Perhatikan Rambu-rambu berikut Sebelum Memulai Investasi Tanah

Alasan utama orang berinvestasi tanah karena karakteristiknya. Apa itu? Karena harga tanah bakal terus naik.

 

Jadinya, tanah di mata banyak orang masuk golongan investasi yang paling baik untuk masa depan. Lagi pula, tanah bisa dijadikan agunan ke bank.

 

[Baca: Jenis Aset yang Bisa Dijaminkan ke Bank]

 

Jangan heran jika setiap orang berlomba-lomba ‘memupuk’ tanah sebanyak mungkin karena jadi harta bernilai di masa yang akan datang. Tapi perlu diketahui juga, jenis investasi ini yang paling membutuhkan modal gede. Orang yang mau beli tanah wajib merogoh kocek dalam-dalam.

 

Hanya yang perlu digarisbawahi juga, beli tanah enggak bisa sembarangan. Butuh wawasan sekaligus paham ada faktor-faktor lain yang mesti dipahami. Urusan beli tanah tak sekadar mampu saja tapi juga perhatikan rambu-rambu lainnya.

 

Tujuannya biar enggak dongkol di kemudian hari. Jangan sampai maksud hati berinvestasi tanah tapi apa daya malah bikin tekor.

 

Rambu apa saja yang mesti perhatikan sebelum menggelontorkan duit buat memulai investasi tanah?

 

Lokasi

Ini yang paling menentukan terhadap pergerakan harga. Tanah yang berlokasi strategis, akses jalannya mudah, dekat pusat keramaian, harganya pasti gampang melesat. Lain halnya dengan tanah yang lokasinya di pedalaman, jauh dari keramaian, susah aksesnya, bakal susah naiknya.

 

memulai investasi tanah

 Melihat proyeksi atau rencana tata ruang kedepannya sangat penting sebelum memulai investasi tanah

 

 

[Baca: 5 Lokasi Tanah yang Cocok Jadi Investasi]

 

Lokasi jadi kunci yang menentukan keberhasilan investasi tanah. Maka itu, jeli menentukan lokasi tanah yang hendak dikuasai jadi penting. Sebaiknya pelajari karakteristik di kawasan tersebut di masa depan sebelum membelinya.

 

Jangan lupa, pilihlah lokasi tanah yang jauh dari pemakaman umum maupun tower SUTET. Biasanya lokasi ini paling dihindari orang.

 

Luasnya ideal

Beli tanah tak perlu luasnya berhektar-hektar. Kan bukan golongan developer kelas kakap yang duitnya enggak berseri. Cukup beli dengan ukuran yang ideal dan disesuaikan dengan prospek pembangunan di kawasan itu.

 

Ukuran yang ideal itu minimal 7X15 meter yang bisa dikembangkan untuk rumah. Atau kalau niatnya untuk komersil, bisa pertimbangkan membeli dengan ukuran 12X20 meter persegi.

 

[Baca: Punya Tanah Nganggur, Ambil Kredit Bangun Rumah Aja]

 

Luas tanah yang ideal ini akan memudahkan untuk menjualnya di kemudian hari saat harganya sudah tinggi. Bahkan tak tertutup kemungkinan, luas tanah yang ideal bisa jadi nilai tambah saat menjualnya.

 

Biaya yang ditimbulkan

Jangan samakan beli tanah dengan beli kacang. Perlu diingat, beli tanah berhubungan erat dengan urusan administrasi. Ada pihak-pihak lain yang mesti dilibatkan di dalamnya. Misalnya saja notaris, urusan perpajakan, dan lain sebagainya.

 

Urusan administrasi ini yang pada akhirnya akan membutuhkan cukup banyak dana untuk membereskan. Biaya ini tentunya di luar dari nilai harga tanah yang hendak dibeli.

 

memulai investasi tanah

 Tanah bukan instrumen investasi yang likuid ya, jadi pastikan kondisi keuanganmu selalu fit

 

Bebas sengketa

Tunda dulu niat beli tanah ketika status kepemilikannya sedang bermasalah. Entah itu menjadi sengketa warisan, jadi jaminan bank, atau surat-suratnya tak lengkap. Lebih baik mencari tanah yang kepemilikannya jelas di mata hukum.

 

[Baca: Perhatikan Biaya saat Transaksi Jual Beli Rumah]

 

Kemudian yang tak kalah penting, lebih baik gugurkan rencana beli tanah ketika diketahui tanah itu milik negara atau bakal masuk dalam peta rencana pembangunan pemerintah. Kan enggak seru punya tanah tapi jadi sasaran pembebasan lahan untuk pembangunan.

 

Likuiditas

Berinvestasi tanah berarti membicarakan masa depan dalam jangka panjang. Ini artinya, dana untuk membeli tanah sebisa mungkin dana yang tak terpakai. Daripada disimpan di bank yang membuat nilainya makin menyusut, ada baiknya dialokasikan untuk investasi tanah.

 

Hindari membeli tanah dari dana darurat. Hal ini karena karakteristik investasi tanah yang sifatnya tak likuid alias tak bisa diuangkan dalam jangka waktu cepat.

 

Bagaimana ketika dananya terbatas? Opsinya adalah mencari tanah yang belum ada prospek pembangunan.

 

Biasanya harganya jauh lebih miring. Pergerakan harga baru terlihat dalam jangka waktu di atas lima tahun.

 

Itu adalah rambu-rambu yang mesti perhatikan sejak awal sebelum memulai investasi tanah. Bila memang membutuhkan panduan untuk membeli tanah, bisa kok minta bantuan agen properti. Biasanya mereka punya segudang data yang dapat dimanfaatkan.

 

Cuma opsi ini juga hati-hati. Carilah agen properti yang baik, jangan sampai dapat yang sekadar mengejar keuntungan belaka.

 

Yuk, mulai hunting tanah!

 

 

 

Image credit:

  • http://www.peluangproperti.com/images/artimg/2014-11-27/SrcWivLqnGrsFhMu.jpg
  • http://beritahati.com/images/artikel/4910.jpg