Persiapan Sebelum Memilih Berkarir Layaknya Diplomat Muda Nara Masista Rakhmatia

Joss gandos banget yang namanya Nara Masista Rakhmatia. Cewek cantik berambut panjang ini baru-baru ini jadi pusat perhatian publik. Cantiknya memang tetap wajib diperhatiin, tapi yang porsi perhatiannya rada gede itu sama aksinya di panggung dunia.

Sebagai diplomat muda, kiprah Nara di kancah internasional menarik perhatian setelah memberi hak jawab atas kritik negara-negara Kepulauan Pasific terhadap Indonesia.

“Laporan bermotif politik mereka dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di Provinsi Papua Barat, yang telah secara konsisten terlibat menghasut kekacauan publik dan dalam melakukan serangan teroris bersenjata.”

Begitu terjemahan bebasnya pidato cewek berusia 34 tahun di depan peserta Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa beberapa waktu lalu. (Just info aja, aslinya dia ngomongnya dalam bahasa Inggris. LIhat aja di YouTube)

Alhasil, berita seputar Nara jadi viral di Tanah Air. Gaya bicara, intonasi suara, plus sorotan mata yang tajam saat menyampaikan hak jawab Indonesia, langsung jadi topik seru netizen. Semuanya dikulitin.

Rata-rata pujian yang dilayangkan ke dia. Sudah cantik, muda, bela negara, tampil di forum dunia, dan deretan pujian lainnya.

persiapan sebelum memilih berkarir
Sudah cantik, cerdas dan berani, siapa yang mau tiru jejak Nara nih! (Nara Masista Rakhmatia / aws-dist)

Di luar kehebohan aksi Nara, tetiba jadi idola dan jadi rujukan pas buat yang kepikiran ikuti jejaknya berkarir sebagai diplomat.

Jelas jadi idola mengingat jadi diplomat adalah orang pilihan. Apalagi banyak orang yang sadar kalau berkarir sebagai diplomat enggak gampang.  Meski sandang status sarjana jebolan HI pun bukan jaminan.

Kerja di Deplu jadi pintu masuk buat yang ngarep jadi diplomat. Eh tapi, yang mau kerja di sana bejibun. Saking bejibunnya, rada mirip-mirip kontes Idol. Dari sekian puluhan ribu yang antre melamar, cuma sekian ratus aja yang diterima.

Itulah kenapa profesi diplomat punya prestise tersendiri. Jadi wakil negara yang kerjaannya ditambah bonus plesiran keluar negeri.

Udah tahu kerjaan diplomat, syaratnya, sampai risikonya apa aja?

Sudah pasti, Nara enggak ujug-ujug ditunjuk wakili Indonesia di forum dunia. Pasti ada pertimbangan di belakangnya kenapa Nara yang maju menjawab tudingan miring negara lain.

Tapi apa itu aja kerjaan Nara sebagai diplomat? Ya enggak sederhana itu. Kerjaan diplomat lumayan susah-susah gampang kalau enggak mau disebut gampang-gampang susah.

Kalau mengacu sama job desk dari Kemenlu, diplomat itu kerjaan utama melaksanakan tugas dan fungsi wakili negara. Enggak ketinggalan ikut pula bertanggung jawab dalam perundingan antarnegara.

persiapan sebelum memilih berkarir
Siapa sih yang gak mau bertemu dengan perwakilan negara lain? (Pertemuan Wakil Negara / Blogspot)

Selain itu melindungi kepentingan negara dan warga negara. Seringkali pula bertugas membangun kerjasama dan membangun jaringan ke negara-negara lain dalam tugas mempromosikan ekonomi, budaya, wisata, dan lain-lain.

Diplomat itu berkantor di Kemenlu atau Perwakilan Kemenlu di luar negeri. Artinya, ya melalang buana deh.

Cuma ada syaratnya. Lulus sarjana dulu. Kemenlu mensyaratkan lulusan Hubungan Interasional, Sastra, Ilmu Komunikasi, atau Ilmu Politik. Yang enggak kalah penting lulus tes rekrutan Kemenlu yang seabreg-abreg.

Selain sektor akademik, kemampuan berkomunikasi dan wawasan juga penting diasah. Ada baiknya bikin simulasi ujian tes Kemenlu. Kalau perlu ajak temen-temen.

Misalnya simulasi tes akademik, tes psikologi sampai tes wawancara biar ada modal percaya diri ngerjain pas ujian beneran. Biasanya yang jadi bahan wawancara itu seputar risiko jadi diplomat, isu pengungsi dan pencari suaka, hukum internasional.

Enggak usah takut salah jawab. Cobalah bermain diplomatis ketika tersudut dengan pewawancara. Katakanlah belum riset sejauh itu saat disinggung topik nasib pengungsi.

Tambahan lagi, asah juga skill public speaking. Penting juga tuh. Maklumlah, ada tata karma diplomatik yang mesti dikuasai. Penggunaan gaya bahasa yang santun karena jadi aturan tak tertulis sebagai bagian dari tata krama pergaulan.

persiapan sebelum memilih berkarir
Mas, public speaking ya, jangan nyanyi hehehe (Public Speaking / Hubspot)

Kebanyakan gaya bahasa diplomat cenderung memilih gunakan kata atau kalimat tak langsung dalam menyampaikan pendapat plus ditambah ekspresi khusus. Tujuannya agar lawan bicara enggak mudah tersinggung.

Jangan lupa juga cek penampilan. Ingat ya, diplomat itu wakil negara. Jadi jangan sembarangan dalam urusan penampilan. Camkan dalam-dalam, first impression matter!

End of the day, selamat mengejar mimpi jadi seorang diplomat!

 

 

Yang terkait artikel ini:

6 Hal Sepele Sumber Kehancuran Karir

Buat Apa Buru-buru Resign Pas Ngerasa Karir Mentok

Jadiin Deadline Kerjaan sebagai Booster Karir di Masa Depan