Penting, Maksimalkan BPJS Buat Menunjang Kesehatan Jiwa! Gini Caranya

Dibandingkan kesehatan fisik, masalah kesehatan jiwa masih jauh dari perhatian. Padahal, berdasarkan rata-rata statistik, setidaknya ada dua hingga tiga orang yang melakukan bunuh diri di Indonesia dalam sehari. Fakta di lapangan, bisa jauh lebih banyak.

Stigma negatif terhadap seseorang dengan masalah kesehatan jiwa membuat penderitanya menutup diri dan enggan mencari bantuan ahli. Padahal kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Stres ringan sekalipun jika tidak diatasi dengan tepat bisa membesar dan menjadi depresi. Jika dibiarkan dampaknya bisa pun mengancam kesehatan fisik.

Selain stigma, mahalnya biaya pengobatan dan konsultasi membuat banyak orang malas mengambil tindakan. Dalam satu kali kunjungan ke psikiater kamu bisa habiskan ratusan ribu rupiah. Belum lagi jika ada obat-obat yang harus ditebus. Umumnya pengobatan pun dilakukan dalam waktu yang relatif lama.

Salah satu contohnya adalah pengobatan untuk pasien skizofrenia. Sebagai informasi, skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, hingga perubahan perilaku. Gangguan mental ini dapat membuat penderitanya kesulitan membedakan antara kenyataan dan sekadar halusinasi.

Untuk mengatasi penyakit ini, pasien harus mengonsumsi obat sepanjang hidupnya, serta rutin melakukan konsultasi ke psikolog atau psikiater.

Bayangkan, jika pengobatan dilakukan dengan dana pribadi. Dalam sebulan, bukan gak mungkin pasien harus mengeluarkan hingga jutaan rupiah. Gak heran kalau pasien yang gak mampu akan ditangani secara gak tepat, bahkan gak manusiawi seperti fenomena pasung di berbagai daerah di Indonesia.

Tapi tenang. Udah tahu belum, bahwa sama halnya dengan penyakit fisik, kamu juga bisa manfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan untuk masalah kesehatan jiwa?

Alur pelayanan fasilitas kesehatan jiwa

kesehatan jiwa
(Image: Batamnews)

Penderita kesehatan mental berhak mendapatkan pelayanan medis secara gratis selama indikasi medis, prosedur, dan diagnosanya terdapat pada Permenkes 59 tahun 2014.

Nah, buat kamu yang merasa mengalami gangguan depresi, dapat melakukan konsultasi di puskesmas-puskesmas terdekat. Jika ternyata penyakitmu tidak bisa ditangani oleh psikolog di puskesmas, kamu akan dirujuk ke psikiater atau dokter spesialis kejiwaan di rumah sakit. Kira-kira begini tahapannya.

kesehatan jiwa
(Image: pexels)

Tahapannya gak jauh berbeda dengan layanan kesehatan umum, yaitu:

  1. Peserta BPJS membawa kartu BPJS dan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya yang setingkat.
  2. Peserta BPJS dapat melakukan konsultasi pada psikolog atau dokter di puskesmas tersebut. Jika pada pemeriksaan awal, peserta atau pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut yang tidak bisa ditangani FKTP, maka pasien akan dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan  atau FKTL (Rumah Sakit Pemerintah, Rumah Sakit Swasta, atau Rumah Sakit lain yang bekerja sama dengan BPJS).
  3. Di FKTL, pasien menunjukkan kartu BPJS dan surat rujukan dari FKTP kepada petugas di BPJS Kesehatan Center. Selanjutnya, petugas akan menerbitkan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) sebagai dokumen prasyarat menggunakan fasilitas BPJS.
  4. Setelah mendapatkan SEP, pasien akan mendapatkan pelayanan kesehatan baik oleh psikiater atau dokter di FKTL tersebut.

Pelayanan kesehatan jiwa gak hanya terbatas pada penyakit skizofrenia, namun juga gangguan kesehatan mental lain, seperti depresi, gangguan personality, hingga gangguan bipolar.

Namun, gak semua puskesmas memiliki psikolog atau dokter jiwa yang bisa menangani masalah kesehatanmu.

Jika begini, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan konsultasi psikolog atau psikiater di daerah yang bisa kamu jangkau pertama kali dengan biaya sendiri. Lalu, meminta rujukan ke klinik atau rumah sakit yang terdaftar pada BPJS-mu.

Meski begitu, adanya penanggungan pengobatan kesehatan jiwa oleh BPJS diharapkan dapat menyadarkan masyarakat soal pentingnya penanganan gangguan kesehatan mental.

Gak perlu merasa ragu apalagi malu untuk meminta bantuan profesional. Udah rutin bayar iuran BPJS Kesehatan per bulan, kenapa layanannya gak dimanfaatkan dengan optimal? Betul gak?