Pengin Kaya? Coba Terapkan 5 Prinsip Hemat dari Tiongkok Ini

Bicara soal tips keuangan gak jauh-jauh dari gimana cara ngatur duit biar hemat. Ada banyak pilihan metode yang bisa kamu jalankan. Salah satu yang bisa kamu contek adalah metode dari negeri Tiongkok.

Yap! Masyarakat di negeri tirai bambu tersebut dikenal hemat. Gak heran, keturunan dari negeri itu tersebar ke berbagai penjuru dunia dan meraih kesuksesan di negeri orang.

Penasaran gimana cara orang-orang Tiongkok mengatur duit mereka? Yuk, ikuti tips keuangan ala negeri Tiongkok berikut ini.

1. Hematnya orang Tiongkok tercermin dari pengeluaran negaranya lho

tips keuangan
Hemat pengeluaran (pixabay)

Gimana cara masyarakat Tiongkok menggunakan uang mereka tercermin dari pengeluaran negaranya. Sebagai informasi, berdasarkan data WorldBank dari tahun 2009 sampai 2013, Tiongkok ‘cuma’ membelanjakan 34 persen dari total GDP (Gross Domestic Product / produk domestik bruto) negaranya. Sementara itu, Indonesia menggunakan 59 persen dari total GDP kita.

2. Masyarakat Tiongkok lebih rajin menabung. Hampir setengah populasi mereka punya tabungan

tips keuangan orang cina
Rajin menabung (pixabay)

Dilansir dari Liputan6, rasio menabung masyarakat Tiongkok mencapai hampir 50 persen atau sekitar 48,87 persen. Sementara masyarakat Indonesia masih berada di angka 30,87 persen.

Bahkan, ada prinsip orang Tiongkok yang cukup ekstrem soal menabung. Mereka terbiasa buat menyisihkan gaji mereka sekitar 50 persen sampai 70 persen buat ditabung. Sisanya barulah digunakan buat memenuhi kebutuhan hidup.

Duh, bisa gak ya kebiasaan itu kita tiru?

Sebenarnya bisa banget asalkan kamu mau mengencangkan ikat pinggang. Kamu pun harus menahan diri buat mengurangi belanja konsumtif. Dengan gitu, kamu gak punya utang sama sekali.

Dengan gak punya utang sama sekali, rasanya cukup mudah buat hidup dengan sekitar 50 persen, bahkan 30 persen aja dari total gaji, bukan?

3. Terbiasa buat bayar belanjaan secara kontan mengingat suku bunga di sana bisa berubah sewaktu-waktu

cara hidup orang cina
Bayar tunai dong, bukan cicil (pixabay)

Suku bunga di negeri Tiongkok terkenal “longgar”. Bukan berarti suka bunga di sana lebih rendah daripada Indonesia, namun pemerintah sana lebih luwes buat menaikkan atau menurunkan suku bunga acuan.

Hal tersebutlah yang bikin kebanyakan masyarakat sana merasa gak aman buat berutang. Mereka khawatir, suku bunga tiba-tiba naik dan bikin utang bertambah. Oleh karena itu, sebisa mungkin, orang Tiongkok memilih belanja dengan cara kontan.

Nah, kamu bisa banget tiru sikap mereka yang ini. Bayar kontan emang kadang bikin meringis karena angka di tabungan kamu akan berkurang dalam jumlah yang signifikan. Beda dengan bayar pakai kartu kredit, uang tabungan gak berkurang sama sekali.

Tapi, rasa nyaman itu cuma sementara. Soalnya, pas tagihan kartu kredit datang, mau gak mau kita harus pake uang kita juga kan?

4. Menawar harga jadi hal biasa di negeri Tiongkok

sifat orang tionghoa
Tawar, tawar, tawar (pixabay)

Hampir sama dengan beberapa daerah di Indonesia, kebiasaan menawar jadi hal biasa di negeri Tiongkok. Nah, kamu pun sebaiknya punya kemampuan ini nih saat belanja.

Bukan apa-apa, kebanyakan penjual juga menawarkan harga yang jauh lebih tinggi dari harga sebenarnya. Kalau kamu iya aja sama harga awal yang ditawarkan, kamu gak bisa hemat uang kamu. Padahal, kan harusnya bisa digunakan buat kebutuhan lain.

Bukan cuma di Tiongkok, beberapa daerah pecinan seperti di Glodok terkenal banget dengan aktivitas tawar-menawarnya. Jadi, mulailah buat gak gengsi nawar.

5. Daripada kasih bingkisan, lebih baik kasih angpao berupa uang

cara mengatur keuangan ala orang china
Kasih amplop isi uang aja (pexels)

Pemberian angpao yang diisi dengan uang udah jadi tradisi buat orang Tiongkok. Tradisi itu bahkan sudah ada sejak zaman dinasti di negeri tersebut.

Gak cuma saat Imlek, angpao diberikan pada acara-acara bahagia lain, seperti pernikahan dan acara lain. Tentu hal ini menguntungkan buat kedua belah pihak.

Si pemberi gak perlu repot mencarikan kado. Sementara itu, si penerima bisa menggunakan uang tersebut sesuai kebutuhan. Sebab, bisa aja kado yang diberikan gak gitu berguna buat si penerima.

Dari kelima tips keuangan yang udah disebutkan di atas, mana nih yang udah pernah kamu terapkan dan pengin kamu terapkan ke depannya? Yuk, cobain deh!