Pengin Punya Rumah Sebelum Usia 30? Ini 7 Cara yang Bisa Dilakukan

Siapa bilang punya rumah impian di usia 30 tahun adalah hal mustahil? Kamu bisa banget kok punya rumah di usia 20-an. Tentu aja semua berawal dari kemauan yang kuat disertai tindakan. Kalau cuma mau doang tetapi gak ada aksinya ya sama aja bohong.

Emang sih, mewujudkan keinginan buat punya rumah sendiri itu terkesan berat. Pasalnya, harga rumah sekarang rata-rata udah ratusan juta rupiah. Ratusan juta rupiah tersebut malah bukan seratus atau dua ratus juta tetapi di angka tiga ratus sampai empat ratus juta. Bahkan, dengan harga setinggi itu, kamu baru bisa dapat rumah yang ada di pinggiran Jakarta lho!

Di Jakarta sendiri, kamu bakal sulit banget buat dapat rumah dengan harga segitu. Duh! Bayangin buat ngumpulin Rp 500 juta aja kayaknya gak bakal sanggup deh.

Meski kelihatan sulit, namun sebenarnya ada cara buat capai target tersebut, kok. MoneySmart kali ini bakal beberkan strategi buat menggapai rumah impian kamu sebelum usia 30 tahun.

Yuk, ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Tentukan bujet beli rumah

rumah impian
Tentukan bujet dulu ya (pixabay)

Yang pertama kali bisa kamu lakukan tentu aja tentukan bujet harga rumah yang kamu idamkan. Kamu boleh aja punya rumah impian di Pondok Indah atau Menteng tetapi kalau harganya gak sesuai gaji kamu, ya skip aja dulu deh.

Coba bikin target yang cukup masuk akal sesuai dengan gaji kamu sekarang dan beberapa tahun ke depan.

Caranya, kamu bisa survei lokasi yang kira-kira bakal masuk bujet kamu tersebut. Biar agak ringan, apalagi ini adalah rumah pertama, coba buat cari lokasi yang sering menawarkan harga rumah yang masih terjangkau dulu. Misalnya, di daerah pinggiran Jakarta seperti misalnya Depok, Tangerang, Bekasi, atau Cikarang.

Contoh di daerah Depok dekat dengan Stasiun KRL Citayam, harga rumah di sana masih bisa diperoleh di angka Rp 350 jutaan. Tentu kamu butuh waktu dong buat bisa beli rumah tersebut.

Misal target kamu adalah 5 tahun lagi. Tentu bakal ada kenaikan harga di tahun-tahun mendatang. Kenaikan harga properti biasanya berkisar di angka 8 persen sampai 10 persen. Namun, dua tahun belakangan ini turun di angka 6 persen. Oke, untuk memudahkan perhitungan, kita coba perkirakan 7 persen per tahun.

Dana yang harus kamu miliki 5 tahun ke depan adalah Rp 472 juta. Atau, bila kamu bisa kumpulkan dalam 3 tahun maka kamu cuma kumpulkan Rp 432 juta.

2. Targetkan waktu buat kumpulkan uang muka

rumah impian sederhana
Hitung duit dulu (pixabay)

Selanjutnya, dari angka tersebut kamu bisa tahu deh berapa DP atau uang muka yang harus kamu kumpulin. Kalau cash terasa berat, maka cicilan bisa jadi alternatif. Toh, sekarang cukup banyak developer yang menawarkan sistem cicilan kok.

Biasanya DP rumah adalah sekitar 30 persen dari total harga rumah. Jadi, kamu perlu siapkan dana sekitar Rp 127 juta. Dana tersebut bisa banget kamu kumpulkan dalam 3 tahun lho! Gak percaya?

3. Alokasi gaji buat capai target DP

rumah impian minimalis
Sisihin sekian persen buat DP (pixabay)

Katakanlah gaji kamu berada di angka Rp 10 juta. Dengan sisihkan 30 persen gaji kamu atau sekitar Rp 3,5 juta aja kamu udah bisa dapat Rp 127 juta dalam 3 tahun.

Sisanya, atau sekitar 70 persen dari gajimu, sebenarnya sudah lebih dari cukup buat kamu bayar beragam kebutuhan hidup kamu dan bahkan senang-senang. Benar gak? Yang penting kamu mau sisihkan uang kamu sedini mungkin.

Jangan lupa juga buat hitung cicilan per bulan setelah kamu serahkan uang muka ya. Dari angka ini kamu bisa kalkulasikan berapa lama tenor yang kamu ambil agar sesuai dengan gaji kamu. Ingat, cicilan pun sebaiknya berkisar di angka 30 persen aja biar gak ganggu cash-flow kamu.

