Perlu Gak Sih Memiliki Target Penghasilan Kamu dan Pasangan?

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami,Finansialku.com

 

logo finansialku

 

Kehidupan saat masih pacaran dan sudah menikah pasti berubah dong, terutama soal keuangan. Buat kamu yang sudah menikah pernah berpikir gak untuk memiliki target penghasilan kamu dan pasangan. Untuk apa? Ya untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan dong.

 

Mengapa perlu target penghasilan?

Untuk kaum pria nih, kalian tahu gak kalau ternyata diam-diam banyak wanita yang memasang target penghasilan calon suaminya loh. Eits, ini bukan masalah matre atau mata duitan ya, tetapi punya target penghasilan tertentu itu emang perlu loh. Mengapa?

 

Sederhana saja sih, para kaum hawa ingin merasa aman dan nyaman secara keuangan. Aman secara keuangan artinya calon suami dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan jangka pendek seperti sandang, pangan dan papan.

 

[Baca: Cara Mengatur Keuangan yang Baik Bareng Pasangan]

 

 

Nyaman secara keuangan artinya calon suami dapat memenuhi tujuan jangka menengah dan panjang (di atas 3 tahun).

 

Setiap manusia pasti ingin mewujudkan tujuan-tujuan keuangannya, kamu juga kan? Nah, untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut gak dipungkiri perlu uang dalam jumlah yang cukup banyak.

 

Kalian tahu gak sih kalau semua orang kaya memiliki target penghasilannya. Sementara sayangnya masyarakat kelas menengah gak menyadari pentingnya target penghasilan.

 

Contoh nih, untuk kamu yang masih single dan akan menikah. Setidaknya kamu harus mulai menghitung berapa target penghasilan kamu, agar semisal dapat membeli rumah pertama. Ya paling gak kamu bisa membayar uang mukanya, atau membeli kendaraan, membiayai pernikahan dan lainnya.

 

memiliki target penghasilan

Punya istri cantik, bisa bayar dp rumah plus mobil, indah bener ya bro hehehe! 

 

 

Ini masih ditambah lagi jika kamu punya rencana memiliki anak, menyiapkan biaya pendidikannya dan pengeluaran lain sebagainya.

 

Coba berhitung, bagaimana seseorang dengan penghasilan Rp 4 juta per bulan, bisa membeli rumah dengan harga Rp 1 milyar? Akan berbeda cerita jika seseorang dengan penghasilan Rp 50 juta per bulan, maka uang Rp 1 milyar bukan hal yang terlalu sulit. Intinya, target penghasilan diperlukan untuk mempermudah mewujudkan tujuan-tujuan jangka menengah dan panjang.

 

[Baca: 5 Hal Penting dalam Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan yang Terpisah Jarak]

 

 

Berapa target penghasilan kamu dan pasangan?

Pertanyaan selanjutnya adalah berapa sih target penghasilan kamu dan pasangan? Nah ini bagian yang seru, karena angka pastinya hanya kamu yang dapat menghitung. Kamu perlu tahu terlebih dahulu tujuan-tujuan keuangan apa saja yang ingin kamu beli? Contohnya, rumah seperti apa sih yang ingin kamu beli?

 

Setelah kamu mengetahui tujuan-tujuan keuangan tersebut, lanjutkan dengan menghitung berapa yang dibutuhkan. Kira-kira berapa target penghasilan yang pas agar dapat mewujudkan tujuan keuangan tersebut? Salah satu caranya bisa dengan investasi.

 

Bayangkan, seseorang dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan dengan tambahan investasi pun akan sulit membeli rumah seharga Rp 2 milyar. Cara lain yang perlu dilakukan adalah meningkatkan penghasilan atau mengubah ekspektasi.

 

Nah, untuk kamu yang sudah menikah dan berkeluarga, kamu dapat menghitung target penghasilan untuk kamu dan pasangan. Target penghasilan ini juga dapat dijadikan bahan pertimbangan saat meminta kenaikan gaji atau sedang ditawari pekerjaan baru.

 

memiliki target penghasilan

Habis naik gaji jangan foya-foya bro, inget calon istri nunggu dinikahin hehehe!

 

 

Jangan jadi kutu loncat

Coba tanyakan pada diri sendiri, jika saat ini target penghasilan saya masih kurang untuk mewujudkan tujuan keuangan, lalu apa yang harus dilakukan? Pertama, jangan pernah menjadi kutu loncat. Artinya, jangan berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Solusi yang harus dilakukan adalah meningkatkan sumber penghasilan.

 

1. Coba buat kembali prioritas tujuan keuangan kamu, cari mana yang bisa ditunda dan mana yang harus jadi prioritas.

2. Mulai berinvestasi dan membangun bisnis pasif untuk meningkatkan pendapatan

3. Jika belum bisa memulai bisnis pasif coba bisnis online. Tetapi ingat, pelajari dulu bisnisnya, jangan modal nekat.

 

Jangan salah kaprah ya. Menambah penghasilan di atas bukan berarti harus bekerja seminggu 7 hari. Coba cara yang kreatif deh. Cari cara untuk meningkatkan pendapatan residual kamu. 

 

[Baca: Langkah Mengatur Keuangan Pasangan Baru Menikah Biar Rumah Tangga gak Cuma Seumur Jagung]

 

 

Nah sekarang saatnya, ambil kalkulator atau membuka software spreadsheet untuk menghitung berapa sih target penghasilan kamu?

Image Credit:

  • http://cdn-2.tstatic.net/bali/foto/bank/images/wina-rumah.jpg
  • http://www.cosmopolitan.co.id/newtest/vrgallery/teaser/fcb0057d201a520b306ba6e056ae8c2c.jpg