Preschool untuk Anak 1 Tahun dan Selanjutnya: Bukan Cuma Status ‘Mampu Bayar’

Mendaftarkan anak ke preschool sepertinya sudah menjadi keharusan orangtua masa kini. Bukan semata-mata ikut tren atau usia anak sudah mencukupi, tapi preschool dinilai sebagai solusi memperkenalkan anak dengan ‘dunia baru’ di luar rumah.

Rata-rata alasan orangtua mencarikan preschool bagi buah hati tercinta di antaranya adalah:

  • Sosialisasi dengan teman sebaya. Terlebih anak tunggal yang tentunya membutuhkan teman bermain.
  • Biar tak terus-terusan ‘bergaul’ dengan pembantu rumah tangga
  • Menyalurkan ‘energi’ buah hati ke aktivitas yang positif dan menjadi bekalnya kelak
  • Memupuk kemandirian
  • Mempersiapkan buah hati untuk masuk ke sekolah formal

Lalu di saat bersamaan, banyak bermunculan lembaga pendidikan pra sekolah itu yang menawarkan beragam kelebihan bagi si buah hati. Kelebihan yang ditawarkan bukan sekadar fasilitas yang komplet saja tapi lokasinya pun di pusat kota atau mall yang tak menyulitkan mobilitas orangtua yang bekerja.

 

Begitulah cara penyelenggara mengambil hati orangtua yang kebetulan sama-sama bekerja. Tentu saja mendaftarkan buah hati ke preschool membutuhkan biaya yang tak sedikit. Jumlahnya beragam dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah tergantung fasilitasnya. Makin ‘wah’, makin selangit tarifnya. [Baca: Alasan Kenapa Orangtua Pilih Tabungan Pendidikan]

 

Hanya, fasilitas ‘wah’ bukan harga mati memilih preschool yang tepat untuk buah hati. Ada begitu banyak pertimbangan yang mesti dicermati. Sebut saja jarak dengan rumah atau kantor, profesionalisme tenaga pengasuh, aktivitas harian, jam operasional, sampai kredibilitasnya.

 

Pertimbangan ini mutlak mengingat besaran uang yang dikeluarkan untuk ‘investasi pendidikan dini’ si buah hati ini tak sedikit. Kira-kira pertimbangan apa saja yang mesti dimasukkan daftar sebelum memilih preschool yang oke punya?

Luangkan waktu survei dan himpun informasi

ibu-ibu nyari sekolah buat anaknya

‘Buat anak kok coba-coba.” Nah, jingle iklan produk minyak angin itu juga berlaku dalam memilih preschool. Luangkan waktu survei ke sejumlah lokasi preschool. Tujuan pertama bisa mengukur jarak antara kantor atau rumah dengan preschool.

 

Kedua, kenali layanan dan fasilitas yang tersedia di masing-masing preschool yang disurvei. Ketiga, cermati deskripsi aktivitas harian di preschool tersebut. Misalnya jam makan, bermain, kegiatan di kelas maupun di luar ruangan.

 

Keempat, perhatikan pula metode pengajaran dan profesionalitas dari tenaga didiknya. Dua hal itu sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak mengingat si dia lagi di masa usia emas.

 

Terakhir, cek juga kualitas fasilitas di preschool tersebut seperti alat bermain, kebersihan toilet, maupun ruangan kelasnya.

Sesuaikan dengan usia

Sebuah preschool biasanya punya banyak program pendidikan dini berdasarkan usia anak. Misalnya saja ada program preschool untuk anak 1 tahun. Lalu ada program preschool dengan peserta anak mulai usia 3 tahunan.

 

Maka itu, usia anak sangat menentukan dalam memutuskan program pendidikan dini anak yang dipilih. Pasalnya, masing-masing program itu disusun untuk memaksimalkan perkembangan dan pertumbuhan si anak.

Seberapa ideal komposisi tenaga pendidik dengan jumlah anak

Kindergarten teacher reading to children in library

 

Cermati dengan seksama sumber daya manusia yang dimiliki sebuah preschool. Ingat ya, anak yang masih berusia di bawah lima tahun menuntut perhatian khusus. Maka itu, tak jarang ada dua pendidik atau lebih yang ditugaskan dalam satu kelas.

 

Masing-masing pendidik punya tugas yang berbeda ketika di dalam kelas. Maklumlah, bukan perkara mudah mengasuh anak yang masih di bawah lima tahun. Masing-masing anak punya keunikan yang tentunya membutuhkan perlakuan yang berbeda pula.

Fasilitas layanan medis

Indikator paling mudah melihat preschool bagus bisa dilihat dari layanan medisnya. Maklumlah, anak-anak rentan sakit. Maka itu penting untuk tahu apakah preschool tersebut sudah memiliki fasilitas tenaga medis yang memadai atau bahkan didampingi dokter spesialis anak.

