Pernah Jadi Wali Kota Depok, Segini Aset Kekayaan Nur Mahmudi Ismail

Lama gak kedengaran namanya sejak terakhir meninggalkan jabatannya sebagai Wali Kota Depok selama dua periode, nama Nur Mahmudi Ismail kembali mencuat. Kali ini bukan karena kaitannya dengan Pemilu 2019, melainkan penetapan dirinya sebagai tersangka kasus korupsi.

Berita ini mencuat begitu Polrestas Depok mengumumkan status Nur Mahmudi Ismail sebagai tersangka. Ia bersama mantan Sekda Kota Depok Harry Prihanto disangkakan terlibat dalam kasus korupsi pengadaan tanah Jalan Raya Bogor dan pelebaran Jalan Nangka di Depok.

Kabarnya, gara-gara korupsi yang tejadi di Kota Depok itu, negara dirugikan hingga Rp 10,7 miliar. Asal tahu aja nih, dikutip dari Detik, dana yang dipakai buat pelebaran Jalan Nangka berasal dari APBD tahun 2015 yang besarannya mencapai Rp 17 miliar.

Rupanya di balik kasus yang menyeret namanya, Nur Mahmudi Ismail diberitakan memiliki harta yang nilainya fantastis, yaitu mencapai Rp 10 miliar.

Dikutip dari LHKPN yang dilaporkannya tahun 2015, kekayaan Nur Mahmudi melonjak, di mana pada tahun 2010 sebesar Rp 3,85 miliar berubah menjadi Rp 10,12 miliar pada tahun 2015. Rupanya aset-aset ini yang bikin ia jadi mantan pejabat yang tajir melintir. Penasaran seperti apa rincian aset Nur Mahmudi? Simak ulasannya berikut ini.

1. Beli tanah di Depok, Jakarta, dan Bogor – Rp 6,6 Miliar

Wali Kota Depok terpilih Nur Mahmudi Ismail memberikan keterangan pers setelah secara sah ditetapkan sebagai pemenang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok, Rabu, 6 Juli 2005. [TEMPO/ Gunawan Wicaksono]

Dalam LHKPN yang diserahkannya tahun 2015, Nur Mahmudi Ismail diketahui memilki banyak properti, baik dalam bentuk tanah maupun bangunan. Nilai total keseluruhan properti yang dimilikinya mencapai Rp 6.605.512.000.

Properti yang dimiliki mantan Wali Kota Depok dua periode ini gak cuma ada di Depok, tetapi juga di Jakarta dan Bogor. Tanah yang nilainya paling besar berupa tanah 16.244 meter persegi yang nilainya mencapai Rp 2.613.360.000. Tanah ini dibelinya tahun 2000.

Empat di antaranya dimilikinya setelah ia menjabat sebagai Wali Kota. Tanah terakhir yang dimilikinya berlokasi di Kota Depok dengan luas 332 meter persegi. Nilai tanah yang dibelinya tahun 2014 itu mencapai Rp 600 juta.

2. Koleksi banyak mobil – Rp 332 juta

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (tengah) dengan didampingi istri menerima ucapan selamat dari Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan (kiri) seusai acara pelantikan Walikota-Wakil Walikota Depok periode 2006-2011. [TEMPO/ Gunawan Wicaksono]

Dibandingkan dengan Gatot Nurmantyo, koleksi mobil yang dimiliki Nur Mahmudi Ismail lebih banyak. Tercatat Nur Mahmudi memiliki empat mobil plus dua sepeda motor. Nilai keseluruhan kendaraan yang dimilikinya mencapai Rp 332.500.000.

Nilai jual kendaraannya memang tak terlalu besar karena kendaraan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu adalah model keluaran lama, yakni tahun 2009.

Mobil yang paling besar nilainya dalam laporannya tersebut adalah Toyota Kijang Innova tahun 2007. Nilai mobil itu sekitar Rp 150 juta.

3. Investasi di logam mulia dan surat berharga – Rp 751 juta

Walikota Depok Nurmahmudi Ismail. [TEMPO/ Nickmatulhuda]

Nur Mahmudi Ismail juga memperkaya diri dengan berinvestasi. Ia menginvestasikan kekayaannya senilai Rp 276.040.000 dalam bentuk logam mulia. Dalam laporannya, ia mengaku berinvestasi logam mulia tahun 2014.

Selain logam mulia, mantan Menteri Kehutanan di era Gus Dur ini juga menginvestasikan kekayaannya ke surat berharga. Total investasinya di sini mencapai Rp 475 juta.

Ia mulai investasi dalam bentuk surat berharga pada tahun 2008. Yang paling besar adalah investasi surat berharga senilai Rp 125 juta pada tahun 2014.

4. Punya simpanan giro dan kas lainnya – Rp 2,43 miliar

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (tengah) membawa kotak uang penggalangan dana untuk korban tanah longsor di Banjarnegara, 16 Desember 2014. [TEMPO/STR/Ilham Tirta]

Di luar investasi, properti, dan kendaraan yang dimilikinya, Nur Mahmudi Ismail juga menyimpan kekayaannya dalam bentuk giro dan kas lainnya. Nilai simpanannya ini mencapai Rp 2.438.645.609.

Kalau dirinci, simpanannya berasal dari hasil sendiri dan warisan. Ia memiliki simpanan hasil sendiri yang mencapai Rp 2.420.435.423. Sementara dari warisan, nilainya mencapai Rp 18.210.186.

Ternyata, peningkatan kekayaan milik Nur Mahmudi Ismail ini karena adanya pembelian barang baru, penambahan investasi, dan peningkatan nilai simpanan. Dan semua peningkatan itu terjadi selama ia menjabat sebagai Wali Kota Depok.

Jadi, gimana menurutmu? Jangan lupa share pendapatmu ya!