Prioritaskan Anggaran tahun Ajaran Baru untuk Beli Kebutuhan Ini

Hai ayah dan bunda, gimana nih, sudah siap atau masih sibukkah mempersiapkan anak-anak menghadapi tahun ajaran baru?

Menyediakan pendidikan yang terbaik memang sudah jadi kewajiban setiap orangtua dong. Tapi ingat, gak berarti lebay dan membeli hal-hal yang sebenarnya si anak belum butuh-butuh amat ya.

Selain pengeluaran jadi bengkak, membelikan hal-hal buat anak dengan modus “tahun ajaran baru” bisa bikin buah hati jadi pribadi yang manja dan terbiasa menerima segala sesuatu yang baru.

Mulai ubah mindset yuk dengan memprioritaskan anggaran tahun ajaran baru hanya untuk membeli kebutuhan berikut ini:

1. Alat tulis

Kegiatan belajar-mengajar sudah pasti sangat membutuhkan peralatan tulis-menulis. Mulai dari buku tulis, pensil, pulpen, penggaris, rautan pensil, dan lainnya. Semua kebutuhan ini pasti setiap hari digunakan oleh para siswa. Jadi gak boleh ketinggalan, dan harus masuk daftar prioritas.

tahun ajaran baru
Alat tulis jangan sampai gak lengkap. Nanti anakmu jadi kebiasaan minjam ke teman (alat tulis/the works)

Peralatan tulis yang dibeli boleh saja lengkap, tapi gak perlu yang mahal. Buat anak-anak sekolah yang masih kelas 1 atau 2 SD, seringkali menghilangkan alat-alat tulis. Jadi kan sayang kalau dibelikan yang kelewat canggih. Misalnya rautan pensil belikan saja yang biasa, gak perlu yang mekanik.

2. Seragam

Sekolah di Indonesia memang mewajibkan semua pelajar menggunakan seragam. Manfaat mengenakan seragam itu sendiri banyak lho. Di antaranya untuk menunjukkan identitas sebagai pelajar dan menghindari kesenjangan sosial. Selain itu juga menanamkan nilai kedisiplinan dalam diri para pelajar.

Seragam sekolah sebenarnya gak wajib beli baru setiap tahun ajaran baru. Ini diutamakan bagi para pelajar yang naik ke jenjang berbeda, seperti dari TK ke SD, SD ke SMP, atau SMP ke SMA. Selama orangtua bisa menjaga agar seragam sekolah anak-anaknya tetap layak pakai, gak ada salahnya untuk menggunakan seragam yang lama.

Tapi, karena anak masih dalam masa pertumbuhan, sering kali seragam yang sudah ada jadi kekecilan atau gak muat lagi dipakai. Nah kalau ini yang terjadi, wajib deh beli seragam baru buat anak pas tahun ajaran baru.

3. Buku pelajaran

Gak mungkin anak-anak kita bisa belajar dengan optimal tanpa buku-buku pelajaran dong. Setiap tahun ajaran baru, catat dan cek ulang buku-buku pelajaran apa yang dibutuhkan oleh anak-anak di jenjang pendidikan selanjutnya.

tahun ajaran baru
Gak mungkin dong belajar tanpa buku pelajaran. Ayo dicatat buku apa saja yang diperlukan (buku pelaaran/pedoman ilmu)

Beli buku-buku pelajaran yang memang benar-benar belum dimiliki atau gak bisa diperoleh dari cara meminjam kakak kelas. Orangtua gak boleh malas mencatat dan memeriksa ulang ya, karena tanpa buku pelajaran, kegiatan belajar-mengajar anak bisa terhambat. Gak usah malu juga untuk meminjam yang bisa dipinjam ya.

4. Peralatan pendukung kegiatan ekstrakurikuler

Tahu kegiatan ekstrakurikuler atau yang bahasa kekiniannya biasa disebut ekskul dong? Kegiatan non-formal yang berada di bawah naungan sekolah ini ada di semua sekolah. Manfaatnya juga banyak lho buat para siswa.

Makanya, semua siswa diharapkan untuk mengikuti salah satu kegiatan ekskul sebagai penyeimbang kegiatan formal belajar di sekolah. Memang sih ekskul ini gak wajib, gak sedikit juga yang gak ikut karena merasa sudah lelah dengan aktivitas belajar.

Ada beberapa kegiatan ekskul yang membutuhkan peralatan pendukung, misalnya saja seragam untuk ekskul marching band, atau cheerleader. Nah, siapkan deh bujet buat kebutuhan ekskul tersebut. Pastikan sang buah hati ikutan ekskul yang sesuai minat ya. Orangtua juga wajib tahu kebutuhannya, jadi jangan hanya menuruti dan memberi.

5. Sepatu

Sepatu biasanya bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama kok, apalagi jika orangtua bisa cermat memilah sepatu yang kualitasnya baik. Jadi sebelum memasukkan sepatu ke dalam daftar belanjaan kebutuhan sekolah anak, cek dulu beberapa hal ya.

tahun ajaran baru
Jika harus beli baru, gak perlu yang mahal-mahal ya (sepatu sekolah/ ten feet tall shoes)

Contohnya, apakah sepatu yang ada sudah gak muat dan gak nyaman di kaki si buah hati. Lalu lihat juga kebutuhan tahun ajaran baru, apakah ada kebijakan sekolah tentang siswa harus mengenakan model sepatu tertentu agar seragam. Jika memang cukup ada alasan, boleh saja beli sepatu baru. Ingat ya, beli yang tahan lama dan nyaman digunakan.

6. Biaya kursus di luar sekolah

Persaingan dunia kerja saat ini makin ketat, dan setiap tahun akan terus meningkat. Selain pendidikan formal di sekolah, pastinya orangtua perlu juga memikirkan pembekalan ilmu tambahan lain, seperti kursus misalnya.

Kursus ini bisa apa saja selama disesuaikan dengan minat dan keinginan si anak. Jangan memaksakan anak untuk mengikuti kursus tambahan yang hanya jadi tuntutan orangtua lho. Nanti mereka bisa stres.

Buat orangtua, juga wajib memilah mana kursus yang bermanfaat bagi anak, apalagi biaya kursus gak bisa dibilang murah lho.

So, sudah siap berpusing-pusing mencatat dan mempertimbangkan kembali apa saja yang menjadi prioritas kebutuhan tahun ajaran baru bagi sang buah hati? Intinya tetap bijak ya ketika sudah menyangkut pengeluaran untuk anak.

Gak hanya jadi ajang mengelola keuangan yang baik buat orangtua, memilah-milah kebutuhan sekolah juga sekaligus bisa mendidik anak tentang prioritas keuangan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Jangan Harap Anakmu Nanti Bisa Mengenyam Bangku Kuliah Kalau Kamu Nyuekin Hal Ini]

[Baca Kira-kira Apa Jenis Investasi yang Cocok untuk Keluarga Baru?]

[Baca: Siap-Siap Kembali ke Sekolah Nih. Coba Cek Dulu Sejumlah Promo “Back to School” Ini]