 

Yang tak boleh dilewatkan juga, perhatikan bagaimana tenaga pendidik menangani anak-anak yang sakit. Apakah mereka sudah memiliki keahlian memberikan pertolongan pertama jika anak bermasalah dengan kesehatannya.

Fasilitas kamera/webcam

Fasilitas web cam ini sebenarnya bisa dimanfaatkan orangtua untuk memantau aktivitas anak dari jarak jauh. Dengan webcam, orangtua bisa tiap saat mengakses tanpa harus mendatangi lokasi.

 

Meski begitu, fasilitas ini tak perlu menjadi hal yang wajib. Cuma, alangkah baiknya jika preschool melengkapi webcam sebagai cara ‘berkomunikasi’ yang efektif dan langsung kepada orangtua.

Sesuaikan dengan budget

preschool prestise

 

Yup, biaya! Ini poin paling utama. Seperti sudah menjadi hukum alam kalau preschool bagus plus berfasilitas komplet biasanya berbanding lurus dengan tarifnya.

 

Sebaiknya tak perlu memaksakan diri mendaftarkan si buah hati di sebuah preschool yang hanya membuat isi kantong terkuras. Padahal di masa depan, biaya pendidikan si upik juga tak sedikit. Lagi pula preschool sendiri adalah pendidikan pra sekolah yang tujuannya sebagai persiapan anak untuk masuk ke jenjang pendidikan formal.

 

Yang tak boleh dilupakan pula, mendaftarkan anak ke preschool bukanlah atas nama gengsi orangtua melainkan berbasis kebutuhan si anak. Sanggup memasukkan anak ke sebuah preschool bertaraf internasional yang berprestise demi menunjukkan status sosial orangtua bukanlah langkah bijak.

 

Nah, mau tahu kira-kira mesti menyiapkan budget berapa untuk pendidikan pra sekolah? Berikut ini ada perkiraan biaya lima preschool berstandar internasional sebagai gambarannya.

 

1.Global Jaya International Bintaro

Khusus untuk preschool, lembaga pendidikan di kawasan Bintaro ini mengutip biaya uang pangkal di atas Rp 15 juta. Sementara iuran bulanannya (SPP) bisa di atas Rp 6 juta (untuk tiga bulan).

2. Al Jabr Islamic School

Preschool yang berlokasi di kawasan Pondok Labu ini berbasis Islam yang punya fasilitas lengkap seperti lapangan, taman bermain, kolam renang, masjid, dan sebagainya. Sedangkan biaya uang pangkalnya masih di bawah Rp 10 juta (preschool) dan taman kanak-kanak di atas Rp 15 juta. Lalu SPP-nya di atas Rp 1 jutaan.

3. Tunas Muda International School

preschool Global Jaya, Al Jabr, Tunas Muda, Cikal dan Pilar

 

Preschool di Kedoya, Jakarta Barat, ini merupakan sekolah berbasis Katolik yang menerima anak didik mulai dari usia setahun sampai tiga tahun. Ketika berminat mendaftarkan buah hati di sini, siapkan saja anggaran mulai Rp 15 juta ke atas dan alokasi SPP bulannya sekitar Rp 2 jutaan.

4. Sekolah Cikal

Sekolah yang dikelola Tari Sandjojo di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, ini mengutip tarif yang tak murah. Preschool yang menerima peserta didik mulai dari enam bulan ini menetapkan biaya masuk di atas Rp 25 jutaan yang berlaku selama dua tahun. Sementara SPP-nya di atas Rp 5 juta yang dibayarkan tiap tiga bulan sekali.

5. Sekolah Pilar Indonesia

Preschool di kawasan Cibubur, Jawa Barat, ini juga bisa menjadi pilihan sepanjang siap dengan dana uang masuknya yang di atas Rp 15 juta. Sedangkan SPP yang dikutip di atas Rp 1 juta tiap bulannya.

Sudah kebayang berapa besaran dana yang mesti disiapkan demi pendidikan dini si buah hati? Tentu tak sedikit.

 

Maka itu, banyak perencana keuangan yang menyarankan agar dana pendidikan buah hati disiapkan jauh-jauh hari. Bahkan kalau perlu sebelum hamil. Bagaimana pun, pengeluaran untuk pendidikan anak merupakan keniscayaan yang tak bisa dihindari.


Di sisi lain, tetap gunakan asas ‘kebutuhan anak’ dalam urusan ini. Mendaftarkan anak di preschool bukan semata-mata orangtua mampu, tapi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan si upik.

Image credit:

http://cdn-2.tstatic.net/bali/foto/bank/images/ilustrasi-pendaftaran-siswa-baru.jpg

http://www.identityguard.com/wp-content/uploads/2012/09/childID-M3B11.jpg

http://prestigepreschoolacademy.com/_img/img_languagelarge.jpg