Pentingnya Kejar Sertifikasi Profesi Supaya Ngedongkrak Gaji

Bukan berita baru lagi di zaman sekarang banyak lulusan S1 yang susah banget cari kerja. kalau pun udah ada yang dapet kerjaan biasanya enggak sesuai ama bidangnya. Eman-eman kan kuliah mahal-mahal tapi kerjaannya enggak sesuai.

Ya emang gitu faktanya. Cari kerjaan pada kenyataannya susah. Enggak semudah naro curriculum vitae di perusahaan terus besok langsung ngantor. Boro-boro gitu, dipanggil interview juga bukan jaminan langsung diterima.

Udah enggak usah panjang-panjang mellow-nya. Sekarang yang dipikir gimana siasati kerasnya persaingan kerja.

Solusinya sih banyak. Tapi satu di antaranya lewat bekali diri sama sertifikasi keahlian atau profesi. Yang dilihat sekarang itu, bukan lagi ditanya lagi ente lulusan dari kampus mana.

Mau lulusan kampus biru, kampus kuning, kampus ijo, tetap aja susah dilirik kalau enggak ada sertifikat keahlian. Sering kali mereka yang enggak lulus pendidikan tinggi tapi punya sertifikat keahlian tertentu, ganjaran gajinya bikin iri.

Silakan googling deh kisah tukang las dari Indonesia yang bergaji 2000 dollar AS tiap bulannya. Dia bisa dapat gaji setinggi itu lantaran kantongin sertifikat las.

Segambreng benefit sertifikasi profesi

Sebenarnya apa sih sertifikasi profesi? Gampangannya, sertifikasi model begini semacam penetapan yang diberikan suatu organisasi profesional kepada seseorang yang diakui mampu melakukan suatu pekerjaan atau keahlian spesifik.

kejar sertifikasi profesi
Punya keahlian di bidang tertentu harus ditekunin bukan dicuekin (Kompetensi / Prokal)

Meski begitu, sertifikasi ini ada masa berlakunya. Alhasil, wajib diperbaharui secara berkala oleh orang itu.

Pendek kata, sertifikasi keahlian ini bisa menjadi strategi marketing bagi seseorang dalam mencari kerja. Benefit lainnya, sertifikasi juga semacam pengakuan terhadap kemampuan kompetensi yang pastinya juga berdampak sama perencanaan karir.

Sedangkan di mata perusahaan, memperkerjakan orang dengan sertifikasi jelas menguntungkan. Selain valuasi perusahaan naik, kepercayaan pihak lain terhadap perusahaan juga makin gede.

Perkara sertifikasi ini sebenarnya sudah jadi perhatian pemerintah lho. Makanya Kementerian Tenaga Kerja lewat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BSNP) sudah mengidentifikasi jenis pekerjaan yang memerlukan sertifikasi.

Tugas BSNP sekadar memfasilitasi. Sedangkan yang mengurus sertifikasi itu Lembaga Sertifikasi Profesi.

Sudah ketebak tujuannya agar si naker alias tenaga kerja ini kompetensinya meningkat dan dengan sendirinya lebih kompetitif di pasar kerja.

kejar sertifikasi profesi
Jangan plnga-plongo, googling deh apa itu BNSP (BNSP / Bnsp)

Profesi yang jamin kantong tebal dan cerah di masa depan

Ada begitu banyak profesi yang dibayar mahal. Misalnya aja agen asuransi jiwa yang terbukti menghasilkan pendapatan bagi yang merintis dengan serius.

Di masa depan, kebutuhan agen asuransi makin tinggi sejalan dengan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Tugasnya enggak sekadar jualan produk asuransi tapi juga sebagai konselor dalam perencanaan keuangan nasabah.

Biar lebih afdol, agen asuransi mesti punya sertifikasi profesi yang diterbitkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Mereka harus melewati pelatihan untuk dapatkan sertifikasi yang disebut Continuing Profesional Development (CFD).

Profesi ini cukup menggiurkan pendapatannya. Lihat saja mereka yang gabung di Million Round Table (MDRT) Indonesia sudah pasti punya premi asuransi sebesar Rp 500 juta per tahun.

Berikutnya profesi sebagai broker pasar modal yang pendapatannya bisa tembus di atas Rp 500 juta per bulan ketika lagi bagus transaksinya. Tapi tetap mensyaratkan punya sertifikasi sehingga orang bisa percaya.

Sedangkan yang tertarik dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) bisa juga melirik profesi sebagai human resources (HRD). Karir bakal makin moncer kalau punya sertifikasi ke-HRD-an.

kejar sertifikasi profesi
Jangan galak-galak ya jadi HRD bu hehehe (HRD / Maxmanroe)

Ini tak lepas dari tuntutan perusahaan di mana kinerja HRD berperan dalam performa karyawan. HRD tak hanya mengurus administrasi aja tapi juga paham core bisnis perusahaan dan pesaingnya.

Apakah cuma itu aja? Masih banyak lagi dong karena dunia kerja sekarang makin spesifik yang menuntut keahlian spesifik juga.

Katakanlah kalau mau jadi auditor sebaiknya kantongi juga sertifikasi. Bahkan mau jadi perawat pun ada sertifikasinya yang diterbitkan National Council Licensure Examination Nurse Register (NCLEX-RN).

Itu baru sebagian lho. Sekarang ini emang zamannya bekali diri sama sertifikat daripada sekadar kejar gelar sarjana. Yang dilihat itu keahlian bukan sekadar jenjang pendidikan.

Ada begitu banyak lembaga yang memberikan sertifikat profesi. Jadi yang lagi cari kerja atau masih kuliah, coba deh pertimbangkan sertifikat beginian sebagai tambahan daya tawar saat mencari kerja.

 

 

Yang terkait artikel ini:

Lima Profesi yang Enggak Perlu Ngantor

Daftar Profesi Bergaji Selangit tanpa Perlu Lulus Sarjana

5 Taktik Cepat Kerja dan Gaji Gede Begitu Lulus Kuliah