Pengin Jadi Enterpreneur Muda? 5 Kebiasaan Ini Bisa Kamu Tiru

Menjadi pengusaha sukses atau entrepreneur sukses mungkin menjadi impian banyak anak muda saat ini. Tak jarang, dijumpai kisah entrepreneur muda yang telah sukses membangun usahanya.

Kondisi itu tentu berangkat dari kejelian melihat peluang, bisa dari diri sendiri, hobi, hingga lingkungan. Peluang tidak datang begitu saja.

Selain kecocokan, kemampuan menjadi tolak ukur dalam mencari peluang bisnis agar nantinya bisnis yang dijalani tidak setengah-setengah, bahkan hingga berhenti di tengah jalan.

Nah, buat kamu yang tidak ingin mengalami hal sama, Muhammad Ali Akbar Taufani owner Comic Jeans membagikan tipsnya:

Maksimalkan Potensi Diri

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Rumah Denim (Custom Jeans MTO) (@comic_jeans) on

Dengan memaksimalkan potensi diri menjadi sangat penting, karena mungkin potensi dalam diri sendiri tidak dimiliki oleh orang lain dan itu bisa menjadi nilai lebih dalam mengembangkan usaha.

Seperti yang dilakukan Ali, pemuda kelahiran Jakarta, 12 Maret 1990 itu menemukan peluang usahanya dari hobi membuat celana jeans.

Kembangan Pengetahuan dan Riset Pasar

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Rumah Denim (Custom Jeans MTO) (@comic_jeans) on

Tak hanya sekadar hobi, Ali terus meningkatkan kemampuan diri dengan menjalani riset dan meningkatkan kemampuan pribadinya.

Dengan memanfaatkan jaringan internet, Ali bisa menemukan supplier bahan baku celana jeans yang ada di Indonesia, bahkan internasional seperti China, Thailand, hingga Jepang.

Dia juga mengingatkan untuk tidak malas belajar. Jika malas, maka apa yang sudah diniatkan dan dicita-citakan tidak akan jadi apa-apa.

Temukan Perbedaan atau Ciri Khas Usaha

Dengan memaksimalkan riset dan meningkatkan pengetahuan, Ali akhirnya menemukan peluang bisnis usaha celana jeans costum.

Menurutnya, usaha tersebut masih sedikit persaingannya dan cenderung belum ada di kota-kota besar.

“Kenapa saya ambil Pre Order (PO) custom gini karena persaingan belum terlalu banyak, karena kan orang banyak yang mau bikin big size karena badannya besar, mereka bikin ke Rumah Denim, dan kami kasih garansi satu tahun, jadi kalau ada apa-apa dijamin garansi itu,” ujar Ali saat berbincang dengan Moneysmart.id di Outlet Rumah Denim, Veteran Bintaro, Jakarta, belum lama ini.

Realisasikan Ide Meski  Skala Kecil

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Rumah Denim (Custom Jeans MTO) (@comic_jeans) on

Jangan takut memulai usaha. Pasalnya, jika memiliki ide bisnis dan tidak dijalankan maka akan sia-sia dan hanya sebatas ide belaka tanpa ada eksekusinya.

Tak perlu langsung usaha sekali besar, yang bermulai dari skala kecil  pun sangat baik, karena akan belajar dan mengetahui prospek bisnis ke depannya.

Seperti Ali yang memulai usahanya pada tahun 2011 di rumah pribadinya, hingga saat ini telah memiliki 5 outlet, mulai dari Reni Jaya, Pamulang, Veteran Bintaro, Gandaria City, Bekasi, dan memiliki 42 karyawan.

Jalani Inovasi dalam Bisnis

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Rumah Denim (Custom Jeans MTO) (@comic_jeans) on

Dalam berbisnis, inovasi menjadi sangat penting, pelajaran besar dari mereka ponsel raksasa dunia seperti Nokia tentu menjadi pelajaran amat berharga. Tanpa inovasi, bisnis bisa gulung tikar termakan zaman atau kalah saing dari kompetitor.

Nah dalam hal inovasi ini, Ali menjalankan inovasi dalam usaha dengan membuat celana jeans secara custom baik ukuran, bahan, dan jahitan sesuai keinginan konsumen.

Terlebih, konsumen bisa menciptakan orang sendiri untuk celana jeansnya. Ini dilakukan Ali untuk bersaing dengan berbagai kompetitor usahanya.

“Kita harus inovasi, dan kita udah bisa bikin satu celana pakai logo sendiri, kita ciptain gimana inovasi-inovasi buat persiangan ke depannya. Karena brand-brand lokal sudah bagus,” papar Ali.

Dengan berbagai cara-cara berikut, temukan potensi bisnis hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah.

“Kalau omzet paling tinggi jujur aja ada di partai besarnya, karena kalau order kan satu brand ratusan, minimal puluhan. Kalau omzet outlet paling tinggi di cabang Bintaro. Total omzet gak nentu, kadang Rp 500 juta, atau Rp 1 miliar, gak nentu, kalau lagi sepi sepi Rp 300 juta sampai Rp 400 juta,” tutup Ali.