Pinjam Uang Modal KTP? Lakuin Ini Biar Gak Kayak Kasus Rupiah Plus

Peristiwa penagihan utang debitur secara paksa yang dilakukan Rupiah Plus viral di media sosial. Kejadian itu mengingatkan kita tingginya risiko pinjam dana online cuma modal KTP, meskipun situs penyedia pinjaman itu terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Proses penagihan utang kolektor-kolektor Rupiah Plus dilakukan dengan cara di luar Standard Operating Procedure (SOP) resmi. Mereka menghubungi teman debitur buat mengingatkan debitur terkait pembayaran utang.

Ini jelas udah melanggar privasi orang dong. Masa iya orang yang gak terkait sama sekali dengan pinjaman malah dikontak. Siapa yang ngutang siapa yang ditelepon…

Gak pengin kan mengalami hal seperti itu ketika meminjam dana? Bukan berarti gak boleh pinjam uang online ya, tapi pastikan kamu udah melakukan hal ini terlebih dulu:

1. Tahu aturan main dan ketentuan pelunasannya

rupiah plus
Daripada ngutang mulu, makanya duitnya ditabung aja jangan belanja mulu (Pixabay)

Coba deh kamu buka situs Rupiah Plus dan lihat bagian FAQnya. Di poin pertama aja ada pertanyaan, “Apakah informasi (data diri) saya bakal bocor?”

Jawabannya, “Kami berjanji bahwa kami gak bakal mengungkapkan informasi pribadi Anda pada pihak ketiga tanpa persetujuan dari Anda (dikecualikan pengembalian terlambat dan kebutuhan layanan).”

Dari situ aja udah jelas bahwa ada konsekuensi data diri kamu bocor ke kolektor jika telat bayar.

Dengan informasi di FAQ, seharusnya calon debitur bisa mengerti soal konsekuensi yang terjadi jika gagal bayar. Jangan main apply aja, tahu-tahu telat bayar langsung diteror.

2. Pinjam sesuai kebutuhan

Beban bunga yang ditawarkan platform-platform seperti Rupiah Plus emang besar. Bahkan bisa dibilang kelewat besar.

Makanya jika emang pengin pinjam dana di situs-situs tersebut, pinjam aja sesuai kebutuhan. Semakin besar pinjaman ya beban bunganya makin tinggi.

3. Baca terms and condition dengan cermat

rupiah plus
Jangan sampai cuek sama yang namanya terms and condition (Pixabay)

Ketika kita memasang dan melakukan registrasi pada situs penyedia pinjaman online seperti Rupiah Plus, biasanya bakal muncul terms and condition atau syarat dan ketentuan berupa izin akses membaca kontak ponsel atau lokasi.

Jika memberikan mereka akses ini, maka gak menutup kemungkinan mereka bisa tahu riwayat panggilan telepon si calon debitur.

Sebagian dari kita tentu gak bakal sadar sama konsekuensi seperti ini. Kita main setuju-setuju aja sama apa yang tertera di aplikasi tanpa baca satu kalimat pun.

Apa jadinya kalau daftar nomor ponsel yang ada di ponsel kita malah disalahgunakan? Ngeri kan?

4. Pahami hakmu sebagai debitur

Ada beberapa kategori dalam urusan kredit.

– Kredit Lancar, yaitu ketika sebuah pinjaman gak pernah mencatat ada tunggakan pembayaran cicilan oleh si debitur.
– Kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK), yaitu ketika adanya tunggakan pembayaran hingga 90 hari.
– Kredit Tidak Lancar, yaitu ketika adanya tunggakan pembayaran cicilan hingga 120 hari.
– Kredit Diragukan, ketika adanya tunggakan pembayaran cicilan hingga 180 hari.
– Kredit Macet, ketika terjadi tunggakan pembayaran cicilan hingga lebih dari 180 hari alias enam bulan.

Dalam Surat Edaran Nomor 14/17/DASP tentang Penagihan Utang Kartu Kredit, Debt collector cuma boleh menagih utang dalam kategori macet.

Mereka juga gak berhak menagih debitur secara paksa. Apalagi sampai pakai kekerasan, mempermalukan debitur, dan menyita barang.

Permasalahannya adalah pinjam uang online cuma modal KTP gak sama dengan kartu kredit yang terdaftar jelas. Oleh karena itu, ada baiknya kamu tanya ke customer care situs yang bersangkutan kapan sebuah kredit dinyatakan macet.

5. Minta mediasi dari BI jika ada gagal bayar

rupiah plus
Ketika ada mediator, setidaknya sengketa bisa berjalan lancar (Pixabay)

Semua masalah pasti ada solusinya, termasuk masalah gagal bayar. Daripada pusing dan berujung stres, minta aja mediasi perbankan dari Bank Indonesia (BI).

Lewat mediasi ini, BI bakal bertindak layaknya wasit bagi pihak-pihak yang bersengketa. Beberapa keunggulan mediasi BI ini adalah:

– Gratis
– Jangka waktu mediasi paling lama 60 hari kerja sejak penandatangan perjanjian mediasi
– Prosesnya dapat dilakukan secara informal dan fleksibel

Jalur ini emang dinilai lebih murah dan efektif. Tapi gak semua kasus bisa dimediasi juga. Buat lebih jelasnya, kamu bisa datangi aja kantor Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan di Menara Radius Prawiro Lt.20, Jl. MH. Thamrin No.2 Jakarta.

Itulah lima hal yang mesti kamu lakukan jika emang harus meminjam dana di platform pinjaman online modal KTP seperti Rupiah Plus dan sejenisnya.

Situs-situs pinjam uang online seperti itu sejatinya menawarkan kredit tanpa agunan (KTA) ke pihak yang belum layak kredit dari bank. Udah gitu proses pencairannya juga cepat banget, dalam hitungan menit atau jam bisa cair. Risiko kerugian atas gagal bayar yang mereka tanggung juga gede karena gak ada jaminan.

So, soal penagihan bisa aja mereka terlewat batas. Jangan biarkan juga dirimu jadi korban peristiwa seperti Rupiah Plus itu dengan mengikuti lima petunjuk di atas.