Perkenalkan Ace Hardware ke Indonesia, Ini Kisah Sukses Kuncoro Wibowo

Masyarakat perkotaan pasti udah gak asing sama Ace Hardware. Siapa sangka di balik Ace Hardware Indonesia dulu ada yang jeli melihat bisnis yang menguntungkan dan berani mengadopsi merek Amerika ini ke Indonesia.

Padahal pengusaha tersebut awalnya cuma anak dari pedagang di Glodok, lho!

Berada di bawah Grup Kawan Lama, Ace Hardware beserta Informa dan beberapa merek lainnya dikembangkan oleh seorang keturunan Tionghoa bernama Kuncoro Wibowo.

Yuk, simak kisah sukses pengusaha yang awalnya akrab dengan Glodok, tapi kini malah jadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

Kisah Masa Kecil Kuncoro Wibowo yang Berasal dari Glodok

bisnis yang menguntungkan
Dari toko 3×3 di Glodok, kini jadi gedung tinggi. (kawanlama)

Siapa sangka pria kelahiran tahun 1956 yang kini jadi salah satu orang terkaya Indonesia tersebut berasal dari Glodok. Kamu pasti udah gak asing sama pusat jual-beli elektronik Glodok yang ada di Jakarta, bukan?

Kawasan tersebut emang didominasi oleh keturunan Tionghoa, termasuk ayah Kuncoro kecil yang merupakan pedagang di sana. Akan tetapi, jangan bayangkan Kuncoro kecil merupakan anak juragan Glodok yang kaya raya. Justru toko sang ayah kala itu cuma seluas 3 x 3 meter.

Ayah Kuncoro, Wong Jin, berjualan perkakas. Sementara itu, sang ibu adalah seorang ibu rumah tangga. Kuncoro kecil dan saudara-saudara kandungnya sepulang sekolah sering membantu sang ayah di toko hingga tutup jam lima sore.

Kuncoro sendiri gak sempat lanjutkan pendidikan formal karena Gerakan 30 September. Namun, dia tetap mendapatkan pendidikan lewat sekolah di rumah alias homeschooling dengan mengundang guru ke rumah.

Saat udah remaja, Kuncoro terbilang cepat buat belajar bisnis. Dia udah berkeliling berbagai negeri buat berinteraksi dengan para pemasok barang-barang perkakas.

Bisa dibilang, Kuncoro sangat jeli melihat peluang bisnis yang menguntungkan buat masa depan. Siapa sangka kegigihannya buat cari pemasok dan menghadiri beragam pameran perkakas itu jadi cikal-bakal hadirnya Grup Kawan Lama. Plus, tentu aja ilmu berjualan yang diwariskan sang ayah.

Kesuksesan Grup Kawan Lama Jadi Toko Perkakas Terbesar di Asia Tenggara

Dari toko di daerah Glodok tersebut, kini Grup Kawan Lama dikenal sebagai raksasa grup toko perkakas seantero Asia Tenggara. Ace Hardware maupun Informa sukses jadi salah satu ritel perkakas maupun furniture paling besar di Tanah Air.

Berbekal dari pengalamannya buat bernegosiasi agar dapat jadi agen para pemasok, salah satu brand terkenal yang berada di bawah naungan perusahaannya adalah Ace Hardware. Bahkan, merek-merek ternama dari luar maupun Indonesia jadi berkembang di bawah payung Group Kawan Lama.

Misalnya aja, Informa yang masih satu kategori dengan Ace Hardware. Kemudian, Office1 Superstore. Lalu, ada pula brand minuman fenomenal Chatime.

Belajar dari Prinsip Kuncoro Wibowo Buat Kembangkan Bisnis yang Menguntungkan

Kuncoro Wibowo punya prinsip begini: “I want to be something different. Saya kalau sudah punya keinginan, harus dapat.”

Prinsip tersebutlah yang mendasari setiap langkah Kuncoro, khususnya dalam berbisnis. Kamu bisa banget nih menilik sedikit pelajaran bisnis khususnya buat memulai bisnis yang menguntungkan dari Kuncoro.

Apa aja sih yang bisa kamu pelajari dari pendiri Kawan Lama Group ini?

1. Mau belajar bisnis sedini mungkin

Melihat histori Kuncoro, kamu harus acungkan jempol padanya karena dia mau belajar bisnis sedini mungkin. Kalau kamu emang punya kesempatan buat mencicipi gimana caranya berbisnis, kenapa gak kan?

Awalnya tampak sepele, Kuncoro diajarkan caranya berjualan oleh sang ayah di kawasan Glodok. Namun, hal tersebut secara gak langsung memberikan bekal bagi Kuncoro buat berinteraksi dan negosiasi dengan para pembeli.

Bekal inilah yang kemudian dia bawa ke luar negeri saat harus negosiasi dengan pemasok. Oleh karena Kuncoro udah terbiasa berhadapan dengan pembeli, tentu dia jadi lebih percaya diri buat berinteraksi dengan orang lain lagi.

Kamu pun demikian, kamu bisa mulai bisnis dari hal-hal kecil dulu. Kalau emang awalnya cuma bisa buka online shop dengan sistem dropshipping, kenapa gak? Dari situ, kamu bisa belajar gimana caranya promosi barang dagangan sekaligus berinteraksi dengan pembeli. Kamu pun bisa belajar buat cari distributor yang tepat.

