Pentingnya Bikin Duplikat STNK dan Surat-Surat Kendaraan Lainnya, Sekarang Juga!

Ketika memiliki suatu barang yang dilengkapi dengan surat-surat, wajib hukumnya bagi kita untuk menjaga dokumen itu dengan sebaik-baiknya. Tapi menjaganya saja sering dirasa kurang. Agar lebih aman, kita harus membuat duplikasi surat-surat penting tersebut.

 

Duplikasi di sini artinya difotokopi. Dokumen kepemilikan yang penting untuk diduplikasi antara lain surat-surat kendaraan dan bangunan. Khusus surat kendaraan, yang difotokopi yaitu:

  • Kartu tanda penduduk (KTP)
  • Surat izin mengemudi (SIM)
  • Surat tanda nomor kendaraan (STNK)
  • Bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor
  • Bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB)

 

Duplikasi surat-surat kendaraan penting untuk menyiapkan dokumen ketika mengurus untuk suatu kebutuhan, misalnya membayar pajak kendaraan. Dengan sudah memiliki duplikat, kita tak perlu lagi memfotokopi. Tinggal menuju kantor samsat setempat untuk menunaikan kewajiban itu.

 

Lalu yang lebih penting adalah ketika kita kehilangan surat-surat kendaraan itu. Mungkin saja surat-surat itu terselip entah di mana. Bisa juga terbawa banjir atau dimakan rayap. Dengan memiliki duplikat berkas itu, kita lebih gampang mengurus pembuatan surat aslinya.

 

Contoh kasus yang membuat kita repot ketika surat-surat kendaraan hilang yakni:

 

1. Klaim asuransi

sim, stnk, bpkb
Kalau gak ada fotokopiannya, bisa repot pas ngurus klaim asuransi kendaraan

 

Pengurusan klaim asuransi kendaraan yang hilang mensyaratkan adanya surat-surat kendaraan asli, antara lain STNK dan BPKB. Selain diminta pihak perusahaan asuransi, berkas itu juga dibutuhkan untuk meminta surat keterangan kendaraan hilang dari kepolisian. [Baca: Ikuti Prosedur Klaim Kendaraan yang Rusak Ini, Sebelum Mencak-Mencak Karena Ditolak ]

 

2. Bayar pajak

Membayar pajak juga memerlukan surat-surat kendaraan. Jika tak ada surat-surat itu, kita wajib mengurus dulu ke kepolisian setempat.

 

3. Modifikasi

Mungkin jarang ada yang tahu syarat modifikasi ini. Untuk memodifikasi kendaraan, kita harus mengurus izin ke kepolisian dan agen tunggal pemegang merek dengan membawa surat-surat. Tak main-main, syarat itu diatur di Pasal 52 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

 

Artinya, kita harus mengurus izin ke kepolisian terdekat dan pabrikan kendaraan yang akan kita modifikasi biar tidak terkena hukuman. Menurut aturan itu, pelaku modifikasi tanpa izin bisa dikenai hukuman penjara maksimal 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

 

Tapi tak semua modifikasi memerlukan izin. Kalau kita tidak mengubah spesifikasi seperti yang tertera di STNK, seperti warna kendaraan dan mesin, kita tak perlu meminta izin.

 

4. Jual kendaraan

iklan jual mobil langsung dengan pemilik
Jual kendaraan kalau gak ada surat-suratnya bisa ditangkep polisi karena dikira kendaraan itu curian. Apalagi kalau wajah kita sangar. Polisi tambah curiga.

 

Yang terakhir, penjualan kendaraan tentu membutuhkan surat-surat. Jika tidak, kendaraan akan dianggap bodong, atau bahkan curian. Kendaraan yang dijual tanpa kelengkapan surat-surat bakal membuat harganya terjun bebas.

[Baca: Jurus Berburu Mobil Bekas di Buesa dan Pemilik Langsung]

 

Cara Urus Surat-surat Kendaraan Hilang

Hilangnya surat-surat kendaraan kadang tak bisa dihindari. Jika Anda kebetulan lagi apes karena kehilangan berkas itu, berikut ini cara mengurusnya:

 

1. Persiapkan berkas yang dibutuhkan.

  • KTP pemilik kendaraan asli dan fotokopi
  • BPKB asli dan fotokopi
  • Fotokopi STNK yang hilang (jika tak ada, harus dijelaskan ke petugas kepolisian)
  • Surat keterangan kehilangan STNK dari polsek atau polres setempat

 

2. Cek fisik kendaraan

Pergilah ke samsat tempat STNK kendaraan Anda dikeluarkan untuk mengecek fisik kendaraan. Ambil form, isi, lalu tunggu panggilan giliran melakukan cek fisik.

 

cek fisik kendaraan di samsat
Yang dicek kendaraannya, kok, tenang aja, bukan fisik orangnya.


3. Mengurus cek blokir

Pada tahap ini, petugas akan mengecek apakah STNK tersebut diblokir atau tidak.  Gunanya untuk mengecek keabsahan STNK milik kita yang hilang.

 

4. Mengurus pembuatan STNK baru

Setelah selesai mengurus cek blokir, Anda akan diarahkan ke sejumlah tahapan validasi oleh petugas. Kemudian tiba saatnya untuk mengurus pembuatan STNK yang baru.

 

5. Bayar ke loket

Setelah semua tahap di atas selesai, kita tinggal mengambil STNK yang telah jadi kemudian membayar sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Jika sepeda motor, kita harus membayar Rp 50 ribu. Jika mobil, biaya pembuatan STNK baru Rp 75 ribu. Tarif itu diatur di PP No. 50 Tahun 2010.

 

 

Proses di atas bakal lebih mudah kalau kita punya fotokopi surat-surat kendaraan. Karena itulah Divisi Humas Kepolisian RI pun rajin mengumumkan pentingnya bikin duplikat STNK, SIM, dan surat kendaraan. Lebih baik menyiapkan dari sekarang daripada nanti kerepotan mengurusnya.

 

 

 

Image credit:

  • http://3.bp.blogspot.com/-T25qU3pKLxA/UXyYYiwLisI/AAAAAAAAACs/yZ5fHGm5T_Q/s1600/BPKB+(Iklan+Biro+Jasa+Gisar).JPG
  • http://i160.photobucket.com/albums/t197/Dick_Black/CROWNSALE.jpg
  • http://1.bp.blogspot.com/_JbSqZ-mcuH0/TOnMytQH33I/AAAAAAAAAHw/PoaZ9ncu6js/s1600/IMG_0003.jpg