.

4. Atur pola makan

Pola makan selama bulan puasa berubah drastis. Makan sahur sekitar pukul 04.00 dini hari dan buka di kisaran pukul 18.00. perubahan pola makan ini juga wajib diikuti dengan pilihan menu yang tepat agar badan tetap bugar selama seharian penuh.

 

tetap produktif di kantor

Wah mbak, laper sih laper, tapi gak segitunya juga kelesss! Awas nanti tersedak loh

Misalnya saja memperbanyak sayuran di mana tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat. Bila perlu ditunjang dengan buah-buahan sebagai pelindung dehidrasi.

5. Jaga jarak dengan pengaruh negatif

Kebiasaan yang bisa mengganggu produktivitas dan puasa sebaiknya ditinggalkan. Misalnya terlalu lama bergosip dengan kolega, menemani klien makan siang, atau cuci mata di pusat perbelanjaan. Yang terakhir ini bisa bikin dompet teriak!

[Baca: Strategi Atur Pengeluaran Selama Bulan Puasa

Bulan puasa adalah momen terbaik untuk menanggalkan semua kebiasaan buruk. Jadinya nilai ibadah puasa benar-benar terasa bawa pengaruh positif yang maksimal.

6. Kurangi aktivitas online

Hayo ngaku kalau aktivitas online kadang menyita waktu kerja. Mulai balas chattingan teman, update status di Path atau Facebook, kepoin teman kerja, sampai nonton YouTube.

Ada baiknya jaga jarak dulu dengan dunia online. Bila kebetulan pekerjaan tak membutuhkan koneksi internet, cobalah mempraktikan cara konvensional dengan pena dan kertas.

 

tetap produktif di kantor

Ih si bapak, bukannya kerja atau banyakin pahala malah fesbukan terus hahaha

7. Bekerja itu ibadah

Gunakan prinsip bekerja itu ibadah. Prinsip itu bisa memotivasi diri kalau bekerja menjadi ladang amal selama bulan puasa. Ingat kan sabda Kanjeng Nabi Muhammad yang menganjurkan umatnya agar memperbanyak ibadah seolah-olah besok dijemput kematian dan bekerjalah sekeras-kerasnya seakan-akan hidup seribu tahun lagi.

[Baca: Emangnya Mau Kerja Seumur Hidup? Ini Cara Biar Segera Pensiun Dini]

8. Perbanyak ibadah

Pada prinsipnya beribadah adalah kebutuhan manusia. Percaya deh perbanyak ibadah turut membantu produktivitas seperti berdzikir dan baca Al Quran. Hal ini karena ibadah menjadi semacam ‘meditasi’ yang bersifat healing dan memotivasi menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Puasa bukan penghalang untuk tetap produktif. Justru sebaliknya, puasa bisa menjadi cara menggembleng diri untuk lebih produktif ke depannya. Tinggal mensiasatinya agar pekerjaan tetap beres pada waktunya dan di saat bersamaan ibadah puasa lancar jaya.

Selamat berpuasa!

Image Credit:

  • http://majalahkartini.co.id/sites/default/files/hari-pertama-masuk-kerja-pns-dki-jakarta-040116-rn-1top_0_0.jpg
  • http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/903297/big/010847500_1434519860-stock-footage-woman-eating-fast-food-time-lapse.jpg
  • http://www.gemadesa.com/wp-content/uploads/2014/04/pns-facebookan-sama-dengan-korupsi.jpg?194890