Percaya atau Gak! 4 Tren Keuangan Milenial Ini Bikin Masa Depan Suram

Tren keuangan secara tak sadar ternyata memengaruhi gaya hidup seseorang terutama para milenial yang kebanyakan belum tahu bagaimana cara mengelola uang dengan benar.

Kalau mendapatkan uang sih gak perlu ditanya. Mereka selalu punya cara untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Ya, bisa dengan kerja maupun bisnis.

Sayangnya, gak sedikit dari mereka yang belum bisa mengatur uang dengan tepat. Jadi, gak heran kalau uang gaji berakhir dengan numpang lewat doang.

Yang parahnya lagi, mereka bahkan gak punya tabungan apalagi investasi untuk menjamin masa depannya. Pasalnya, uang yang mereka hasilkan itu habis hanya untuk bersenang-senang semata.

Misalnya aja nih, terlalu sering nongkrong dan bahkan memilih tempat yang fancy. Belum lagi belanja dan liburan. Jadi, gak pernah tuh kepikiran bagaimana nasibnya di masa tua kalau hobinya juga foya-foya doang.

Gak heran sih sebenarnya, karena slogan YOLO (You Only Live Once) sangat lekat dengan kehidupan para milenial. Bahkan banyak yang memaknai slogan tersebut untuk menikmati kebebasan. Karena itu tadi hidup cuma sekali, jadi gak ada salahnya untuk bersenang-senang.

Mereka juga berpikiran, capek kerja, jadi gak masalah dong untuk melakukan hal yang disukai atau membeli barang yang diinginkan dari uang yang dihasilkan.

Ya, sebenarnya sih gak masalah. Tapi yang jadi masalah itu kalau kamu terlalu bersenang-senang hingga melupakan masa depan. Emangnya kamu mau saat tua nanti masih harus kerja keras cari duit karena belum mencapai kemerdekaan finansial?

Tentu aja gak mau kan? Karena itu, sebaiknya hindari atau hentikan tren keuangan ini yang ternyata dapat membuat masa depanmu suram.

Apa aja itu? Berikut empat di antaranya:

1. Tidak menabung untuk dana pensiun

Menabung (Ilustrasi).

Hayo ngaku siapa di antara kamu yang hingga kini belum memiliki tabungan untuk dana pensiun? Atau jangan-jangan belum kepikiran juga buat bikin tabungan dana pensiun?

Ya, masa kamu mau sih di usia yang udah senja nanti pusing nyari duit hanya untuk makan. Atau bahkan penghasilan habis hanya untuk membayar utang yang tak kunjung selesai.

Nah, biar masa tuamu nyaman sebaiknya mulai sekarang sisihkan uang setiap bulan untuk membuka tabungan dana pensiun.

Kalau berat menarik uang secara langsung setiap bulan. Kamu bisa menyisihkan uangmu setiap hari sekitar Rp 20 ribu. Kalau konsisten, berarti dalam 1 bulan kamu bisa mendapatkan Rp 600 ribu. Coba dihitung-hitung ya.

1 bulan = Rp 600 ribu

1 tahun = Rp 600 x 12 yaitu Rp 7,2 juta

Kalau kamu menabung selama 20 tahun. Berarti tabungan dana pensiunmu bisa mencapai Rp Rp 7,2 juta x 20 yaitu Rp 144 juta.

Gede banget kan?

2. Sering telat bayar tagihan

Kartu kredit (gobankingrates)
Kartu kredit (gobankingrates)

Selain gak punya tabungan dana pensiun. Para milenial juga kerap telat bayar tagihan kartu kredit atau bahkan membayar dengan minimum payment.

Tahukah kamu kalau kebiasaan buruk itu dapat membuat kamu kesulitan sendiri di kemudian hari. Bahkan bisa-bisa kamu terjerumus ke lubang utang yang udah pasti bikin masa depanmu suram.

Pasalnya, kalau kamu telat membayar atau bayar minimal tagihan, maka kamu akan kena denda atau bunga yang bikin tagihanmu jadi membengkak.

3. Punya skor kredit yang rendah

Stres karena utang bertumpuk (Ilustrasi).

Karena sering telat bayar tagihan atau bayar dengan minimal tagihan. Maka akan membuat skor kredit kamu jadi rendah.

Kalau sudah seperti itu, kamu akan susah saat ingin mengajukan pinjaman. Salah satunya adalah KPR.

Sayangnya, gak sedikit milenial yang saat ini tidak memerdulikan hal itu. Tapi nanti di beberapa tahun ke depan, baru mereka menyesal karena mengalami kesulitan mengajukan pinjaman.

Pasalnya, skor kredit yang rendah berdampak terhadap peluang pinjaman yang bisa diterima oleh peminjam. Semakin rendah skor kredit, maka peminjam tersebut dinilai memiliki risiko tinggi.

4. Utang menghambat investasi masa depan

terlilit-utang
Berani berkeluarga, berani terbuka juga dong soal semuanya (metro.co.uk)

Utang sepertinya menjadi suatu hal yang bisa dilepaskan oleh kaum milenial. Mulai dari yang sepele seperti pinjam sama teman atau bahkan lewat pinjaman online yang kini banyak bertaburan di pasaran.

Hal itulah yang menjadi kendala para milenial menunda untuk investasi karena uangnya sudah habis untuk membayar utang.

Ya, sebenarnya utang sih boleh-boleh aja. Tapi kamu harus memikirkan masak-masak saat ingin mengajukan pinjaman. Jangan sampai meminjam uang untuk sesuatu yang gak penting.

Nah, itu dia empat tren keuangan yang populer dilakukan para milenial tapi nyatanya membuat masa depannya suram. Karena itu, mulai sekarang sebaiknya lebih bijak dalam mengatur keuangan. (Editor: Winda Destiana Putri).