Pilih Kartu Kredit Syariah atau Konvensional Ya? Kenali Dulu Perbedaannya Nih!

Indonesia mengenal dua jenis perbankan, yaitu syariah dan konvensional. Karena itulah produk perbankan pun dibagi menjadi dua jenis itu, termasuk kartu kredit.

Kita sebagai konsumen bebas mau pilih kartu kredit syariah atau konvensional. Keduanya menggunakan konsep kartu kredit yang berbeda, tapi intinya tetap sama.

Kartu kredit syariah dan konvensional sama-sama berfungsi sebagai alat pembayaran. Transaksi dilakukan secara non-tunai. Kelak tagihan baru dilunasi setelah datang tiap bulan.

kartu kredit syariah atau konvensional
Sebelum menentukan mau ajukan yang mana, pahami dulu ya (perbankan syariah/BSDM)

Tapi produk dari syariah gak dinamai “kartu kredit”, melainkan syariah card. Hal ini sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No. 54/DSN-MUI/X/2006 tentang Syariah Card.

Dalam fatwa itu diterangkan seluk-beluk kartu kredit syariah yang dinamai syariah card. Karena memakai konsep syariah, penggunaan kartu itu pun berbeda dengan kartu kredit pada umumnya, termasuk biaya yang dikenakan.

Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas, berikut ini poin perbedaan kartu kredit syariah dan konvensional:

Kartu kredit syariah

1. Tidak ada bunga ketika terlambat bayar tagihan atau bayar minimum.

2. Tidak boleh dipakai untuk transaksi yang gak sesuai dengan syariah, misalnya beli minuman keras dan transaksi riba

3. Ada iuran keanggotaan bulanan

Kartu kredit konvensional

1. Ada bunga jika tagihan gak dilunasi

2. Bebas digunakan untuk transaksi apa pun asalkan legal

3. Iuran keanggotaan tahunan, umumnya gratis pada 1-2 tahun pertama

Di luar tiga poin perbedaan itu, ada satu hal yang menjadi ciri khusus syariah card, yakni adanya empat macam akad:

– Kafalah: bank penerbit kartu menjadi penjamin apa pun transaksi nasabah. Sebagai timbal balik, bank memperoleh imbalan alias ujrah.

– Qardh: bank penerbit memberikan pinjaman kepada nasabah atas tiap transaksi tarik tunai yang dilakukan.

– Ijarah: bank penerbit kartu memberikan layanan kepada nasabah, sehingga berhak mendapat imbal balik berupa iuran keanggotaan dari nasabah.

– Sharf: akad ini hanya untuk penggunaan kartu kredit syariah di luar negeri atau dalam mata uang asing.

Mana yang Lebih Baik?

Berdasarkan penjelasan di atas, kartu kredit syariah alias syariah card lebih minim biaya. Khususnya biaya berupa bunga keterlambatan. Meski begitu, kartu kredit konvensional pun gak akan mengenakan bunga jika bayar tagihan tepat waktu.

Jika pertanyaannya adalah mana yang lebih baik, tentu keduanya sama baik. Masing-masing punya segmen tersendiri.

Tinggal kita selaku nasabah yang memutuskan hendak memakai kartu kredit syariah atau konvensional. Ingat, seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit tanpa agunan (KTA), kartu kredit syariah juga bisa diakses nasabah non-muslim. Yang penting, taati aturan yang berlaku.

kartu kredit syariah atau konvensional
Yuk bandingkan mana yang lebih pas (bandingkan/stevelaube)

Saat ini sudah ada sejumlah bank syariah atau unit bank syariah yang menerbitkan syariah card. Di antaranya CIMB Niaga Syariah dan BNI Syariah.

Sebenarnya pionir syariah card di Indonesia adalah Dirham Card dari Bank Danamon. Untuk mengetahui update produk ini, bisa menghubungi langsung bank yang bersangkutang, karena pertama kali terbit pada 2007.

Adapun kartu kredit konvensional lebih luas segmen pasarnya. Merchant yang bekerja sama pun lebih banyak karena aturan yang gak terlalu ketat.

Informasi kartu kredit konvensional lebih mudah ditemukan karena saking banyaknya produk yang disediakan bank. Bahkan apply lewat online pun sekarang bisa.

kartu kredit syariah atau konvensional
Apapun kartu kreditnya, tagihannya harus dibayar lunas ya (kartu kredit/versus battle)

Apa pun pilihannya, satu hal yang mesti diperhatikan ketika menggunakan kartu kredit adalah tagihan mesti dibayar lunas. Meski gak ada biaya keterlambatan di kartu kredit syariah, dalam akad nasabah diminta selalu bayar tepat waktu.

Jadi, karena gak ada biaya, bukan lantas bebas mau bayar tagihan seenaknya. Tanggung jawab dan disiplin diri mutlak diperlukan agar manfaat kartu kredit bisa diserap sepenuhnya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Pengajuan Aplikasi Kartu Kredit Online Itu Sebenarnya Aman Ga Sih? Ngeceknya Gimana?]

[Baca: KTA Syariah dan Konvensional, Mana yang Lebih Baik?]

[Baca: Kamu Yakin Cicilan KPR Syariah Lebih Murah? Baca Ini Dulu Deh]