Pengelolaan Keuangan Kamu Udah Benar Kalau Udah Ada 6 Tanda Ini

Sudahkah kamu bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan? Pertanyaan ini penting diajukan ke diri sendiri kalau mau sukses finansial.

Semua orang mestinya bisa menjadi bendahara atau pengelola keuangan bagi diri sendiri. Terlebih bila sudah berkeluarga.

Tanggung jawab mengelola keuangan memang terdengar berat, tapi mutlak mesti dimiliki. Terutama kalau kamu memang berniat memajukan finansial.

Untuk mengetahui apakah kamu sudah bertanggung jawab mengelola keuangan, simak tanda-tandanya di bawah ini:

1. Punya atau berencana punya asuransi jiwa

Adanya asuransi jiwa adalah salah satu tanda pengelolaan keuangan yang baik. Sebab, keberadaan asuransi ini penting bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga orang lain.

Bahkan ini jauh lebih penting saat kamu sudah memiliki buntut alias anak. Masalahnya, banyak yang gak mau ambil pusing soal asuransi jiwa, bahkan menjauhinya.

pengelolaan keuangan
Coba kalau kamu sudah berkeluarga dan jadi korban kecelakaan kayak gini, anak mau makan dari mana? (gcmaz.com)

Kenyataannya, asuransi jiwa sangat berguna untuk menata kehidupanmu dan keluarga jika terjadi sesuatu yang membuatmu tak bisa lagi mencari nafkah untuk hidup. Bila kamu kecelakaan dan tak dapat bekerja lagi, misalnya, ada uang pertanggungan dari asuransi jiwa.

Adanya asuransi ini pun bisa membuat pikiran orang tenang, sehingga lebih nyaman dalam menjalani hidup. Siapa sih yang mau hidup dikejar kekhawatiran akan masa depan?

[Baca: Gak Semua Orang Butuh Asuransi Jiwa. Prioritaskan Kalau Kamu Punya 5 Ciri Ini]

2. Menabung untuk hal penting

Menabung itu wajib hukumnya kalau kamu serius dalam melakukan pengelolaan keuangan. Apalagi kalau menabung untuk hal penting, misalnya buat beli rumah atau kendaraan.

Kalau kamu sudah rajin menabung untuk hal-hal itu, berarti kamu sudah berada di jalur yang benar untuk urusan finansial. Kamu bukan lagi anak kecil yang menabung hanya untuk beli permen atau mainan yang mudah rusak.

[Baca: Jangan Salah, Ini Bedanya Menabung dan Investasi]

3. Punya portofolio

pengelolaan keuangan
Selain nabung uang, coba nabung emas juga buat investasi. Investasi emas dijamin gak bakal rugi karena harganya cenderung naik (moneymetals)

Portofolio di sini bukanlah serangkaian bukti kinerja yang biasa disertakan dalam CV. Melainkan daftar investasi yang berguna buat masa depan.

Artinya, kamu harus memiliki investasi jika mau dikatakan bertanggung jawab mengelola keuangan. Investasi gak perlu yang besar-besar, seperti main saham di bursa.

Reksadana atau menabung emas bisa jadi batu loncatan untuk instrumen investasi lain dengan return yang gak kalah menarik. Intinya adalah kamu sadar bahwa investasi itu penting jika ingin punya sokongan finansial yang lebih kuat dari sekadar gaji bulanan.

4. Punya bujet

Bujet penting untuk menjaga keuangan tetap aman. Lihat saja anggota DPR sering ribut kalau ngomongin bujet anggaran pemerintah. Tanpa bujet, gak akan jelas arah tujuan keuangan.

Mau dibawa ke mana duit gaji atau hasil usaha? Mampir ke rekening doang? Buat foya-foya? Ini pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab saat kamu melakukan pengelolaan keuangan.

Dengan memiliki bujet, kita bisa membatasi pengeluaran. Itulah tanda kalau kamu bertanggung jawab mengelola keuangan.

5. Gak dikejar utang

pengelolaan keuangan
Di mana-mana, debt collector itu serem. Jangan sampai berurusan dengan mereka. Biarlah polisi yang turun tangan (thesun.co.uk)

Seseorang wajar berutang. Tapi kalau sampai dikejar utang, berarti dia gak serius dalam pengelolaan keuangan. Utang semestinya menjadi penolong ketika keuangan goyang.

Tapi banyak dijumpai kenyataan orang pusing tujuh keliling lantaran terjerat utang. Biasanya, orang-orang seperti ini gak punya rencana matang saat ambil utang.

Walhasil, bingung ketika mesti membayar cicilan untuk melunasinya. Sebelum memutuskan berutang, seharusnya hitung dulu kemampuan keuangan untuk menentukan berapa utang yang bisa diambil dan cicilan yang bisa dibayar.

Tanpa itu, kematanganmu dalam mengelola keuangan dipertanyakan. Lebih-lebih bila sampai diburu debt collector. Orang di sekitarmu bakal merasa kasihan, kok bisa keuangan morat-marit sampai berurusan dengan penagih utang yang seram-seram itu.

Mengelola keuangan bukan perkara gampang, tapi gak ada yang mustahil. Bila kamu merasa belum memiliki tanda bertanggung jawab mengelola keuangan di atas, inilah saat yang tepat untuk memulainya.

[Baca: Sebelum Berutang, Cari Tahu Dulu Bedanya Utang Produktif dan Utang Konsumtif]