Pilih Mana, Jual Sendiri atau Pakai Jasa Broker Rumah?

 

Menjual rumah gak kayak jualan kacang goreng. Kalau jual kacang, cari tempat keramaian terus nongkrong aja. Pasti ada pembeli yang nyamperin.

 

Tapi kalau yang dijual rumah, mungkin baru bisa laku berminggu-minggu atau berbulan-bulan kemudian. Atau malah gak laku-laku.

 

Itulah kenapa muncul jasa broker rumah. Broker juga sering disebut perantara, agen, atau makelar. Dengan pakai jasa broker, kita seperti punya tangan baru buat nawarin properti itu.

 

Tapi jasa broker gak gratis tentunya. Soalnya ini berhubungan dengan keahlian menawarkan barang dagangan.

 

Selain itu, broker juga menjadi seperti sales buat kita yang mau jual rumah. Dia mungkin keluar biaya buat pasang iklan di Internet atau bikin spanduk.

 

[Baca: Perhatikan Jembrengan Biaya dalam Transaksi Jual Beli Rumah atau Properti Lainnya]

 

Meski demikian, gak sedikit orang yang anti terhadap jasa broker. Penyebabnya, broker sering dituding menaikkan harga rumah yang dijual terlalu tinggi. Sudah begitu, dia masih mengutip komisi.

 

Untuk melihat masalah ini lebih jelas, mari kita bandingkan jualan rumah pakai jasa broker dan jual sendiri.

 

Keuntungan pakai broker

  1. Lebih cepat terjual

Biasanya broker sudah punya jaringan untuk memasarkan properti. Jadi, mereka lebih bisa menjangkau calon pembeli yang berminat dengan spesifikasi rumah.

 

jasa broker rumah

Jasa broker memang cepat tapi butuh komisi

 

  1. Ngirit tenaga dan waktu

Tenaga dan waktu buat nawarin rumah bisa diirit. Tinggal ngasih spek rumah ke broker, yang jalan buat nawarin rumah itu ya si broker. Kita tinggal tunggu pembeli di rumah.

  1. Gak terganggu telepon

Jika pakai broker, kita gak perlu ngumumin nomor telepon pribadi. Artinya, kita bebas dari gangguan orang yang sekadar nanya harga. Calon pembeli bisa langsung menghubungi broker tersebut.

 

Kelemahan pakai broker

  1. Bayar komisi

Komisi buat jasa broker wajib hukumnya. Menurut Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 33/M-DAG/PER/8/2008 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, komisi buat broker minimal 2 persen. Besarannya bisa dinegosiasikan di awal.

  1. Ada risiko tertipu

Umumnya broker mengurus segala hal seputar jual-beli, termasuk sertifikat. Yang bahaya, broker meminta sertifikat asli lalu malah berbuat gak bener, misalnya menggadaikannya. Jadi, harus selektif memilih broker.

 

jasa broker rumah

Jual rumah sendiri tanpa perantara mungkin butuh waktu

 

  1. Terikat

Kalau sejak awal sudah menghubungi broker untuk meminta bantuan menjual rumah, berarti sudah ada ikatan. Apalagi jika broker itu bernaung di bawah perusahaan berbadan hukum. Artinya, jika ada pembeli yang datang tanpa lewat broker, proses jual-beli tetep melibatkan broker tersebut.

 

Keuntungan jual sendiri

  1. Gak keluar duit komisi

Tanpa broker, artinya proses jual-beli bisa kita lakukan sendiri tanpa keluar duit komisi. Angka 2 persen lumayan, meski jasa broker bisa lebih bernilai dibanding komisi yang diberikan.

  1. Bisa ubah harga sepihak

Jika pakai broker, kita mesti menghubunginya jika mau merevisi harga. Beda dengan jual sendiri, kita bebas kapan saja mau revisi harga, entah naikin atau nurunin.

 

Kelemahan jual sendiri

  1. Repot urus iklan

Jadi tenaga marketing buat rumah sendiri bisa merepotkan. Bisa sih hanya nempel tulisan “DIJUAL” di pagar rumah. Tapi jangkauan akan lebih luas jika pasang iklan di lokasi lain, misalnya forum jual-beli di Internet.

  1. Harus selalu stand by

Kita mesti siap angkat telepon dari calon pembeli. Entah orang itu bener serius mau beli atau sekadar iseng. Bisa jadi di kala tengah malam telepon bunyi, soalnya kita pasang nomor pribadi itu di tempat umum.

  1. Urus surat sendiri

Broker bakal menguruskan segala dokumen jual-beli, termasuk biayanya. Jadi, kita harus siap sibuk urus masalah notaris, bank, dan lain-lain jika jual sendiri.

 

[Baca: Mau Jual Beli Rumah, Wajib Kenalan dengan PBB, NJOP dan BPHTB]

 

Kesimpulan

Melihat perbandingan di atas, masing-masing pilihan jual rumah sendiri atau pakai jasa broker punya kelebihan dan kekurangan. Namun, memakai jasa broker tampak lebih menguntungkan.

 

Komisi 2 persen tak seberapa jika dibandingkan dengan kerepotan jual rumah sendiri. Untuk mengantisipasi kecurangan broker, kita bisa cari broker yang bernaung di bawah perusahaan dan punya sertifikat.

 

Ada Asosiasi Real Estate Broker yang punya anggota kredibel dengan bukti sertifikat. Bahkan kita juga bisa bikin perjanjian dulu dengan broker bahwa jika ada pembeli yang datang langsung tanpa melalui broker, bisa diterima.

 

Tapi perjanjian ini harus dibuat sebelum broker bekerja, ya. Bukan di tengah jalan.

 

Dengan pakai broker, selaku penjual kita hanya terima jadi. Gak perlu ke sana-kemari cari calon pembeli. Apalagi jika butuh jual rumah cepat. Bisa capek nunggu rumah laku tanpa broker.

 

 

 

Image credit:

  • http://2.bp.blogspot.com/-fOfKNyhtYTk/Tn2i5r–TWI/AAAAAAAASoU/b2fOTgL7oIM/s1600/real_estate_offer_with_house.jpg
  • http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/87655/big/penjualan-rumah-amerika130212b.jpg