Per Juni 2018, Startup Fintech di Indonesia Salurkan Pinjaman Rp 7,6 Triliun

Perkembangan teknologi yang semakin pesat pada saat ini mendorong berbagai sektor bisnis untuk berlomba-lomba memudahkan konsumennya. Tidak ketinggalan, hal semacam ini juga dilakukan startup atau perusahaan rintisan yang bergerak dalam bidang teknologi finansial atau startup fintech.

Mereka menawarkan berbagai solusi finansial buat konsumen. Salah satunya adalah startup fintech yang menyediakan layanan pinjaman uang online atau yang dikenal dengan istilah peer to peer lending. Tentu saja, layanan ini memberikan pilihan bagi masyarakat dalam memperoleh pinjaman selain kepada perbankan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Juni 2018, sektor fintech peer to peer lending telah menyalurkan kredit hingga Rp 7,6 triliun. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan awal tahun 2018 yang hanya sebesar Rp 2,6 triliun.

Dari sisi jumlah, hingga Juni 2018, fintech peer to peer lending di Indonesia telah mencapai 63 perusahaan yang terdaftar. Dengan status kepemilikan asing terdapat 20 perusahaan, sedangkan lokal 43 perusahaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 diantaranya menggunakan prinsip konvensional, sementara dua lainnya mengadopsi prinsip syariah.

Sementara itu, dari sisi Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet, per Juni 2018 tercatat sebesar 0,79 persen. Angka tersebut menunjukkan penurunan dari 0,99 persen pada Desember 2017.

Kemudian, dari sisi jumlah rekening penyedia dana atau lender telah mencapai 123.633 rekening. Sementara itu, jumlah rekening peminjam atau borrower telah mencapai 1.090.306 rekening.

Bagaimana dengan kamu, apakah kamu adalah salah satu orang yang pernah menggunakan layanan pinjaman online dari startup fintech? Jika ya, yuk share pengalaman kamu di kolom komentar.