Pindahan Rumah? Mesti Pinter-Pinter Pilah Barang Nih

Pindahan rumah memang ribet, tapi kadang harus dilakukan karena suatu hal. Habis beli rumah baru, misalnya.

Perasaan senang punya rumah dan bayangan akan capeknya pindahan pasti membayangi. Satu hal yang sering bikin ribet adalah memutuskan apa barang yang harus dibawa dan ditinggalkan.

Mau dibawa kok susah, tapi kalau ditinggalkan kok sayang. Begitu kira-kira yang ada di pikiran.

Gak usah bingung-bingung, nanti malah gak jadi-jadi pindahannya. Mungkin panduan pindahan rumah berikut ini bisa dijadikan acuan:

Yang Harus Dibawa

1. Perabot dapur

Perabot dapur adalah “nyawa” suatu hunian. Apa jadinya rumah kalau gak ada kompor, wajan, panci, dan kawan-kawan? Perabot yang kecil tapi penting itu harus dibawa.

Setelah yang kecil-kecil, barulah beralih ke yang besar. Misalnya kulkas, microwave, toaster, blender, sampai oven. Lihat kira-kira mana yang gak susah mindahinnya, terutama kalau punya oven jadul segede gaban.

pindahan rumah
Lihat di dapur, ambil yang gampang diambil dulu (uae.chizzin.com)

[Baca: 5 Cara Beli Rumah Tanpa Melalui Skema Riba]

2. Dekorasi sederhana

Barang dekorasi seperti tirai, pajangan, jam, hingga boneka juga sebaiknya dibawa. Namun khusus untuk pajangan, pertimbangkan kerentanannya. Akan berisiko kalau pajangan itu terbuat dari kaca atau material semacamnya yang gampang pecah.

Jika pajangannya kecil, bisa dijadikan satu lalu dibungkus kain dan dimasukkan ke kotak untuk mencegah jatuh dan pecah. Dekorasi seperti lampu berdiri dan tiang gantung jaket bisa dipertimbangkan untuk ditinggal kalau makan tempat.

3. Barang kenangan

Yang tak boleh dilupakan harus dibawa adalah barang kenangan, misalnya foto mantan, eh, foto keluarga. Juga barang peninggalan keluarga, seperti piring zaman perjuangan punya embah.

Meski gak lagi digunakan, barang-barang itu punya nilai sentimental yang gak bakal tergantikan.

Namun kadang ada barang kenangan yang justru mengingatkan akan pengalaman buruk. Nah, momen pindahan rumah ini adalah saat yang tepat untuk menyingkirkannya.

pindahan rumah
Daripada bikin baper, barang dari mantan mending sumbangin aja lah (idntimes.com)

4. Furnitur dan elektronik

Barang furnitur seperti kursi, meja, dan sofa sebaiknya dibawa. Gak mungkin dong waktu udah pindahan di hunian baru lesehan. Terima tamu lesehan, makan lesehan, kasihan kakek-nenek yang susah duduk-berdiri nanti.

Adapun barang elektronik yang harus dibawa, utamakan yang penting. Misalnya televisi dan setrika. Barang yang besar dan susah dibongkar sebaiknya ditinggalkan.

[Baca: 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Beli Rumah]

Yang Harus Ditinggalkan

1. AC dan kipas angin gantung

pindahan rumah
Memasang dan melepas AC itu gak gampang. Mending ganti baru kalau udah jadul (socimage.com)

Dua barang elektronik itu susah bongkarnya, susah pula pasangnya. Bila mau simpel, tinggalkan saja lalu beli baru buat hunian yang baru.

Tapi poin ini bisa jadi gak berlaku kalau kamu adalah teknisi bongkar-pasang AC. Pasti gampang saja mau bongkar dan pasang AC di mana pun dan kapan pun.

2. Pot tanaman besar

Buat yang hobi mengoleksi dan merawat tanaman, pot yang besar-besar bisa dipertimbangkan untuk ditinggalkan. Pot pohon beringin, misalnya. Eh, beringin gak pakai pot ya.

Pokoknya pot berukuran besar sebaiknya gak usah dibawa pas pindahan rumah. Terlebih bila pindahannya jauh dari lokasi sekarang.

3. Toren

Toren alias penampung air juga mending beli baru saja. Selain susah nyopotnya, bakal makan tempat kalau dibawa pindahan.

Apalagi bila torennya ukuran terbesar. Kalau beli baru, toren yang lama juga bakal masih bisa difungsikan pemilik baru hunian yang kamu tinggalkan sekarang.

Itulah sederet contoh barang yang sebaiknya dibawa dan ditinggalkan ketika pindahan rumah. Intinya adalah bawa yang gampang, dan tinggalkan yang susah.

Tapi tentunya ada catatan khusus, yakni barang yang ditinggalkan itu masuk komponen penjualan kalau hunian yang lama itu akan dijual. Misalnya rumah yang akan ditinggalkan harganya Rp 300 juta.

Karena ada sederet barang yang ditinggalkan, harganya jadi Rp 305 juta. Hal ini perlu dikomunikasikan dengan si pembeli agar sama-sama ngerti. Lumayan buat tambah-tambah beli barang yang baru di hunian baru.

[Baca: 4 Kerugian Beli Rumah dengan KPR, Ini Solusinya]