Percuma Naik Gaji Jika Masih Mempertahankan 5 Cara Mengatur Keuangan Ini

Setiap kali memasuki tahun baru, orang-orang pasti punya keinginan baru. Termasuk jumlah bayaran baru alias kenaikan gaji.

Yang gajinya ngepas sih mungkin gak terlalu mikirin kenaikan gaji. Maksudnya pas pengin beli mobil, gajinya pas ada sisa. Pas pengin beli rumah, juga gajinya pas gak kurang.

Tapi yakin deh, 99 persen orang pengin naik gaji. Siapa sih yang gak mau hasil kerja kerasnya dinilai lebih oleh bos?

Kenaikan gaji memang bisa jadi solusi keuangan yang manjur. Namun seiring dengan bertambahnya gaji, bertambah pula tanggung jawab untuk mengelola keuangan.

Kalau punya kebiasaan buruk keuangan, mau naik gaji berapa pun bakal sia-sia. Malah bisa-bisa jadi tekor karena merasa punya duit banyak lalu jajan pun dibanyak-banyakin.

Apa saja kebiasaan buruk cara mengatur keuangan yang bakal bikin hidup nelangsa walau bergelimang harta? Lihat di bawah ini:’

1. Terburu nafsu

Nafsu memang membutakan. Apalagi dalam soal keuangan. Sekali terseret nafsu, dampaknya bisa panjang.

Misalnya ketika hendak membeli barang. Melihat barang yang kelihatannya bagus, langsung dibeli. Gak memikirkan manfaat dan mudaratnya, dibutuhkan apa gak.

cara mengatur keuangan

Kalau ngebet pengin beli barang yang nggak terlalu dibutuhkan, coba kasih waktu seminggu buat berpikir. Kalau nafsu sudah hilang, berarti itu cuma keinginan sesaat (Rupiah / Mokapos)

Apa yang terlihat bagus pun belum tentu dalemannya juga bagus. Siapa tahu habis dibeli sebulan kemudian barang udah rusak. Uang terbuang sia-sia jadinya.

Lebih baik jernihkan pikiran dulu sebelum memutuskan beli sesuatu. Ingat, kebutuhan dan keinginan itu beda. Kalau memenuhi nafsu keinginan terus, gak bakal ada habisnya.

2. Ngeremehin catatan keuangan

Catatan keuangan itu mahapenting. Catatan berisi pemasukan dan pengeluaran minimal per bulan wajib dimiliki setiap orang, apalagi jika udah punya keluarga.

Coret-coretan ini berguna untuk menentukan bujet belanja bulanan. Juga untuk dijadikan patokan agar pengeluaran pada bulan depan gak melebihi bulan sebelumnya.

cara mengatur keuangan

Keluar masuk duit perlu dicatat supaya jadi patokan untuk mengatur keuangan dengan lebih baik (Rekening / Wonosobomuda) 

Misalnya pada bulan ini pemasukan Rp 10 juta, sedangkan pengeluaran Rp 4 juta. Bulan depan bisa kita patok pengeluaran jadi Rp 3 juta doang agar sisa duit bisa dipakai buat hal lain, misalnya investasi.

Nah, dari catatan keuangan bulan sebelumnya bisa dilihat, kira-kira mana saja pos pengeluaran yang bisa ditekan. Atau bahkan bisa dihapus, sehingga belanja bulan depan lebih minim.

3. Asal kredit

Memang, fasilitas kredit saat ini gampang didapat, dari kredit kendaraan sampai dari bank, termasuk kartu kredit. Tapi, fasilitas ini bisa mendatangkan bencana jika gak dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Dalam soal kartu kredit, misalnya, masih banyak orang menganggapnya sebagai duit cadangan. Padahal fungsi kartu kredit adalah alat bayar.

cara mengatur keuangan

Beli barang secara kredit boleh, tapi jangan sampai memakan 50% gaji bulananmu (Kredit / Gadaibpkbmobil) 

Setelah memakai kartu kredit, tagihan wajib langsung dilunasi. Jadi, perhatikan dulu kondisi keuangan sebelum main gesek kartu serbaguna itu. Pastikan tagihan bisa lunas, kecuali sengaja mau terjerat utang kartu kredit.

4. Gak punya rencana B

Orang boleh berencana, tapi kenyataan bisa berkata lain. Itulah kenapa kita mesti punya rencana B alias cadangan, untuk berjaga-jaga jika rencana A gagal.

cara mengatur keuangan

Rencana B itu penting buat mengantisipasi masa depan yang nggak bisa diprediksi (Rencana / Aqusagtechnologi)

Dalam hal keuangan, rencana B bisa diartikan sebagai dana cadangan atau asuransi. Gimana jika gak ada dana cadangan dan asuransi terus tiba-tiba kita atau keluarga ada yang kena penyakit serius dan butuh biaya berobat mahal tak terkira?

Nasib orang siapa yang tahu? Lebih baik menyiapkan segalanya dari dini ketimbang pusing tujuh keliling pas kejadian sudah menimpa.

5. Grabak-grubuk

Bersosialisasi itu penting demi pertemanan, juga untuk mencari dan menjaga relasi bisnis. Tapi kalau sosialisasi udah mengarah ke grabak-grubuk alias kumpul-kumpul gak jelas, mending mundur.

Gak mungkin kan, kumpul-kumpul tanpa ngeluarin duit? Jika kebiasaan buruk keuangan itu dilakukan terus-menerus, memang ada manfaatnya, yaitu dianggap easy going atau gampang gaul.

cara mengatur keuangan

Nongkrong sesekali boleh, tapi kalau seminggu sekali dan cuma ngobrol ngalor ngidul mending kurangi aja (Sevel / Linksys) 

Tapi bahayanya lebih besar, yaitu dompet tipis. Masak, gaji yang naik habis hanya untuk senang-senang? Gimana kebutuhan sendiri? Gimana keadaan keluarga?

Itulah lima kebiasaan buruk keuangan yang bisa mengancam dompet, tak peduli seberapa besar gaji. Orang yang bergaji standar atau di bawahnya saja bisa sukses meraih mimpi.

Jadi, besarnya gaji gak berbanding lurus dengan kesuksesan hidup. Pengaturan keuangan, itu yang lebih penting.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Hei Calon Investor dan Pemula, Ayo Belajar Investasi Reksa Dana Saham Biar Gak Malah Buntung]

[Baca: Jangan Jatuh ke Jurang Utang Kartu Kredit, Perhatikan 4 Hal Ini!]

[Baca: Melihat Pentingnya Asuransi bagi Masa Depan Keuangan Anda]