Mudah-mudahan juga kamu dapat kenaikan gaji di tahun-tahun selanjutnya. Bisa aja kan?

4. Menabung dan investasi

rumah impian keluarga
Investasikan duit (pixabay)

Udah bikin simulasi uang muka dan cicilan, sekarang saatnya buat realisasikan strategi yang udah dibuat tersebut. Jangan biarkan cuma berakhir di atas kertas aja dong.

Emang sih, butuh perjuangan banget karena kamu mesti sisihkan 30 persen per bulan demi dapat uang muka rumah impian. Itu artinya kamu gak bisa ikut program cicilan lainnya, seperti misalnya mau cicil kendaraan mobil dan sebagainya. Terkecuali kalau dalam rentang waktu tersebut ternyata kamu dapat kenaikan gaji.

Nah, biar makin ringan, alangkah baiknya kamu gak cuma nabung aja, tetapi juga investasi. Pasalnya, persentase keuntungan investasi bisa melebihi nilai inflasi dan bahkan persentase kenaikan harga properti.

Hasil investasinya cukup besar dan bisa kamu tambahkan untuk DP rumah. Pasalnya, kalau kamu taruh uang kamu lewat program investasi, biasanya danamu akan naik sekitar 8 persen sampai 10 persen per tahun.

5. Kerja sampingan

cara beli rumah
Kerja yang serius ya (pixabay)

Gimana buat kamu yang gajinya di bawah Rp 10 juta? Atau, kamu bergaji Rp 10 juta tetapi pengin lebih cepat atau pengin nambah jumlah uang muka biar cicilannya lebih ringan?

Mau gak mau, kamu harus cari kerja sampingan buat nambah uang muka. Sekarang udah banyak pilihan buat kerja sampingan, lho.

Teknologi Internet kini bikin kamu lebih gampang buat dapat uang tambahan sembari kamu kerja di kantor. Contoh, kamu bisa ambil proyek menulis artikel online, jualan online, atau usaha offline kayak katering dan sebagainya. Coba cek artikel MoneySmart lainnya biar dapat ide penghasilan tambahan.

6. Tekan gaya hidup biar punya rumah impian

cara menabung untuk beli rumah dengan gaji kecil
Minum air putih aja deh (pixabay)

Semua strategi yang udah disebutkan di atas bakal terwujud kalau kamu menekan gaya hidup kamu. Kencangkan ikat pinggang banget deh buat gak ikut-ikutan teman. Misalnya, buat nongkrong di kafe atau restoran mahal, atau berlangganan layanan gak penting, atau liburan fancy.

Bukan berarti kamu gak bisa menikmati hal-hal menyenangkan lho. Namun, kamu mesti tahu batasannya. Contoh, kalau biasanya kebanyakan orang bisa nongkrong di Starbucks sekali seminggu atau malah setiap hari. Nah, kamu bisa batasin buat ke sana sekali sebulan atau pas ketemu klien aja.

Coba deh hitung-hitung, minimal kan kamu rogoh kocek Rp 50 ribu buat beli kopi di Starbucks. Kalikan bila kamu lakukan itu setiap hari, kamu keluarkan Rp 1,5 juta dalam sebulan cuma buat ngopi di sana. Atau, bila kamu lakukan itu sekali seminggu maka kamu harus rogoh Rp 200 ribu. Padahal, Rp 200 ribu itu bisa kamu gunakan buat makan seminggu.

Terdengar pelit? Gak apa-apa kan demi dapat rumah impian?

7. Pilih rumah kecil tetapi tanahnya luas

cara menabung emas untuk beli rumah
Rumahnya kecil aja tapi tanah luas (pixabay)

Tips terakhir buat kamu yang mau beli rumah biar makin untung adalah carilah rumah berukuran kecil tetapi tanahnya luas.

Alasannya, di kemudian hari kamu bisa renovasi rumah kamu jadi lebih besar. Sebab kamu masih punya space tanah buat nambah luas rumah kamu. Selain itu, harga buat beli rumah pun lebih murah karena luas bangunannya lebih kecil.

Lumayan kan? Kalau kelak berumah tangga, kamu pun gak perlu cari rumah lain yang lebih besar di kemudian hari.

Udah siap buat sisihkan sebagian gaji kamu mulai dari bulan ini? Ingat aja deh, senang-senang masih bisa kamu lakukan nanti. Harga rumah dari tahun ke tahun makin naik. Jadi, kalau kamu gak bergerak cepat, buat ngumpulin uang muka aja nanti makin berat lho.

Sukses ya buat dapetin rumah impian kamu!