Hal-hal besar tentu dimulai dari yang kecil, bukan?

2. Jadilah berbeda

Kebanyakan toko perkakas di berbagai daerah Indonesia biasanya adalah sekelas UKM. Salah satunya adalah lingkungan masa kecil Kuncoro, yaitu Glodok.

Kemudian, kamu pun bisa lihat di sekitar kamu berbagai toko perkakas yang jual perabotan, peralatan bangunan, dan lainnya namun dalam bentuk “toko kecil”.

Bandingkan dengan Ace Hardware dan Informa yang berani hadir dalam konsep modern deh. Tentu jauh banget bedanya kan.

Peluang inilah yang berani diambil oleh Kuncoro saat mengadopsi merek ritel asal Amerika Serikat tersebut.

3. Gak puas dengan hasil yang udah diperoleh

usaha yang menguntungkan saat ini
Retail dan usaha milik Kawan Lama. (kawanlama)

Kuncoro pun bukan tipikal pengusaha yang puas dengan hasil yang udah dia peroleh. Kalau puas gitu aja tentu gak ada yang namanya Grup Kawan Lama, bukan?

Kesuksesan Ace Hardware di Indonesia dilanjutkannya dengan membangun sejumlah merek lainnya. Bahkan, Grup Kawan Lama kini udah punya produk dengan merek sendiri.

Salah satunya adalah Krisbow yang merupakan akronim dari nama Krisnadi Wibowo yang adalah anak kandung Kuncoro. Bahkan, merek Krisbow sendiri udah dibangun jadi salah satu toko perkakas milik Kawan Lama.

Ratusan merek udah diadopsi oleh Grup Kawan Lama. Kemudian, grup ini pun mengekspansi lini bisnisnya ke bidang lain. Salah satu yang cukup berbeda adalah mengadopsi jaringan kedai teh susu asal Taiwan, Chatime.

Melihat kebutuhan konsumen akan minuman saat berkeliling Ace Hardware maka hadirlah Chatime. Bermula dari gerai yang ada di Ace Hardware tersebut, kini malah kedai tersebut tersebar di berbagai mal.

4. Bekerja sama, gak kerja sendiri

Yang paling menarik adalah saat lihat peluang bisnis yang menguntungkan, Kuncoro gak serakah dengan mengelola sendirian. Justru Grup Kawan Lama besar bersama saudara-saudara kandungnya. Selain itu, retail yang mereka miliki malah dikelola oleh orang lain.

Yap! Bisnis bisa berkembang jadi besar bila kamu gak pelit buat berbagi tugas dengan orang lain. Jadi, gak ada salahnya buat kerja sama dengan orang lain bila kamu pengin mengembangkan bisnis kamu saat ini.

Kuncoro kini mendelegasikan tanggung jawab buat mengelola Ace Hardware pada Rudy Hartono. Maka dari itu, gak heran perusahaan Kawan Lama bisa sebesar sekarang.

Yang paling anyar adalah grup tersebut membangun mal Living World di Alam Sutera. Di mal itu pulalah dibangun Ace Hardware terbesar seluas 15.000 meter persegi dengan jumlah barang sebanyak 75.000 jenis. Store tersebut bahkan dinobatkan sebagai yang Ace Hardware terbesar di dunia.

5. Belajar dari praktik

Kuncoro Wibowo pernah berujar seperti ini, “Kami terus membuat kesalahan dan memperbaiki kesalahan tersebut sampai mandiri, sampai dilepas oleh ayah.”

Dari kalimat tersebut kamu bisa petik bahwa berbisnis itu haruslah praktik, bukan cuma teori. Kuncoro menyebutnya sebagai “learning by practicing”. Sepeninggal ayahnya, Grup Kawan Lama dikelola secara serius oleh Kuncoro dan saudara-saudaranya. Tentu ada jatuh-bangun hingga seperti sekarang ini.

Kamu pun bisa belajar banyak hal kalau kamu langsung terjun ke bisnis yang kamu inginkan. Gak apa-apa bila lakukan kesalahan karena justru dari kesalahan tersebut bisa temukan cara tertentu. Gitu juga dengan bisnis. Bila kamu gagal di satu bisnis, kamu bisa evaluasi apa yang bikin gagal atau emang kamunya gak cocok di bisnis tersebut.

Gimana kamu tahu suatu bisnis bakal sukses atau gak kalau kamu gak coba, kan?

Kini, kerja keras Kuncoro Wibowo si pendiri Grup Kawan Lama telah dibayar dengan hasil yang luar biasa banget. Anak kecil dari seorang pedagang di Glodok tersebut sekarang udah punya total kekayaan US$ 1,6 miliar atau setara Rp 226 triliun.

Kekayaan tersebut gak bakal dia peroleh kalau dia terlambat buat melihat dan mencoba peluang bisnis yang menguntungkan.

Dari kelihaiannya buat memprediksi dan mengelola bisnis yang menguntungkan, Kuncoro jadi salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Di tahun 2016, dia masuk dalam urutan ke-20! Hebat kan?