Pilih Mana, Kirim Lewat Jasa Pos/Konvensional atau Transportasi Berbasis Aplikasi

Boleh disebut, jasa layanan kirim paket sudah jadi kebutuhan. Dulu sih hanya mengandalkan Pos Indonesia. Sekarang, wah sudah banyak banget. Misalnya saja JNE, Tiki, Wahana, dan lain-lain.

 

Itu baru yang konvensional lho. Kini jasa layanan kirim makin diramaikan dengan kehadiran jasa kurir atau antar barang dan ojek. Sebut saja Go-Jek, GrabExpress, Wheel Line Jakarta, TopJek, OjekArgo, dan lain sebagainya.

 

Tentunya sebagai konsumen makin diuntungkan dengan kehadiran banyaknya pemain layanan jasa antar paket atau barang ini. Sudah enggak dimonopoli Kantor Pos seperti zaman dulu.

 

Kehadiran mereka pas banget di tengah tren belanja online. Layanan jasa pengiriman pun mengikuti gaya hidup yang serba online. Cukup utak atik di smartphone, tracking paket sampai cari tahu ongkos kirim pun jadi mudah dilakukan.

 

[Baca: 5 Barang yang Sebaiknya Tak Beli Secara Online]

 

Semua jasa layanan kirim/paket yang disebutkan itu sudah punya aplikasi yang bisa di-install di smartphone. Ini yang memudahkan konsumen. Hampir semua layanan di situ tersedia.

 

Awalnya terlihat memberi kemudahan. Tapi berikutnya bikin puyeng memilih mengingat pemain jasa layanan kirim itu jumlahnya makin banyak.

 

Secara garis besar, sebenarnya jasa layanan kirim paket itu terbagi dalam dua kelompok. Pertama yang konvensional seperti Kantor Pos, JNE, TiKi, Wahana. Kedua, jasa pengiriman berbasis transportasi online seperti Go-Jek, Grab Express, OjekArgo, dan sejenisnya.

 

[Baca: 5 Fakta Jadi Driver Go-Jek Bisa Dapat Tambahan Penghasilan]

 

Terus apa plus dan minus antara yang konvensional dengan transportasi online? Oke dimulai dari yang konvensional dulu ya

 

Jaman dulu mungkin pak pos yang paling ditunggu, sekarang udah buanyak jasa pengiriman

 

Jasa pengiriman barang konvensional

Hampir semua pemain di jasa pengiriman barang konvensional sudah melengkapi layanannya dengan aplikasi mobile. Biar gampang sebut saja aplikasi kurir. Lewat aplikasi ini, pengguna dapat melakukan berbagai hal seperti melacak kiriman (tracking), mencari informasi ongkos kirim, jenis layanan, dan lain sebagainya.

 

Berikut ini alasan pilih jasa ini.

 

1.Tersedia aplikasi di smartphone

Rata-rata jasa pengiriman konvensional sudah melengkapi layanannya via aplikasi. Mungkin baru terbatas untuk pengguna Android seperti Pos Indonesia. Meski begitu, kehadiran aplikasi ini memudahkan pengguna.

 

2.Jam terbang tinggi

Mereka memang spesialis di bidang kurir karena jam terbangnya dalam dunia kurir sudah panjang. Selain itu layanannya pun beragam. Mau kirim dokumen atau barang mulai dari sebesar kotak sabun atau segede gajah pun bisa.

 

3. Tarif berdasarkan volume maupun jenis layanan

Dari segi tarifnya pun beda-beda tipis. Pastinya, besaran tarifnya sangat tergantung dengan jenis barang yang diantar dan kecepatannya. Misalnya kirim kilat pasti tarifnya lebih tinggi dari yang regular.

 

4. Jangkauan yang luas

Benefit lainnya adalah keterjangkauannya. Mau kirim apapun lewat jasa kurir konvensional ini bisa dilakukan. Entah tujuan kota-kota di dalam negeri sampai luar negeri.

 

[Baca: Mau Impor Barang dari Luar Negeri tapi Bete Besaran Pungutannya?]

 

5.Kiriman diasuransi

Demi kenyamanan dan keamanan barang yang dikirimkan, rata-rata sudah dilengkapi asuransi. Dengan begitu, risiko rusak atau hilang bukan jadi masalah serius

 

transportasi

Packing yang aman memang keharusan, kamu gak tau bakal diapakan paketmu selama perjalanan

 

 

6. Packing

Perlakuan terhadap barang yang hendak dikirim cukup bagus. Misalnya dipacking plastik bila dokumen, dibuatkan peti khusus jika yang dikirim barang elektronik atau pecah belah.

