Percuma Naik Gaji kalau Masih Punya Kebiasaan Buruk Kayak Begini

Artikel DuitPintar.com ini pernah ditayangkan oleh partner content kami, Suara.com

Table Of Content [ Close ]

Setiap menyambut pergantian tahun, setiap orang pasti deh berlomba-lomba membuat resolusi. Mulai dari pengin punya rumah, mobil baru sampai soal naik gaji.

Bagi sebagian orang yang gajinya ngepas sih mungkin gak terlalu mikirin kenaikan gaji. Maksudnya pas pengin beli mobil, gajinya pas ada sisa. Pas pengin beli rumah, juga gajinya pas gak kurang hehehe.

Kalau ditanya, siapa sih yang gak mau hasil kerja kerasnya dinilai lebih oleh bos? Pasti mau bingits lah bro!

Oke, yang namanya kenaikan gaji memang bisa jadi solusi keuangan yang mustajab. Tapi jangan terlena ya. Seiring dengan bertambahnya gaji, tanggung jawab untuk mengelola keuangan juga pasti bertambah.

Apakah kamu merasa punya kebiasaan buruk keuangan? Kalau jawabannya iya, percuma mau naik gaji berapa pun bakal sia-sia. Malah bisa tekor karena merasa punya duit banyak lalu boros.

[Baca: Gaji Besar tapi Tak Cukup Ini 5 Cara Menyelamatkan Duitmu]

Simak deh apa aja sih kebiasaan buruk dalam mengatur keuangan yang bakal bikin hidup nelangsa walau bergelimang harta:

1.Terburu Nafsu

Nafsu dalam soal keuangan sering kali membutakan ya. Sekali saja terseret nafsu, dampaknya bisa panjang. Ngeliat barang yang kelihatan unyu, langsung deh beli. Gak mikirin manfaat dan dibutuhkan apa gak. So, lebih baik pikir dahulu sebelum memutuskan beli sesuatu. Ingat, kebutuhan dan keinginan itu beda. Kalau memenuhi nafsu keinginan terus, ya gak bakal ada habisnya.

percuma naik gaji
Ah, aku masih mau beli itu sayang!

2. Ngeremehin catatan keuangan

Masih banyak di antara kita yang ngeremehin catatan keuangan, ngaku deh. Catatan berisi pemasukan dan pengeluaran minimal per bulan tuh wajib dimiliki setiap orang, apalagi sudah berkeluarga.

Catatan ini bakal berguna untuk nentuin budget belanja bulanan. Selain itu juga buat dijadikan patokan supaya pengeluaran di bulan depan gak melebihi bulan sebelumnya. Semisal, pada bulan ini pemasukan Rp 6 juta, sedangkan pengeluaran Rp 4 juta. Di bulan depan coba untuk mematok pengeluaran jadi Rp 3 juta saja. Nah, ada sisa duit kan jadinya. Bisa dipakai buat hal lain, misalnya investasi.

Nah, dari catatan keuangan bulan sebelumnya bisa dilihat, kira-kira mana saja pos pengeluaran yang bisa ditekan. Atau bahkan bisa dihapus, sehingga belanja bulan depan lebih minim.

[Baca: 3 Tips Mengatur Gaji Kecil Biar Gak Pusing di Akhir Bulan]

3. Asal Kredit

Zaman makin mudah, termasuk juga fasilitas kredit yang saat ini gampang didapat. Mulai dari kredit kendaraan, kredit tanpa agunan sampai kartu kredit. Semua jenis kredit deh. Tapi, fasilitas ini bisa mendatangkan bencana jika gak dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Misalnya saja kartu kredit, masih banyak orang menganggapnya sebagai duit cadangan. Padahal fungsi kartu kredit sebenarnya adalah sebagai alat bayar yang praktis.

Setelah memakai kartu kredit akan muncul yang namanya tagihan. Tagihan wajib langsung dilunasi. Sebaiknya perhatikan dulu kondisi keuangan sebelum main gesek kartu serbaguna itu. Pastikan tagihan bisa lunas, kecuali sengaja mau terjerat utang kartu kredit.

percuma naik gaji
Awas jangan terlena gesek sana, sini ya!

4. Gak punya rencana B

Terkadang kenyataan gak sesuai dengan rencana ya. Itulah kenapa kita wajib punya rencana B alias cadangan, untuk berjaga-jaga jika rencana A gagal. Rencana B dalam hal keuangan bisa diartikan sebagai dana cadangan atau asuransi. Gimana jika gak ada dana cadangan dan asuransi lalu tiba-tiba kita atau keluarga ada yang tertimpa musibah penyakit serius dan butuh biaya berobat mahal?

Sedia payung sebelum hujan. Lebih baik menyiapkan segalanya dari dini ketimbang pusing pala barbie pas kejadian sudah menimpa.

5. Gak berpikir panjang

Manusia itu kan mahluk sosial. Itulah kenapa bersosialisasi itu penting demi pertemanan, juga untuk mencari dan menjaga relasi bisnis. Tapi kalau sosialisasi udah mengarah ke kumpul-kumpul gak jelas, ya mending mundur.

Hari gini kumpul-kumpul ngeluarin duit terus? Bayangin aja kalau jadi kebiasaan, bukan gak mungkin dompet tipis. Iya sih, sisi positifnya kita bakal dianggap asyik bergaul karena eksis kongkow bareng teman-teman.

Emangnya mau gaji yang naik habis buat foya-foya? Gimana kebutuhan sendiri? Gimana keadaan keluarga?

Gak mau kan punya kebiasaan buruk keuangan yang bisa mengancam dompet kamu tanpa peduli seberapa besar gaji.

percuma naik gaji
Jangan asyik hangout terus sampai lupa daratan dong guys!

[Baca: Standar Gaji Ekspatriat Memang Tinggi Tapi Perlukah Kita Cemburu]

So,gaji besar gak selalu identik dengan kesuksesan hidup dan bebas khawatir keuangan ya. Hal yang paling penting itu adalah gimana kita mengatur keuangan.

 

 

 

Image Credit:

  • http://www.harian88.com/wp-content/uploads/2016/06/nafsu-belanja-630×360.jpg
  • http://baranews.co/system/application/views/main-web/foto_news/ori/1180136781-ilustrasi_kartu_kredit.jpg
  • https://1.bp.blogspot.com/-bhUhrslNDVQ/Vt1H9INeZ-I/AAAAAAAAD_g/JFyFMHFKNKM/s1600/IMG_20160305_001614.jpg