Pinjam KTA Buat Bantu Orangtua Boleh Aja, Tapi Perhatikan 5 Hal Ini

Sebagai anak, tentu kita wajib membantu orangtua. Tapi kadang muncul dilema jika bantuan itu berkaitan dengan finansial, apalagi jika kita sendiri masih belum mapan.

Misalnya ketika kita baru bekerja 1-2 tahun, lalu orangtua yang sudah pensiun tertimpa masalah. Rangka atap rumah dan kusen diserang rayap, misalnya. Walhasil, rumah mesti dibongkar dan rangkanya diganti baru.

Orangtua sudah gak punya penghasilan tetap karena berstatus pensiunan. Mau tak mau kita mesti ikut memikirkan dana renovasi. Toh, itu rumah kita juga.

Masalahnya, kondisi finansial kita sendiri juga belum stabil. Salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah mengambil pinjaman, dalam hal ini adalah kredit tanpa agunan (KTA).

Kredit tanpa agunan adalah pilihan paling realistis karena gak mensyaratkan jaminan. Jelas kita belum punya aset yang memadai sebagai jaminan kredit.

Tapi pilihan ini gak bisa serta-merta diambil. Tetap harus berhati-hati dan realistis, ya. Jangan sampai niat mulia ini justru menjadi malapetaka di kemudian hari.

Kalau memang berniat mengambil KTA untuk membantu orangtua, penting buatmu untuk melakukan lima langkah berikut ini:

1. Hitung nilai cicilan ideal

pinjam KTA buat bantu orangtua
Ayo jangan malas kalkulasi ya, nanti tepok jidat kalau lihat tagihan! (Hitung Cicilan / cvdior)

Idealnya, cicilan per bulan gak membebani keuangan. Porsi yang disarankan adalah 30 persen dari penghasilan. Misalnya pendapatan Rp 5 juta, artinya nilai utang ideal adalah sekitar Rp 1,6 juta.

Jangan sampai pos utang kamu melewati angka ini. Kalau seandainya udah ada cicilan lain, seperti kartu kredit atau perangkat elektronik, jangan lupa masukkan juga ke dalam hitungan. Dari sini, kamu baru bisa menentukan batas aman plafon dan tenor KTA yang bisa kamu ambil.

2. Cari bunga yang paling kompetitif

Dari sekian banyak bank yang menawarkan produk KTA, kamu bisa mengerucutkan pilihan ke KTA dengan bunga paling kompetitif. Bisa riset di Internet dan cek di situs-situs perbandingan.

Saat ini kita bisa langsung pinjam KTA via online. Tapi gak ada salahnya telepon dulu ke pihak bank untuk lebih mendapat kepastian syarat dan ketentuan pinjaman.

3. Pilih tenor pendek

Mengingat kamu masih muda dan pastinya masih memiliki banyak kebutuhan ke depannya, sebaiknya pilih KTA dengan tenor pendek. Tujuannya adalah agar beban bunga tidak terlalu besar dan cicilan KTA tidak terlalu lama membebani keuangan.

Tenor yang panjang memang akan membuat cicilan per bulan lebih kecil. Tapi bakal butuh waktu lebih lama untuk melunasinya. Artinya, risiko gagal bayar pun lebih besar, misalnya jika di tengah periode cicilan terjadi musibah yang juga membutuhkan banyak dana.

pinjam KTA buat bantu orangtua
Tahu Gundala Putra Petir kan? Nah, kalau perlu pinjam KTA yang tenornya secepat Gundala alias gak pakai lama hehehe (Gundala / liputan6)

4. Plafon sesuai dengan kemampuan

Bukan berniat membantu setengah-setengah, tapi kita perlu realistis dengan meminjam KTA sesuai dengan kemampuan finansial. Kalau memaksakan pinjam dalam jumlah besar, ujung-ujungnya malah bisa nyusahin orang tua kalau kamu gak sanggup bayar cicilan tiap bulan.

Emang mau centeng datengin rumah orangtua buat nagih utang? Yang ada mereka malah ikutan stres. Makanya ambil plafon sesuai kemampuan saja, dengan dasar perhitungan cicilan tiap bulan maksimal 30 persen dari pendapatan.

Bila punya saudara kandung, bisa patungan untuk meringankan beban. Kalau masih kurang, kamu bisa pinjam teman dekat atau saudara lain.

Kita ambil contoh simulasi KTA dari Standard Chartered. Dengan bunga 19,08 persen per bulan, tenor satu tahun, dan besar KTA yang akan diambil Rp 15 juta, cicilannya adalah Rp 1.488.500.

Bila gaji kita Rp 5 juta dan gak punya tanggungan cicilan lain, angka itu sesuai dengan kemampuan bayar. Kita bisa manfaatkan situs yang memberikan tabel simulasi untuk mendapatkan angka cicilan per bulan. Pastikan cicilan itu gak melebihi Rp 1,6 juta, atau 30 persen dari pendapatan, bila kita bergaji Rp 5 juta.

5. Cari yang gak ada biaya penalti untuk pelunasan dipercepat

Namanya rezeki, suka datang tiba-tiba tanpa terduga. Berhubung kamu juga masih muda, peluang untuk mendapatkan karier yang lebih baik pun masih terbuka lebar.

pinjam KTA buat bantu orangtua
Kalau tendangan penalti sih seru ya, nah kalau kena denda penalti alias bayar ekstra biaya? Ogah dong! (Tendangan Penalti / viva)

Nah ketika misalnya kamu mendapatkan kenaikan gaji atau pindah kerja ke tempat yang lebih baik, bukan gak mungkin kamu ingin melunasi KTA lebih cepat dari waktu jatuh tempo. Makanya, pilih produk KTA yang membebaskan biaya denda untuk pelunasan dipercepat. Misalnya, KTA ANZ Moneyline, BNI Cerdas, atau Panin Kredit Express.

Sebelum mencari pinjaman, hitung dulu berapa kira-kira dana yang dibutuhkan. Dalam kasus renovasi rumah di atas, tentukan material yang akan dipakai dan tarif tukang untuk mendapatkan angka yang diperlukan.

Jangan sungkan negosiasikan harga, terutama dengan tukang. Intinya, keputusan mencari pinjaman harus diambil dengan perencanaan matang. Gak bisa main-main kalau berurusan dengan uang, karena berkaitan dengan masa depan.

CTA Standard Chartered

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Buat yang Lagi Butuh Dana, Ini Dia 5 Produk KTA dengan Bunga Terendah]

[Baca: KTA Syariah dan Konvensional, Mana yang Lebih Baik?]

[Baca: Kamu Boleh Ngajuin KTA Kalau…]