 

Tapi tetap ada kelemahan lho yang mesti dipertimbangkan juga.

 

1.Datang ke gerai

Bila berniat kirim barang, praktis mesti mendatangi gerai jasa kurir terdekat. Iya kalau dekat, kalau rada jauh? Meski begitu, kelemahan ini sudah ditutupi sebagian jasa layanan kurir dengan menerapkan kebijakan jemput bola alias mendatangi konsumen.

 

2. Waktu antar barang

Pengguna sama sekali tak punya kebebasan menentukan waktu pengiriman barang. Praktis, waktu kedatangan paket pun tak bisa diduga kepastiannya. Yang bisa dilakukan hanyalah me-tracking posisi barang sudah ada di mana.

 

3. Bila alamat tak ketemu, barang dikirim ke alamat pengirim

Jika alamatnya tak bisa ditemukan oleh si kurir, dia tidak akan menelpon nomor yang tertera di paket. Sebaliknya  akan dibawa pulang lagi dan kadang pengguna harus ke kantornya.

 

4. Pelayanan customer service kurang memuaskan

Sudah menjadi rahasia umum kadang komplein dari pengguna kurang direspons sebagaimana mestinya. Cukup banyak aduan dari pengguna mengenai hal ini.

 

Jasa pengiriman via transportasi berbasis aplikasi

Oke, sekarang masuk ke jasa pengiriman barang via transportasi berbasis aplikasi. Nah, kira-kira apa keuntungannya ketimbang yang konvensional?

 

1.Simple dan cepat

Ini harus diakui, memanggil kurir transportasi online sangat serderhana dan cepat. Cukup panggil dan mencantumkan alamat tujuan barang, dalam tempo kurang dari 30 menit bakal datang.

 

tranportasi 3

Pakai jasa transportasi berbasis aplikasi memang praktis banget, tapi cuma bisa dalam kota doang

 

 

2. Waktu tiba bisa diprediksi

Kelebihan yang paling kentara adalah soal kepastian waktu. Pengguna bisa melacak posisi barang dengan presisi karena driver transportasi online dilengkapi GPS. Alhasil, waktu tiba barang pun dengan mudah diprediksi dengan akurat lantaran informasi yang tersaji real time.

 

3.Aman

Lantaran posisi kurir bisa di-tracking, maka keamanan barang tiba ditujuan pun terjamin. Bila ada apa-apa di jalan bisa menghubungi secara langsung.

 

4. Mudah komunikasi

Bila kurir mengalami kesulitan mencari alamat yang dituju, maka dia bisa langsung menghubungi pengguna. Dengan begitu pengguna bisa memandu atau memutuskan hal yang lain.

 

Kekurangan jasa transportasi online

1.Daya jangkau terbatas

Daya jelajah layanan transportasi online sangat terbatas. Hanya bisa mengirimkan barang atau paket dalam satu kota atau hanya di kota-kota tertentu.

 

2. Tarif berdasarkan jarak

Tarif yang dikenakan berdasarkan jarak dari alamat pengirim ke alamat tujuan. Jadi hitungannya per kilometer. Jatuhnya bisa mahal jika barang yang dikirim volume atau bobotnya kecil.

 

3. Baru tersedia di kota-kota tertentu

Layanan jasa transportasi online belum merata. Kebanyakan beroperasi di kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Semarang.

 

tranportasi 4

Size kiriman juga ngaruh loh! Kalau makin gede ya kasihan juga tukang gojek-nya

 

 

Terus gimana dong? Ya kesimpulannya ketika memutuskan mau gunakan apa untuk pengiriman barang atau paket sangat tergantung dengan kebutuhan. Bila kiriman dengan tujuan keluar kota atau luar negeri, bisa pilih yang konvensional. Tentu pertimbangannya lebih murah.

 

Lain halnya jika yang dituntut adalah kecepatan dan masalah waktu begitu krusial, pilihannya bisa jatuh pada jasa transportasi online. Mahal sedikit enggak apa-apa asalnya ada kepastian waktu tibanya.

 

 

 

Image credit:

  • http://www.isigood.com/wp-content/uploads/2015/04/MobilPosIndonesia.png
  • http://i1341.photobucket.com/albums/o759/Storindo/2014-10-09%2017.02.54_zps1m038knc.jpg
  • http://image.iyaa.com/article/2015/07/__icsFiles/afieldfile/2015/07/06/gojek.jpg
  • http://2.bp.blogspot.com/-uHky3fDei4A/VYGSIwXlWsI/AAAAAAAAJBY/3gvYvJ5Q0z0/w1200-h630-p-nu/gojek.jpg